Indonesia Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

Israel terus menyerang Gaza meski telah berlaku gencatan senjata sejak tahun lalu.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 08:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengutuk keras serangan militer Israel ke Gaza yang terus berlanjut, termasuk serangan terhadap rakyat sipil dan infrastruktur sipil.

"Serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, tindakan yang dilakukan secara sengaja menghambat implementasi Peace Plan untuk Gaza, dan memperburuk penderitaan rakyat Palestina," bunyi pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (4/8/2026).

"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dari kesepakatan gencatan senjata, untuk menghentikan serangan militernya segera dan secara permanen, dan memenuhi seluruh komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang sejalan dengan hukum internasional."

Lebih lanjut, Kemlu RI menyatakan Indonesia menyambut baik pemberitaan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menerima Roadmap implementasi Peace Plan fase kedua untuk Gaza, sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Hal ini merupakan langkah penting untuk proses penyelesaian konflik.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menjamin pelindungan penuh terhadap warga sipil, tenaga medis dan pekerja kemanusiaan, serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman, cepat dan tanpa hambatan," tegas Kemlu RI.

"Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam mewujudkan proses politik yang kredibel untuk mencapai kemerdekaan Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara, sejalan dengan Resolusi PBB yang relevan dan parameter yang telah disepakati secara internasional, sebagai jalan bagi tercapainya perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan menyeluruh di Timur Tengah."

Gaza masih belum aman bagi warga sipil karena serangan Israel terus berlangsung, termasuk terhadap sekolah dan ruang kelas di dalam tenda, meski gencatan senjata Israel-Hamas pada Oktober telah mengakhiri perang selama dua tahun. Demikian disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Selasa.

"Hari ini di Kota Gaza, para mitra kami melaporkan seorang siswa kelas enam dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru dan terluka di ruang kelas yang berada di dalam tenda," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.

Ia menyoroti serangkaian penembakan dan serangan terhadap sekolah di Wilayah Palestina yang Diduduki, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat.

"Kami menegaskan bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional, warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran," ujarnya.

"Tempat-tempat belajar harus tetap menjadi lingkungan yang aman dan terlindungi bagi siswa maupun guru."

Sejak gencatan senjata, serangan Israel telah menewaskan 1.209 orang dan melukai 3.943 lainnya di Gaza.