Gunung Mayon Erupsi, 300 Keluarga di Filipina Dievakuasi

Gunung Mayon tercatat sebagai yang paling aktif di antara 24 gunung berapi di Filipina.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 13:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Lebih dari 300 keluarga dievakuasi setelah Gunung Mayon mengeluarkan awan abu tebal pada akhir pekan akibat runtuhnya endapan lava dari lerengnya, menurut keterangan pejabat pada Senin (4/5/2026).

Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Teresito Bacolcol, mengatakan tidak terjadi letusan eksplosif. Namun, endapan lava dalam jumlah besar di lereng barat daya tiba-tiba meluncur turun dalam bentuk aliran piroklastik—yakni campuran batuan panas, abu, dan gas—menjelang Sabtu malam.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, awan abu pekat menyebar ke 87 desa di tiga kota, mengejutkan warga dan mengganggu aktivitas lalu lintas akibat jarak pandang yang sangat terbatas.

“Hujan abu sangat tebal dan jarak pandang nol bahkan di jalan nasional kami,” kata Wali Kota Camalig, Caloy Baldo, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (4/5).

Baldo menambahkan, sebagian warga sempat panik saat hujan abu terjadi. “Namun kami menasihati mereka untuk tetap tenang,” ujarnya.

Selain berdampak pada aktivitas warga, hujan abu juga merusak lahan pertanian dan menyebabkan kematian empat kerbau serta satu ekor sapi di Camalig, sebuah kota berpenduduk sekitar 8.000 jiwa di Provinsi Albay. Proses pembersihan saat ini masih berlangsung.

Bacolcol menyebut kondisi gunung pada Senin (4/5) relatif lebih tenang, namun potensi bahaya masih tetap ada.

Gunung Mayon, yang memiliki ketinggian 2.462 meter, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Filipina karena bentuk kerucutnya yang hampir sempurna. Namun, gunung ini juga tercatat sebagai yang paling aktif di antara 24 gunung berapi di negara tersebut.

Sejak Januari, otoritas telah menetapkan status kewaspadaan Level 3 dalam skala lima tingkat. Status tertinggi, Level 5, menandakan terjadinya letusan eksplosif yang berpotensi mengancam jiwa dengan aliran lava, piroklastik, dan hujan abu lebat.