Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa waktu Iran untuk mencapai kesepakatan hampir habis. Peringatan itu disampaikan pada Rabu (28/1/2026), ketika ia mendesak republik Islam tersebut untuk bernegosiasi mengenai senjata nuklir atau menghadapi kekuatan armada besar kapal perang AS.
"Seperti halnya dengan Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu dengan cepat melaksanakan misinya, dengan kecepatan dan kekerasan jika diperlukan," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.
Ia menambahkan bahwa armada tersebut "bergerak cepat, dengan kekuatan besar, antusiasme, dan tujuan yang jelas."
Advertisement
Trump menggarisbawahi bahwa armada, yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln, lebih besar dibandingkan armada yang pernah ia kirim ke Venezuela. Ia merujuk pada blokade laut yang pernah diterapkannya terhadap negara Amerika Selatan tersebut untuk mencegah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi meninggalkan wilayahnya.
Seorang pejabat AS seperti dikutip dari laporan NBC News menyatakan bahwa USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal pendampingnya tiba di Timur Tengah pada hari Senin (26/1).
Trump pertama kali memperingatkan bahwa sebuah armada AS sedang menuju Iran pada hari Jumat (23/1), setelah beberapa pekan gelombang demonstrasi mengguncang negara tersebut.
Lebih dari 6.000 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi di seluruh Iran, termasuk di ibu kota Teheran, menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, pada Selasa (27/1). Kelompok tersebut menyatakan bahwa mereka memverifikasi setiap kematian melalui jaringan aktivis di lapangan di Iran dan bahwa data mereka melalui berbagai pemeriksaan internal.
Pemerintah Iran sendiri pekan lalu menyebutkan jumlah korban tewas resmi mencapai 3.117 orang.Â
Iran Siap Berdialog, Menolak Ditekan
![Kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, melintasi Samudra Atlantik selama latihan transit selat [US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Clint Davis/US DoD]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/tc-ILeatHVHThwFEzRp4TIL6GAg=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255463/original/053361800_1750161225-kapal_induk_AS.jpg)
Beberapa jam setelah pernyataan terbaru Trump, seorang penasihat senior pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa anggapan tentang serangan terbatas tidak realistis karena setiap tindakan militer AS terhadap Iran akan diperlakukan sebagai pemicu perang.Â
"Setiap tindakan militer oleh AS, dari lokasi mana pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal dari sebuah perang," kata Ali Shamkhani, sebagaimana dikutip kantor berita pemerintah IRNA.
Ia mengungkap lebih lanjut bahwa "responsnya akan segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya. Agresor, jantung Tel Aviv, serta semua pihak yang mendukung agresor akan menjadi sasaran."
Iran telah menegaskan bahwa pernyataan Trump yang berulang kali mengklaim bahwa ancamannya telah menghentikan rencana eksekusi terhadap lebih dari 800 demonstran sebagai sepenuhnya tidak benar.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa pembunuhan semacam itu akan menjadi pemicu baginya untuk melancarkan aksi militer. Namun, dalam unggahan Truth Social pada Rabu, ia tidak lagi menyinggung soal demonstrasi di Iran yang dipicu krisis ekonomi. Ia justru menegaskan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk duduk di meja perundingan dan "menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara — TANPA SENJATA NUKLIR — yang baik bagi semua pihak."
Trump memperingatkan pula bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih buruk dibandingkan pengeboman AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
"Jangan biarkan itu terjadi lagi," tambahnya.
Trump menarik ASÂ keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada masa jabatan pertamanya pada tahun 2018, tiga tahun setelah republik Islam itu sepakat untuk menghentikan upayanya mengembangkan senjata nuklir serta mengizinkan pemeriksaan internasional terhadap fasilitasnya. Kesepakatan tersebut dibuat sebagai imbalan atas langkah AS, sejumlah negara lain, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencabut sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.
Misi tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan melalui platform X bahwa negaranya "siap untuk berdialog", namun akan membela diri jika ditekan.
Dalam unggahan terpisah di Telegram, Mahmoud Nabavian, wakil ketua Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, mengatakan bahwa tindakan dan ancaman terbaru AS terkait kemungkinan serangan terhadap Iran hanyalah bagian dari perang psikologi musuh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715568/original/030962100_1782809839-IMG_0030.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689478/original/041298400_1782749054-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_21.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5004749/original/093594200_1731553174-20241114-Trump_Bertemu_Biden-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)