Laboratorium Sekolah Garuda Kaltim Hasilkan Inovasi Ramah Lingkungan

Sekolah Garuda Kaltim menghadirkan inovasi berbasis riset yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SMA Nasional KPS Balikpapan menjadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi berbasis riset.
  • Siswa wajib menyusun karya ilmiah dan memaparkannya di forum nasional/internasional.
  • Inovasi meliputi filter mikroplastik, biodiesel, detektor banjir, dan riset tanaman langka.

Liputan6.com, Jakarta - SMA Nasional KPS Balikpapan, Klalimantan Timur yang saat ini berstatus Sekolah Unggul Garuda Transformasi menciptakan ekosistem berbasis riset melalui konsep laboratorium hidup untuk menghasilkan ragam inovasi teknologi ramah lingkungan yang berdampak bagi masyarakat.

"Kami secara konsisten mengasah berpikir kritis segenap siswa dengan mewajibkan penyusunan karya tulis ilmiah di kelas 11 serta memaparkannya dalam forum ilmiah berskala nasional dan internasional ketika mereka memasuki kelas 12," ujar Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan Noor Yanti Aziza di Balikpapan, melansir Antara, Senin 29 Juni 2026.

Dia menjelaskan, forum ilmiah tersebut menghadirkan para penguji kompeten dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Riset Daerah, Pusat Penelitian Universitas lokal, hinga akademisi luar negeri asal Australia, Amerika Serikat, serta Rusia.

"Penerapan program laboratorium hidup di sekolah tersebut memicu para pelajar menciptakan alat filter mikroplastik dari sabut kelapa untuk mesin cuci serta memproduksi cairan sampo herbal berkhasiat dari tanaman karamunting," kata Noor Yanti.

"Siswa kami juga mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel B100 skala kecil untuk dibagikan ilmunya kepada sekolah lain sekaligus turut membantu operasional para petani rumput laut yang berada di daerah Manggar, Balikpapan," sambung dia.

Sekolah Garuda Kaltim Kembangkan Inovasi Ramah Lingkungan untuk Masyarakat

Menurut Noor Yanti, hasil karya inovatif lainnya yang turut dikerjakan yakni alat pendeteksi bencana banjir murah berbasis teknologi internet untuk segala, alat pelindung budi daya rumput laut dari hantaman gelombang, hingga perakitan instalasi listrik tenaga surya edukatif untuk lampu kapal nelayan tradisional.

"Guna melestarikan kekayaan hayati lokal, para peneliti dan pelajar Sekolah Garuda ini turut meriset sepuluh jenis tanaman langka dari Kebun Raya Balikpapan yang contoh ramuannya tersimpan rapi di dalam laboratorium ilmu pengetahuan alam sekolah," kata dia.

"Seluruh hasil penemuan mutakhir tersebut kemudian dipamerkan kepada publik melalui penyelenggaraan ajang khusus bertajuk Hari Inovasi sebagai wadah apresiasi," sambung Noor Yanti.

Keberhasilan sekolah asal Kota Balikpapan menembus 30 besar institusi pendidikan unggulan nasional ini mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Timur kini memiliki dua Sekolah Garuda setelah SMA Nasional KPS Balikpapan ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026, menyusul pencapaian serupa oleh SMA Negeri 10 Samarinda pada tahun 2025.

"Kami mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini dan berharap kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mampu memotivasi institusi ini bertindak sebagai pusat keunggulan dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan daerah," jelas Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Armin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6