Energi Bersih Masuk Sawah Bantu Petani Atasi Masalah Pascapanen

Mesin bertenaga surya ini membawa cara baru mengolah hasil panen jagung.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 19:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menerapkan teknologi pascapanen jagung berbasis energi surya di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan mesin pemipil jagung yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air.

Berikan Edukasi PascapanenRangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri perangkat Desa Mulyorejo, anggota Kelompok Tani Bintang Timur, serta masyarakat sekitar.

Kepala Desa Mulyorejo mengapresiasi kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

"Kami mengapresiasi kontribusi UPN 'Veteran' Jawa Timur yang telah mendampingi masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Kepala Desa Mulyorejo, Sabtu (8/8/2026).

Setelah pembukaan, tim pengabdian memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan pascapanen jagung. Materi yang diberikan meliputi teknik penanganan hasil panen, proses pemipilan, pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian, serta pentingnya menjaga kadar air jagung sebelum dipasarkan.

Tim menjelaskan, kualitas hasil panen tidak hanya ditentukan proses budidaya, tetapi juga penanganan setelah panen. Pengelolaan kadar air sesuai standar dinilai dapat membantu menjaga mutu jagung selama penyimpanan sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan satu unit mesin pemipil jagung berbasis PLTS berkapasitas 650 Wp kepada Kelompok Tani Bintang Timur. Mesin tersebut menggunakan motor listrik berkapasitas 1,1 kW dengan kemampuan memipil sekitar 50 kilogram jagung per jam.

Selain mesin pemipil, kelompok tani menerima rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air.

Tim kemudian memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani mengenai pengoperasian mesin, pemanfaatan sensor kadar air, hingga perawatan peralatan agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Dorong Efisiensi PascapanenKetua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc., mengatakan proses pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hasil produksi pertanian.

"Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan budidaya, tetapi juga oleh bagaimana hasil panen dikelola setelah dipanen. Melalui mesin pemipil berbasis PLTS dan rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air ini, kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil panen, menekan biaya operasional, serta memperoleh nilai jual yang lebih baik," kata Anggota Tim UPN Veteran Jawa Timur Primasari.

Menurut dia, penggunaan energi surya sebagai sumber tenaga mesin menjadi salah satu alternatif pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pascapanen yang lebih efisien.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bintang Timur menyebut teknologi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Selama ini, proses pemipilan masih banyak bergantung pada jasa pemipil keliling. Kondisi tersebut membuat waktu penyelesaian panen kerap dipengaruhi antrean, terutama saat musim panen.

"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada UPN 'Veteran' Jawa Timur, Ditjen Risbang melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Bantuan teknologi ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani kami," ungkapnya.Dengan adanya mesin pemipil berbasis tenaga surya dan rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air, pihaknya optimistis kualitas hasil panen dapat meningkat.

"Dengan adanya mesin pemipil berbasis tenaga surya dan rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air, kami optimistis kualitas hasil panen akan semakin baik, proses kerja menjadi lebih cepat, dan pendapatan petani juga dapat meningkat," lanjutnya.

 

Dikaitkan dengan SDGs

Program tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pendidikan berkualitas melalui transfer teknologi, pemanfaatan energi bersih, peningkatan produktivitas ekonomi, serta penerapan produksi yang lebih bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, hasil penelitian perguruan tinggi diimplementasikan dalam bentuk pendampingan, penyuluhan, dan penerapan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh kelompok tani.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selain meningkatkan efisiensi proses pascapanen, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan hasil panen sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.          

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6