Penampakan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Berbentuk Homestay dan Mirip Cluster

Diklaim bangunan-bangunan tersebut sebaga tempat asimilasi.

Diterbitkan 24 September 2026, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ombudsman menemukan sel mewah mirip homestay dan cluster di Lapas Cibinong.
  • Fasilitas mewah tersebut dilengkapi furnitur premium, AC, TV, dan minuman keras.
  • Diduga kuat ada fasilitas khusus untuk warga binaan tertentu di Lapas Cibinong.

Liputan6.com, Jakarta - Ombudsman membongkar temuan sel dan sejumlah fasilitas mewah di area Lapas Cibinong, Jawa Barat saat melakukan sidak pada Rabu (23/9/2026) kemarin. Sel mewah tersebut berbentuk hunian. Ada yang mirip homestay dan cluster kecil.

Bangunan-bangunan tersebut berada di area belakang gedung utama lapas. Lokasi persisnya bisa diakses melalui sebuah pintu pagar kayu berwarna cokelat.

"Kami menanyakan ini ada apa di belakang pagar ini, dijawab di belakang itu ada rumah dinas Kalapas dan kemudian kami masuk ke dalam," kata Syafrida Rachmawati Rasahan, dalam jumpa pers di Gedung Ombudsman, Kamis (24/9/2026). Dalam jumpa pers tersebut juga diperlihatkan bangunan menyerupai homestay dan cluster kecil.

 

Untuk bangunan mirip homestay berdinding seng dicat warna biru dilengkapi taman kecil dan jendela. Di dalamnya terdapat kamar dengan luasan berbeda. Persis seperti indekos. Di bagian tengah terdapat ruang makan bersama, beberapa kamar mandi dan area tempat sepatu.

Sedangkan di sebelah kanan dari gerbang, terdapat bangunan bercat krem. Rumah itu cukup besar. Furniture yang digunakan juga cukup premium. Dilengkapi beberapa kamar, ruang makan dan area keluarga.

Sementara di sisi lainnya, ada rumah bercat putih dengan pagar hitam yang disebut mirip cluster.

 

Saat dicek, di dalam rumah tersebut terdapat fasilitas sofa, karpet, kulkas dua pintu yang didalamnya terdapat beberapa botol minuman keras. Sementara di area ruang makan terdapat meja makan dan kitchen set dan televisi serta AC.

Tidak dirinci total berapa unit rumah di area tersebut. Seorang petugas mengklaim rumah tersebut sebagai tempat asimilasi.

Saat melakukan pengecekan, tim Ombudsman sempat bertemu dengan satu warga binaan. Rumah ditersebut diakuinya sebagai hunian warga binaan. Setelah menyadari kehadiran tim Ombudsman, dia langsung mengunci pintu kamar.

"Diduga kuat ada fasilitas khusus untuk beberapa warga binaan di dalam Lapas Cibinong," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6