Hari Gajah Sedunia, Tantangan Upaya Menjaga Populasi

Hari Gajah Sedunia jadi momentum memperkuat upaya penyelamatan gajah.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Upaya konservasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan gajah Sumatera dan gajah Kalimantan yang kini terancam punah di alam liar. Kondisi populasi yang terus menurun membuat perlindungan habitat dan pengelolaan kawasan menjadi semakin mendesak.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, saat ini terdapat sekitar 21 kantong gajah di Pulau Sumatera dengan populasi sekitar 1.100 ekor hingga Juli 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan 2007 yang mencapai 42 kantong dengan estimasi populasi sekitar 2.400-2.800 ekor.

Sementara itu, populasi gajah yang berada di wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan diperkirakan hanya tersisa sekitar 30-80 ekor. Seluruh spesies gajah di Indonesia juga masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status terancam menuju kepunahan di alam liar.

Melihat fakta tersebut, Hari Gajah Sedunia 2026, yang diperingati setiap 12 Agustus, dapat menjadi momentum untuk meningkatkan upaya penyelamatan sekaligus populasi mamalia terbesar di Indonesia tersebut.

Dilansir dari Antara, Rabu (12/8/2026), ancaman terhadap keberadaan gajah salah satunya berasal dari menyempitnya ruang jelajah akibat perubahan hutan menjadi perkebunan, pembangunan jalan, dan permukiman. Fragmentasi habitat membuat kelompok gajah terpisah dan meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Kondisi habitat yang terfragmentasi juga dapat berdampak terhadap keberagaman genetik gajah. Ketika populasi terpecah dalam kelompok kecil, risiko perkawinan sedarah meningkat sehingga dapat memengaruhi kesehatan dan kemampuan bertahan hidup populasi gajah dalam jangka panjang.

Selain kehilangan habitat, perburuan ilegal masih menjadi ancaman bagi gajah. Perdagangan bagian tubuh gajah, termasuk gading, masih berlangsung di pasar gelap sehingga memperkuat kebutuhan terhadap perlindungan dan pengawasan satwa liar.

Pemerintah Perkuat Perlindungan Habitat Gajah

Pemerintah kemudian memperkuat upaya konservasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan. Kebijakan tersebut mencakup penyelamatan 21 lanskap gajah Sumatera seluas 5,43 juta hektare dan satu lanskap gajah Kalimantan seluas 19,14 juta hektare.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah juga diarahkan untuk menghentikan penerbitan izin baru pemanfaatan kawasan hutan di habitat gajah. Strategi dan rencana aksi konservasi serta peta jalan penanggulangan konflik manusia dan gajah juga perlu disusun dan diterapkan.

Perlindungan habitat turut dilakukan melalui pengembangan areal preservasi yang dapat berupa daerah penyangga kawasan konservasi, koridor ekologis, kawasan bernilai konservasi tinggi, hingga kawasan yang dikelola masyarakat. Pendekatan berbasis kearifan lokal juga dinilai dapat memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap habitat gajah.

Kolaborasi Jadi Kunci Konservasi Gajah

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat konservasi gajah. Salah satunya melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh yang melibatkan kerja sama Indonesia dan Inggris untuk melindungi habitat, mengelola bentang alam secara berkelanjutan, serta mengurangi konflik manusia dan satwa liar.

Upaya konservasi juga mencakup perlindungan kesehatan gajah dan penyesuaian pembangunan dengan kebutuhan satwa. Pemerintah menggandeng dokter dari India untuk mencegah penyebaran jalur perlintasan agar pembangunan infrastruktur tidak memutus habitat gajah.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa menjaga eksistensi gajah membutuhkan perlindungan habitat, penguatan populasi, serta keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Momentum Hari Gajah Sedunia 2026 menjadi pengingat agar upaya konservasi terus dilakukan secara konsisten sehingga gajah Nusantara tetap memiliki ruang hidup yang aman di alam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6