Gara-gara Nyalakan Kembang Api Berisi 357 Tembakan, Remaja 17 Tahun Tewas

Kembang api yang dinyalakan bernama Cash Game 357 yang berisi ratusan tembakan.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C - Kembang api ilegal yang berkekuatan tinggi meledak di halaman belakang rumah seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, yang tewas pada Rabu malam (3/12/2025).

Waktu ledakan terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat di sebuah rumah di blok 400 West 84th Street, di kawasan Vermont Knolls, South LA, Amerika Serikat. Ledakannya yang kencang membuat tetangga mengira bersumber dari sebuah bom yang ternyata kembang api hasil modifikasi seorang remaja.

Suara kencang dengan guncangan dahsyat malam itu tidak dapat memberikan pertolongan pertama kepada remaja yang mengalami kondisi kritis, ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah dibawa ke rumah sakit setempat, dilansir dari New York Post, Senin (8/12/2025).

Catatan Korban Tewas

Di lokasi kejadian, penyelidik menemukan sebuah kotak berlabel "Cash Game 357" yang berisi 357 tembakan kembang api beruntun, di mana dapat meledakkan banyak tembakan secara berurutan ini ilegal di California.

Bahkan, kembang api kecil yang disebut "aman dan sehat" pun memiliki peraturan dan diatur dengan ketat. Kembang api ini diduga telah dimanipulasi sebelum meledak, sehingga guncangannya terasa sangat dahsyat.

Menurut laporan Newsbreak.com, kematian akibat kembang api di AS tergolong relatif sedikit setiap tahunnya, dengan beberapa tahun terakhir mencatat angka hingga 11 kematian pada 2024, delapan korban tewas pada 2023, dan sekitar 13-15 korban tewas pada 2021-2022.

Meski kasusnya tergolong sedikit, kematian akibat kembang api tetap menjadi ancaman serius bagi lingkungan sekitar, terlebih lagi asap dan partikel dari bubuk mesiu dapat berbahaya bagi pernapasan apabila terhirup.

Hingga kini penyebab kematian remaja tersebut masih belum dipastikan apakah dari jenis kembang api ini yang meledak atau ada faktor lain yang memperbesar ledakan dengan menggunakan bahan-bahan peledak tambahan.

 

Bukti telah Diamankan

Tim penjinak Bom LAPD, Unit Bahan Berbahaya, dan detektif dari Divisi Kejahatan Besar menyelidiki area lokasi kejadian dan menyita sejumlah besar perangkat kembang api ilegal serta menarik semua bahan peledak ke lokasi penyimpanan yang aman.

Menurut data Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC), kematiannnya ini juga dikarenakan penyalahgunaan atau malfungsi yang tetap menjadi risiko serius.

Insiden yang masih dalam penyelidikan turut mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api baik dari yang dibeli dengan jenis tertentu maupun hasil modifikasi sendiri, karena berpotensi menimbulkan dampak fatal.