Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia dinilai akan tertekan. Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar akan mencermati tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar global pada pekan depan. Faktor utama itu antara lain perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (the Federal Reserve), serta dinamika suplai dan permintaan komoditas.
Menurut Ibrahim, perhatian terbesar saat ini tertuju pada situasi di Timur Tengah, khususnya hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Perkembangan tersebut membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal sehingga distribusi minyak mentah meningkat.
"Kelancaran distribusi minyak di Selat Hormuz memicu oversupply sehingga harga minyak mentah berpotensi terus melemah, sementara emas diuntungkan sebagai aset safe haven,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, pasar kini menunggu pertemuan lanjutan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran yang akan membahas Selat Hormuz serta kemungkinan pencabutan sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran, termasuk pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan.
Optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan permanen dalam masa gencatan senjata selama 60 hari dinilai semakin memperkuat kelancaran arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
"Ini yang membuat transportasi di Selat Hormuz kembali lancar dan terjadi oversupply,” ujar Ibrahim.
Secara rinci lanjut Ibrahim, kelebihan pasokan minyak di pasar global. Volume pengiriman minyak yang melintasi Selat Hormuz kini diperkirakan telah melampaui 103,1 juta barel per hari, sehingga memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.
"Ini yang membuat harga minyak mentah terus mengalami penurunan yang cukup signifikan,” kata Ibrahim.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Menurut Ibrahim, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian pasar global.
Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Menanti Perdamaian AS-Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520900/original/069259700_1772664804-3.jpg)
Sebelumnya, harga minyak dunia nyaris tidak berubah sepanjang pekan ini. Pelaku pasar masih berharap upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuahkan hasil sehingga dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (4/7/2026), harga minyak Brent pada perdagangan Jumat hanya naik tipis 14 sen atau 0,19% menjadi US$ 71,94 per barel. Meski menguat pada akhir perdagangan, harga Brent secara mingguan hanya turun sekitar 5 sen dibandingkan penutupan pekan lalu.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9 sen atau 0,13% menjadi US$ 68,78 per barel.
Pergerakan harga berlangsung relatif sepi karena pasar keuangan Amerika Serikat tutup menjelang libur Hari Kemerdekaan AS pada Sabtu (4/7/2026).
Sehari sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak sebelum pecahnya perang antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Analis Commerzbank menilai optimisme investor terhadap pembukaan kembali secara penuh Selat Hormuz terus meningkat seiring berlanjutnya perundingan damai antara AS dan Iran.
Sementara itu, analis Citi menilai proses negosiasi kedua negara masih menghadapi tantangan.
"Proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih rapuh, tetapi hingga saat ini tetap berjalan. Persoalan mengenai tarif dan pengelolaan Selat Hormuz masih menjadi isu yang diperdebatkan," tulis analis Citi.
Menurut Citi, nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah disepakati masih berpeluang bertahan.
"Kami memperkirakan nota kesepahaman tersebut akan tetap berlaku, bukan karena kedua pihak tiba-tiba saling percaya, melainkan karena tidak ada insentif yang menguntungkan bagi keduanya untuk melanggarnya," lanjut analis Citi.
Advertisement
Selat Hormuz Mulai Normal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)
Sebagian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai kembali normal sesuai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, ketidakpastian masih tinggi setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal kargo.
Di tengah prospek meningkatnya arus pengiriman minyak, negara-negara produsen di kawasan Teluk mulai menaikkan produksi. Berdasarkan survei Reuters, produksi minyak negara-negara anggota OPEC pada Juni meningkat sekitar 3,3 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.
Produksi minyak Kuwait juga melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni, dari sebelumnya 580.000 barel per hari pada Mei.
Sementara itu, sedikitnya lima kapal tanker raksasa yang mengangkut total sekitar 10 juta barel minyak asal Arab Saudi telah meninggalkan Selat Hormuz. Di sisi lain, Saudi Aramco juga mulai mengandalkan penjualan di pasar spot dibandingkan kontrak jangka panjang guna mempercepat distribusi minyak ke pasar Asia.
Pemulihan Pasokan Lebih Cepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
Pendiri Commodity Context, Rory Johnston, menilai pemulihan pasokan minyak dari Timur Tengah berlangsung lebih cepat dibandingkan perkiraan awal.
"Secara keseluruhan, pemulihan pasokan dari Timur Tengah berlangsung lebih cepat daripada perkiraan awal kami, sementara permintaan impor dari China masih lemah," ujar Rory Johnston.
Bertambahnya pasokan minyak membuat struktur pasar berubah dari backwardation menjadi contango. Kondisi ini mencerminkan ekspektasi pasar bahwa risiko kekurangan pasokan mulai mereda.
Hal tersebut terlihat dari harga kontrak minyak Brent untuk pengiriman segera yang pada pekan ini diperdagangkan lebih rendah dibandingkan kontrak pengiriman hingga enam bulan mendatang. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa peningkatan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah menciptakan kelebihan pasokan dalam jangka pendek
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287277/original/092402000_1783206951-pra6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)