China Kritik Rencana Jepang Menempatkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan

Apa kata Jepang soal rencana penempatan rudal ini? Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 25 November 2025, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - China pada hari Senin (24/11/2025) menyebut rencana Jepang untuk menempatkan rudal di sebuah pulau dekat Taiwan sebagai upaya sengaja untuk menciptakan ketegangan regional dan memprovokasi konfrontasi militer.

Pernyataan itu muncul di tengah krisis diplomatik terburuk dalam beberapa tahun terakhir, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan yang diperintah secara demokratis dapat memicu respons militer dari Tokyo.

"Kelompok-kelompok sayap kanan di Jepang … sedang menyeret Jepang dan kawasan menuju bencana," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam jumpa pers rutin seperti dikutip dari CNA.

"Beijing bertekad dan mampu menjaga kedaulatan wilayah nasionalnya."

Komentar tersebut mengikuti pernyataan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada hari Minggu (23/11) bahwa rencana untuk menempatkan satu unit rudal permukaan-ke-udara jarak menengah di sebuah pangkalan militer di Yonaguni, sebuah pulau sekitar 110 km dari pantai timur Taiwan, sedang berjalan dengan lancar.

"Langkah itu sangat berbahaya dan seharusnya menimbulkan keprihatinan serius di antara negara-negara terdekat dan komunitas internasional," tutur Mao, terutama dalam konteks pernyataan Takaichi sebelumnya.

China telah merespons pernyataan Takaichi dengan kecaman dalam kolom media pemerintah, larangan terhadap makanan laut Jepang, penghentian penayangan film Jepang, dan peringatan kepada warganya untuk tidak mengunjungi Jepang.

Pada pertengahan November, Kementerian Pertahanan Jepang memperingatkan tentang kemungkinan kekalahan telak secara militer jika negara itu menggunakan kekuatan untuk campur tangan terkait Taiwan.

 

Komentar Taiwan

Tiongkok memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih kendali. Pemerintah pulau itu menolak klaim Beijing dan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Di Taipei pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Francois Wu mengatakan kepada para legislator bahwa Jepang sebagai negara berdaulat berhak mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan wilayahnya. Ia mengingatkan bahwa Yonaguni berada sangat dekat dengan Taiwan.

"Penguatan fasilitas militer terkait oleh Jepang pada dasarnya membantu menjaga keamanan di Selat Taiwan," tambahnya. "Jadi, tentu saja, ini membantu kepentingan nasional kami karena Jepang tidak memiliki ambisi teritorial atau permusuhan terhadap Taiwan."

Pada hari Minggu, Koizumi mengatakan penempatan rudal itu bertujuan untuk melindungi Yonaguni.

"Kami percaya bahwa keberadaan unit ini justru akan menurunkan kemungkinan terjadinya serangan bersenjata terhadap negara kami," imbuhnya.