Anggota Parlemen Australia Tim Watts Kunjungi SMP Labschool Kebayoran, Teken Kerja Sama Sister School

SMP Labschool Kebayoran dan Williamstown High School jalin kerja sama di bidang pertukaran budaya.

Diterbitkan 20 November 2025, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mempelajari budaya dan memahami adat di setiap suku kini semakin mudah, di mana internet menjadi jembatan yang memberikan wawasan terhadap tradisi bangsa lain.

Namun, program pertukaran budaya antara SMP Labschool Kebayoran dan Williamstown High School menjadi kesempatan berharga dapat merasakan budaya secara langsung dari sudut pandang yang semakin luas, baik di Australia maupun di Indonesia.

Program ini telah menjadi kerja sama melalui Sister School selama lebih dari 17 tahun, yang memperkuat kolaborasi budaya sekaligus akademik antara kedua sekolah tersebut.

Penandatangan MoU terbaru sebagai fondasi untuk memastikan bahwa pembelajaran lintas negara terus berjalan.

Dengan kunjungan Anggota Parlemen Australia, Tim Watts, menjabat sebagai Special Envoy for Indian Ocean Affairs, yang hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Semangat Lintas Negara

Ia turut bahagia melihat perkembangan budaya yang berjalan dari pertukaran pelajar, karena para peserta tak hanya belajar di kelas, tetapi juga memahami kebiasaan, bahasa, dan aktif berinteraksi dengan memahami budaya setempat.

"Berlatih di Indonesia atau Australia memberi kesempatan untuk benar-benar memahami budaya. Kolaborasi yang telah berlangsung selama 17 tahun dengan Williamswton High School, menunjukkan bagaimana pertukaran itu berkembang," tuturnya dalam sambutannya.

"Saya senang bisa berbagi pemikiran dan selalu terinspirasi setiap kali bertemu dengan orang-orang muda seperti kalian," tambahnya lagi.

Setelah selesai menyapa siswa-siswi dan meresmikan MoU, ia berdiskusi bersama 12 peserta program pertukaran pelajar dari SMP Labschool Kebayoran ke Melbourne, yang mana mereka membahas perbedaan suhu hingga bahasa gaul yang menjadi bagian untuk beradaptasi di luar negeri.

 

Perbedaan yang Sederhana

Selama pertemuan yang mengenal satu sama lain. Para siswa-siswi memperkenalkan camilan khas Indonesia kepada Tim Watts, yang mencicipi tiga jenis camilan seperti klepon, getuk, dan risoles.

Rasa yang berbeda hingga ada yang disantap dengan cabai, membuatnya penasaran sembari diberikan penjelasan oleh siswa-siswi terhadap perbedaan rasa dan tekstur.

Hidangan sederhana itu menjadi simbol yang menggambarkan keberagaman budaya. Seperti manisnya klepon yang berisi gula merah mencair ketika digigit, lembutnya getuk dengan parutan kelapa, dan gurihnya risoles.

Ketiganya menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak selalu hadir dalam upacara, tetapi camilan ini menjadi kuliner yang menunjukkan keberagaman Indonesia yang hangat dan mudah diterima.

Selain itu, Kepala SMP Labschool Kebayoran, Yulinda Asnita, M.Pd., menilai bahwa kehadiran beliau menjadi penguatan atas komitmen kedua sekolah dalam membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan, dan membuka ruang interaksi budaya yang nyata bagi para siswa.