Iran Lakukan Penyemaian Awan di Tengah Krisis Air Parah

Perubahan iklim disebut membuat situasi yang sudah sangat parah menjadi jauh lebih buruk.

Diterbitkan 17 November 2025, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Untuk mengatasi krisis air yang parah, otoritas Iran telah memulai operasi penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Sabtu (15/11/2025).

Pusat Prakiraan Cuaca Nasional dari Organisasi Meteorologi Iran mengatakan bahwa curah hujan di seluruh negeri telah menurun sekitar 89 persen dibandingkan jumlah hujan yang biasanya turun berdasarkan catatan bertahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadikan musim gugur tahun ini sebagai yang terkering dalam 50 tahun terakhir di Iran.

Menurut IRNA, operasi penyemaian awan tersebut dilakukan di wilayah cekungan Danau Urmia di barat laut Iran dengan menggunakan pesawat yang dilengkapi peralatan khusus.

Penyemaian awan telah lama digunakan di Iran, yaitu dengan menyebarkan bahan kimia ke dalam awan untuk merangsang pelepasan uap air sehingga turun sebagai hujan.

Upaya ini dilakukan ketika Iran menghadapi salah satu kekeringan terburuk yang pernah tercatat, yang kini memasuki tahun kelima berturut-turut. Waduk-waduk utama terus menyusut akibat curah hujan yang berada pada tingkat terendah sepanjang sejarah. Pemerintah bekerja keras mengurangi konsumsi air, sementara warga berusaha menghemat air untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Dua dekade lalu, Danau Urmia merupakan danau terbesar di Timur Tengah, dengan perekonomian lokal yang ditopang hotel dan restoran untuk para wisatawan. Kini, kapal-kapal dibiarkan berkarat dan tak lagi bergerak di daratan yang berubah cepat menjadi hamparan garam.

"Krisis air yang akut bahkan telah memicu kekhawatiran tentang pasokan air minum di kota-kota besar, termasuk ibu kota Teheran," kata televisi pemerintah Iran, Press TV, dalam laporannya pada Minggu (16/11).

Mohammad Mehdi Javadian-Zadeh, kepala Pusat Riset Penyemaian Awan Nasional, mengatakan bahwa operasi penyemaian awan akan terus berlangsung hingga pertengahan Mei, baik dengan pesawat maupun drone.

"Dengan mempertimbangkan bahwa negara kita berada di wilayah kering dan kebutuhan mendesak akan sumber daya air terbarukan, penyemaian awan hanya dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di berbagai daerah tangkapan air," tambah Javadian-Zadeh.