Janji Terakhir Alfonsius kepada Ibunda Sebelum Ditembak KKB

Alfonsius adalah satu dari tiga ASN yang ditembak KKB.

Diterbitkan 12 September 2026, 23:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - “Mama, Saya Pulang Bulan Natal di rumah". Kalimat sederhana itu kini menjadi kenangan terakhir yang begitu dalam bagi Maria Sukarti Yam, ibu dari drh. Alfonsius Albinus Mehan.

Dalam komunikasi terakhirnya, Alfonsius sempat menyampaikan rencana untuk pulang ke Kabupaten Sikka pada Desember 2026.

“Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.” ujar Alfonsius disampaikan ibunya, Sabtu 13 September 2026.

Ia juga tetap memperhatikan sang ibu dari tanah rantau. Meski Maria kerap mengatakan tidak perlu, Alfonsius disebut sering mengirimkan uang untuk membantu keluarganya.

Namun, rencana pulang itu tak pernah terwujud. Dokter hewan yang telah hampir sembilan tahun mengabdi di Papua sejak 2018 tersebut, menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).

 

Sosok Penolong dan Baik Hati

Di mata sang ibu, Alfonsius bukan hanya seorang anak. Ia adalah sosok yang baik, peduli dan sulit menolak ketika ada orang membutuhkan pertolongan.

Bahkan, menurut ibunya, ketika ada warga yang meminta bantuan, Alfonsius selalu sigap. Pagi-pagi sekali ia bisa sudah berangkat demi menjalankan tugas dan membantu mereka yang membutuhkan.

Sejak awal keberangkatannya ke Papua, Maria sebenarnya diliputi kekhawatiran. Namun Alfonsius tetap memilih mengabdi.

“Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja," ungkap Maria.

Sebelum tragedi terjadi, Alfonsius juga sempat meminta sejumlah dokumen keluarga kepada ibunya. Maria tidak pernah menyangka bahwa komunikasi itu akan menjadi salah satu percakapan terakhir mereka.

Kabar duka kemudian datang melalui telepon dari anak Maria yang berada di Kupang.

Maria yang baru selesai mandi saat menerima telepon itu tak kuasa mempercayai kabar yang disampaikan.

“Saya teriak, saya tidak percaya. Saya bilang, mama tidak mau. Anak saya tidak ada," Ungkapnya.

Setelah bertahun-tahun mengabdi jauh dari kampung halaman, Alfonsius akhirnya benar-benar pulang.

Bukan pada Desember seperti yang ia rencanakan. Melainkan pulang untuk selamanya.

Selamat jalan, drh. Alfonsius Albinus Mehan. Pengabdianmu di tanah Papua akan menjadi kenangan bagi keluarga, sahabat, dan mereka yang pernah merasakan kebaikanmu.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Dan semua kebaikan yang pernah almarhum berikan kepada orang lain menjadi jalan terang bagi perjalanannya dan penghiburan bagi keluarga.