Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari dua abad setelah invasi besar-besaran Napoleon Bonaparte ke Rusia berakhir dengan kehancuran, yang mengungkap kematian para prajurit dikarenakan dua bakteri, yaitu Salmonella enterica dan Borrelia recurrentis.
Pada masa pemerintahan Napoleon, ia melancarkan perangnya pada tahun 1812. Namun, banyak prajurit yang gugur dalam peristiwa tragis itu hingga kematiannya menjadi misteri sejarah.
Dengan menganalisis gigi para jenazah yang ditemukan di kuburan massal, mereka menemukan bakteri yang dapat menyebabkan demam paratifoid dan demam kambuhan dan ditemukan pada tahun 2001, Vilnius, Lituania, dilansir dari CNN, Jumat (31/10/2025).
Advertisement
Selama ini, para sejarawan dan ilmuwan meyakini bahwa wabah tifus, kelaparan, dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kekalahan pasukan tersebut.
Namun, temuan baru mengungkap fakta mengejutkan bahwa penyakit menular yang membuat seseorang demam ini juga berperan besar menewaskan banyak prajurit.
Penelitian untuk menjelaskan kematian para prajurit akhirnya dipublikasikan di jurnal Current Biology, yang memaparkan bagaimana analisis DNA kuno dari gigi berhasil menemukan penyebab kematian sesungguhnya.
Temuan Bakteri Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103622/original/019713800_1737464356-microorganism-cells-floating-inside-human-body-microscope-3d-rendering-bacteria-organisms-biological-scientific-background-salmonella-disease-concept-3d-illustration_44651-604.jpg)
Selama perang berlangsung dengan musim dingin yang keras, tentara Prancis mendadak mundur setelah beberapa prajurit terkena bakteri yang menyebabkannya menjadi tifus.
Bakteri Rickettsia prowazekii adalah penyebab penyakit tifus, dan pertama kali ditemukan pada gigi prajurit Napoleon dalam penelitian tahun 2006.
Namun, keterbatasan teknologi membuat para ilmuwan belum dapat mengetahui lebih dalam penyebab sebenarnya.
Mereka berusaha sebisa mungkin dengan menggunakan metode pengurutan DNA berthroughput tinggi untuk memastikan tifus sebagai penyebab kematian para prajurit.
Teknik ini mampu membaca jutaan fragmen DNA sekaligus dan memungkinkan untuk mengidentifikasi potongan DNA yang sudah sangat rusak, meski berusia lebih dari dua ratus tahun.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis 13 sampel DNA dan tidak menemukan jejak tifus yang terdeteksi.
Bahkan ukuran sampel yang terlalu kecil membuat mereka tidak dapat memastikan seberapa besar pengaruh masing-masing terhadap pasukan Napoleon.
Menurut Nicolás Rascovan, pengawas penelitian dan kepala Unit Paleogenomik Mikroba di Institut Pasteur, hasil ini justru membuka kemungkinan bahwa masih ada patogen lain yang tersembunyi.
Advertisement
Warisan Masa Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1612017/original/016685200_1496384529-0__medic-563423_960_720__Pixabay__DarkoStojanovic_CC.jpg)
Peneliti DNA purba dari Universitas Oklahoma, Cecil Lewis, memberikan pandangannya terhadap penelitian mereka, di mana tidak ada yang sia-sia walaupun bakteri ini hanya menjadi dugaan yang menyebabkan kematian utama.
"Dengan mempelajari patogen kuno dan perannya dalam sejarah, kita dapat memahami kemungkinan bagaimana patogen berevolusi dan bertahan hidup. Pengetahuan ini penting untuk menghadapi ancaman penyakit di masa depan," ujarnya.
Penyakit seperti demam paratifoid dan demam kambuhan yang ditemukan dalam penelitian ini masih ada hingga sekarang, tetapi kini jauh lebih jarang terjadi dan tingkat bahayanya pun tidak separah dulu.
Sementara itu, kemunduran dari perang tersebut hanya meninggalkan Napoleon yang selamat dengan sebagian pasukan yang masih bertahan.
Seiring waktu, kekalahan di Rusia menjadi titik awal setiap temuan baru melalui perkembangan teknologi, yang kini tidak hanya menyelesaikan masalah sejarah, tetapi juga jejak penyakit yang belum sepenuhnya terungkap.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1344656/original/073368700_1473779685-20160913-Napoleon2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740424/original/062893500_1707701851-fotor-ai-2024021283117.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9241851/original/051825900_1783134131-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9039348/original/005689700_1783011372-ATM-18020_Preview.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9241851/original/051825900_1783134131-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9039348/original/005689700_1783011372-ATM-18020_Preview.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9109225/original/013228300_1783045046-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105824/original/038691400_1783042940-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600015/original/030034600_1780383587-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565390/original/085612300_1777022069-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735199/original/048787600_1778630516-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480782/original/096159500_1782392590-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)