Sukses

Kebakaran Gedung Apartemen di Kuwait Tewaskan 41 Orang, Kemlu: Sejauh Ini Tak Ada WNI Jadi Korban

Gambar dari tempat kebakaran menunjukkan jelaga menghitamkan bagian luar gedung enam lantai yang menampung pekerja migran, demikian menurut informasi yang diberikan majikan mereka kepada Kepala Departemen Umum Bukti Kriminal Kementerian Dalam Negeri Kuwait.

Liputan6.com, Mangaf - Kebakaran besar melanda sebuah gedung apartemen di Kuwait. Sedikitnya 41 orang tewas dalam kebakaran besar yang terjadi di gedung enam lantai di Kota Mangaf di Kuwait selatan pada Rabu (12/6/2024) pagi.

Wakil Perdana Menteri Kuwait Sheikh Fahad Yusuf Saud Al-Sabah mengatakan kepada wartawan di lokasi kejadian bahwa puluhan orang lainnya terluka dalam kobaran api yang melalap gedung tersebut, yang dilaporkan menampung pekerja asing melebihi kapasitasnya. Demikian mengutip situs Al Monitor.

"43 orang terluka dalam kebakaran di daerah Mangaf di selatan Kota Kuwait yang banyak dihuni oleh pekerja migran," kata kementerian kesehatan Kuwait seperti dikutip dari AFP.

"Kami menerima laporan kebakaran pada… tepat pukul 06.00 (03.00 GMT) di kawasan Mangaf," kata Mayor Jenderal Eid Al-Owaihan selaku Kepala Departemen Umum Bukti Kriminal Kementerian Dalam Negeri Kuwait.

Gambar dari tempat kejadian menunjukkan jelaga menghitamkan bagian luar gedung enam lantai yang menampung pekerja migran, menurut informasi yang diberikan majikan mereka kepada Kepala Departemen Umum Bukti Kriminal Kementerian Dalam Negeri Kuwait.

Pihak KBRI Kuwait kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit untuk mencari tahu keberadaan korban WNI dalam peristiwa kebakaran Kuwait tersebut.

"Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa. KBRI terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelas pihak KBRI Kuwait dalam keterangan tertulisnya.

Menurut keterangan pihak KBRI Kuwait, kebakaran pada 12 Juni 2024 di sebuah gedung apartemen di wilayah Mangaf, Kuwait, mayoritas dihuni oleh pekerja warga negara India.

"Kebakaran diindikasi berasal dari dapur lantai dasar dan menyebar ke seluruh gedung. Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh otoritas setempat," ucap pihak KBRI Kuwait.

Adapun KBRI Kuwait menyampaikan bahwa pihak Kuwait mengungkap sebanyak 41 jiwa meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Mayoritas korban meninggal karena luka bakar dan gangguan pernafasan akibat asap.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Di Kuwait Banyak Pekerja Asing

Kuwait yang kaya minyak memiliki banyak pekerja asing, banyak dari mereka berasal dari Asia Selatan dan Tenggara, dan sebagian besar bekerja di industri konstruksi atau jasa.

Menurut sumber di Departemen Pemadam Kebakaran Umum Kuwait, para korban mati lemas karena asap yang mengepul setelah kebakaran terjadi di lantai dasar.

Tim forensik sedang bekerja di lokasi tersebut dan sejauh ini telah mengidentifikasi tiga jenazah, kata Mayor Jenderal Eid Al-Owaihan selaku Kepala Departemen Umum Bukti Kriminal Kementerian Dalam Negeri Kuwait.

Kewarganegaraan para korban belum diumumkan namun duta besar India, ketika dihubungi AFP, mengatakan ia berada di rumah sakit mengunjungi para penyintas.

Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menulis di X bahwa dia "sangat terkejut dengan berita tersebut" dan menyampaikan "belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa secara tragis".

Kedutaan Besar India di Kuwait mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa lebih dari 30 pekerja India termasuk di antara mereka yang terluka dalam kebakaran tersebut, dan beberapa lainnya dikhawatirkan tewas.

Kuwait menampung komunitas besar orang India, yang sebagian besar bekerja dengan upah rendah di bidang konstruksi dan medis. Menurut angka dari Kedutaan Besar India, terdapat lebih dari 1 juta orang India di Kuwait, yang merupakan 21% dari total populasi Negara Teluk kecil yang berjumlah 4,8 juta jiwa dan 30% dari para pekerjanya.

Pekerja berpenghasilan rendah di Kuwait telah lama menghadapi masalah perumahan karena harga sewa yang tinggi, dan sering kali mereka harus berdesakan di apartemen kecil. Menurut surat kabar lokal Al-Anba, 62% pekerja migran di Kuwait berpenghasilan kurang dari 125 dinar Kuwait (sekitar $400) per bulan.

Oleh karena itu, banyak pekerja memilih ruangan yang kecil, dan terkadang hingga lima orang berbagi ruangan. Ribuan orang lainnya tinggal di apartemen yang dipartisi di Kuwait, Al-Anba mengutip sumber real estate.

 

 

3 dari 4 halaman

Pemilik Gedung yang Kebakaran di Kuwait Telah Ditahan

Pemilik gedung telah ditahan dalam penyelidikan atas potensi kelalaiannya, kata Menteri Dalam Negeri Sheikh Fahd Al-Yousef saat mengunjungi lokasi kejadian.

Setiap properti yang ditemukan melanggar peraturan keselamatan akan segera dievakuasi, dia memperingatkan.

"Kami akan berupaya mengatasi masalah kepadatan dan pengabaian tenaga kerja," kata Menteri Sheikh Fahd Al-Yousef seperti dikutip dari Al Monitor.

"Kami akan menahan pemilik properti tempat kebakaran terjadi sampai prosedur hukum selesai."

Api telah dapat dikendalikan, kata dinas pemadam kebakaran Kuwait dalam sebuah posting di X, dan layanan darurat terus membawa korban luka ke rumah sakit terdekat, kantor berita resmi KUNA melaporkan.

Seorang komandan polisi mengatakan kepada TV pemerintah bahwa sejumlah besar pekerja berada di dalam gedung ketika kebakaran terjadi, tanpa menyebutkan jumlahnya.

Menurut beberapa pengguna media sosial, hampir 200 orang tinggal di gedung yang terkena dampak.

Pejabat polisi mengatakan bahwa kepadatan yang berlebihan telah menjadi masalah serius, namun ia tidak mengomentari pekerjaan atau kebangsaan para pekerja.

 

4 dari 4 halaman

Salah Satu Kebakaran Terburuk di Kuwait

Kebakaran ini merupakan salah satu kebakaran terburuk yang terjadi di Kuwait, yang berbatasan dengan Irak dan Arab Saudi dan memiliki sekitar tujuh persen cadangan minyak dunia.

Sebelumnya pada tahun 2009, 57 orang tewas ketika seorang wanita Kuwait, yang tampaknya ingin membalas dendam, membakar tenda di sebuah pesta pernikahan ketika suaminya menikahi istri keduanya.

Kala itu Nusra al-Enezi melemparkan bensin ke tenda dan membakarnya saat orang-orang merayakan pesta di dalam tenda. Dia digantung pada tahun 2017 karena kejahatan tersebut, yang korbannya maypritas perempuan dan anak-anak.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini