AS Tegaskan Pelanggaran Blokade terhadap Iran Tak Ditoleransi

Hubungan AS dan India memanas setelah serangan militer AS terhadap kapal tanker minyak menewaskan tiga pelaut India.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 11:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) memperingatkan India bahwa pelanggaran terhadap blokade yang diberlakukan Washington terhadap Iran tidak akan ditoleransi. Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

"Menteri Luar Negeri Marco Rubio kemarin berbicara dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar. Kedua pejabat membahas perkembangan terbaru di Selat Hormuz," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri AS pada Sabtu (13/6/2026), seperti dikutip dari TRT.

Dalam pembicaraan tersebut, Rubio menegaskan bahwa seluruh kapal dagang harus segera mematuhi instruksi pasukan AS yang tengah menjalankan operasi di Selat Hormuz.

Menurut Washington, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas jalur pelayaran di kawasan itu.

Sehari sebelumnya, Jaishankar mengatakan telah menyampaikan protes kepada Rubio terkait tindakan AS terhadap sejumlah kapal di lepas pantai Oman yang terjadi di tengah penerapan blokade terhadap Iran di kawasan Selat Hormuz.

"Saya kembali menyampaikan protes keras India atas serangan Angkatan Laut AS di kawasan Teluk yang menewaskan tiga pelaut India. Tindakan mematikan terhadap pelayaran komersial seperti itu tidak dapat dibenarkan," tulis Jaishankar di platform X.

Menurut sumber resmi yang dikutip Anadolu, pada Jumat (12/6), India memanggil diplomat tertinggi AS di New Delhi untuk kedua kalinya dalam sepekan guna menyampaikan protes berkaitan dengan serangkaian tindakan AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut minyak Iran di kawasan Teluk.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melumpuhkan kapal tanker berbendera Guinea-Bissau M/T Jalveer serta dua kapal tanker berbendera Palau, yakni M/T Marivex dan M/T Settebello, karena diduga mengangkut minyak Iran.

Pada Rabu (10/6), tiga pelaut India tewas ketika MT Settebello yang berbendera Palau menjadi sasaran serangan AS di perairan lepas pantai Oman.

Sebelumnya, pada 8 Juni, AS juga menyerang MT Marivex, kapal tanker lain berbendera Palau. Otoritas Oman kemudian mengevakuasi 24 pelaut India dari kapal yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Pada Kamis (11/6), AS kembali menyerang sebuah kapal tanker berbendera Guinea-Bissau. Pemerintah India menyatakan seluruh awak kapal, termasuk 20 warga negaranya, berhasil diselamatkan.