Sukses

Ini Rahasia Raih Kebahagiaan dalam 7 Hari

Liputan6.com, Jakarta Menjalani rutinitas sehari-hari yang padat, bisa membuat Anda jenuh dan tidak bersemangat. Namun, ada orang-orang yang setiap harinya terlalu terlihat gembira.

Apa rahasianya?

Secara alamiah, beberapa orang memiliki temperamen yang membuat mereka selalu ceria. Setidaknya, jika dilihat dari luar. Namun, ada orang-orang yang harus melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan.

Umumnya, mereka menggunakan cara untuk mendapatkan kebahagian. Dan bagusnya, teknik yang mereka pakai hanya membutuhkan beberapa menit untuk dipraktikkan.

Tapi jangan salah, kendati hanya sekejap namun memiliki keuntungan jangka panjang untuk kepuasan dan kebahagiaan.

Baru-baru ini University of California, Berkley mengumpulkan teknik-teknik tersebut di situs mereka, Greater Good in Action. Dilaporkan BBC, ada 7 teknik terbaik, yang bisa Anda praktekkan selama seminggu penuh.

Simak teknik-tekniknya!

Senin: Tulis buku harian.

Penulis buku harian terbiasa mengekspresikan diri dengan kata-kata. Cara ini bisa membantu kita mengeluarkan semua uneg-uneg dan melihat permasalahan dari sudut pandang lain. 

Baru-baru ini, terbukti oleh sains bahwa cara ini sungguh efektif. Coba habiskan 15 menit dengan menulis di jurnal. Kegiatan ini bisa meredakan gejala kecemasan dan depresi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan performa kerja.

Keuntungan menulis buku harian bisa berlaku hingga berbulan-bulan.

Kebiasaan ini jauh lebih sehat dibanding memendam rasa frustasi kita, atau melampiaskan dengan cara yang salah.

Claudia Hammond dari BBC Future menjelaskan, melampiaskan rasa marah secara agresif justru memperburuk suasana hati.

Selasa: berbuat baik

Orang-orang yang melakukan lima kebaikan kecil, walau hanya satu kali seminggu, dilaporkan mendapat rasa kepuasan hidup lebih besar pada akhir minggu.

Ini merupakan bagian dari rangkaian studi yang membuktikan, orang-orang yang bermurah hati lebih sehat dan bahagia.

Hanya saja, Anda perlu hati-hati, sehingga, Anda tidak bermurah hati ke orang yang salah.

2 dari 3 halaman

Bersyukur dan Mengenang

Rabu: bersyukur akan keberadaan orang-orang terdekat

Adanya teman dekat, kekasih, atau anggota keluarga membuat hidup kita terasa lebih mudah.

Jangan sia-siakan orang terdekat, dan jangan pamrih. Terus tunjukkan rasa terima kasih dengan bersyukur akan adanya mereka yang membuat hidup Anda lebih baik.

Kamis: melihat foto-foto lama dan mengenang (bukan yang pahitnya)

'Mengenang masa lalu' punya definisi yang sungguh sempit di masyarakat: mengenang kenangan pahit bersama mantan pacar. Kenyataannya, mengingat masa lalu tidak selalu merugikan. Bahkan, bisa membantu Anda menemukan diri.

Psikolog percaya dengan pentingnya memiliki 'tujuan hidup'. Orang-orang yang menganggap hidup mereka memiliki arti lebih tabah menghadapi kesulitan jangka panjang.

Hanya dengan melihat-lihat foto-foto lama, Anda akan mengingat akan hal-hal yang membuat hidup Anda berarti. Baik adanya keluarga, teman sejak lama, aksi sosial, atau pencapaian. Menelusuri diri Anda di masa lalu akan membuat Anda terkoneksi dengan diri Anda sesungguhnya, dan memandang hidup yang dijalani saat ini dalam sudut pandang yang lebih luas.

Nantinya, Anda akan mampu mengatasi kekecewaan dan kekhawatiran yang tidak perlu.

Jumat: Merasakan kekaguman

Sungguh mudah merasakan suasana hati yang buruk, ketika letih menghadapi kesulitan sehari-hari. Namun, merasakan kekaguman bisa membantu mengatasinya.

Coba pandangi langit berbintang atau berkunjung ke bangunan tua. Merasakan kekaguman akan sesuatu yang agung memperluas cakrawala pikiran Anda. Ilmuwan menemukan, hal itu akan membuat orang-orang lebih bahagia, tak terkungkung pada diri sendiri, dan lebih sadar dalam menjalani hari.

Bahkan, menghabiskan beberapa menit menuliskan pengalaman yang membuat Anda kagum, juga bisa membantu.

3 dari 3 halaman

Batasi Diri

Sabtu: membatasi diri

Ketika di bawah tekanan, kadang-kadang kenikmatan sementara bisa membantu. Jadilah, Anda menghabiskan waktu luang mengonsumsi alkohol, makanan manis, atau menonton tayangan televisi dan film.

Walau bukan hal yang sepenuhnya buruk, coba untuk membatasi diri akan 'kenikmatan sementara' tersebut. Nantinya, Anda menemukan kembali apa sesungguhnya yang memberi kesenangan untuk Anda pribadi.

Setelah membatasi selama seminggu. Anda bisa saja menemukan cara baru menemukan kesenangan yang bukan 'sementara'

Jika membatasi diri seminggu penuh terlalu berat, Anda bisa berlatih dalam aktivitas harian favorit Anda. Contohnya, ketika menikmati kopi, coba berfokus pada rasa kopi yang hadir di lidah. Rasakan nikmat rasa pahit dan masam kopi, kesenangan kecil seperti ini mampu meredakan rasa stres dan kecemasan Anda.

Minggu: Jangan merasa bersalah

Manusia adalah tempatnya kesalahan. Tidak ada orang yang tak pernah berbuat salah dalam hidup.

Bahkan kenyataannya, jika menghitung kesalahan kecil, seperti memasak makanan gosong, hampir setiap orang setiap minggunya khilaf. Ini tidak serta-merta menjadikan Anda manusia yang tidak bisa diandalkan, dan terus-menerus menyesalinya hanya akan membuat Anda kerap cemas dan tak bahagia.

Bahkan, merasa bersalah bisa menjadi kontra-produktif, karena pada jangka panjang, Anda jadi lebih mudah tergoda.

Coba untuk berfokus pada kebaikan diri Anda sendiri. Walau hanya beberapa menit, ini bisa meningkatkan kebahagiaan dan motivasi diri Anda.