Citizen6, Surabaya: Seorang pelajar SMA di Surabaya memiliki impian menjadi seorang penyanyi profesional dan bisa go internasional.
Regina Sotya Rahagi Praptoko yang masih duduk di kelas 2 ini mulai dikenalkan dunia musik oleh orangtuanya, terutama ayahnya. Menurutnya, sang ayah adalah orang yang selalu membimbing dan mengarahkannya dalam kehidupan bermusik dan menjadi salah satu orang yang memotivasinya untuk menggapai impian.
Diceritakan Regina bagaimana sang ayah suka mengajarkanya bermain keyboarf sejak kecil. Lagu-lagu seperti Ibu Kita Kartini, Balonku Ada 5, Heli, dan lagu-lagu dari jaman dulu, seperti Kisah Sedih di Hari Minggu selalu dimainkan bersama ayahnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Regina mulai mengalihkan perhatiannya untuk menjadi penyanyi. Agnes Monica, Anggun, Afgan adalah beberapa penyanyai papan atas Tanah Air yang membuatnya menjadi termotivasi untuk menjadi penyanyi.
Â
"Dari penampilan panggung, lagu-lagu yang dilantunkan, dan terutama prestasi-prestasi yang telah mereka raih selama menjadi penyanyi membuat aku berpikir bahwa mungkin penyanyi adalah cita cita yang tepat untukku," ungkap Regina.
Mulai sejak itulah, Regina mulai memupuk impian untuk menjadi seorang penyanyi yang sukses, baik nasional maupun internasional.
"Aku selalu membayangkan tiap malam, andai saja aku menjadi penyanyi, aku ingin sekali membanggakan orangtuaku, juga membawa nama Indonesia ke kancah musik Internasional," tutur Regina.
Di samping impiannya menjadi seorang penyanyi, pelajar SMA yang masih duduk di kelas 2 ini juga mempunyai impian menjadi designer interrior. Ia bahkan berharap kesukaannya mendekor suatu ruangan bisa membuatnya menjadi seorang desinger interior sungguhan. Tak tanggung-tanggung, ia ingin mendesain Istana Presiden di Indonesia, White House di Amerika, dan menjadi pendekor pesta pernikahan para artis terkenal di dunia.
Ia sadar untuk mencapai impian tersebut terlalu tinggi dan mustahil untuk dicapai. Tapi ia yakin dan percaya semua itu bisa tercapai. Karena ia berjanji untuk sebisa mungkin membahagiakan dan membanggakan kedua orangtuanya, membawa nama baik Indonesia, dan terutama memberi motivasi kepada semua anak di dunia bahwa impian itu tidak ada yang mustahil dan pasti bisa tercapai.
Regina juga menceritakan terkadang impiannya tersebut menjadi bahan tertawaan orang lain. Namun sebisa mungkin ia menepis semua pernyataan negatif tersebut dan tetap teguh pada keyakinan hatinya bahwa impian itu bukan sekedar impian, namun sesuatu yang benar-benar bisa diwujudkan esok hari.
"Berrmimpilah setinggi mungkin, karena hanya orang besar yang dapat melakukannya". Dari kata kata motivasi itulah, Regina menata kembali impiannya dan terus meyakinkan bahwa ia bisa.
"Aku percaya Tuhan akan mengabulkan doa yang disertai dengan usaha keras dan pantang menyerah," katanya. (mar)
Penulis
Regina Sotya Rahagi Praptoko (@reginasotya)
Surabaya, reginasoxxx@yahoo.com
Baca juga:
[Pekerjaan Impian] Insinyur Medis
[Pekerjaan Impian] Menjadi Sutradara Profesional
[Pekerjaan Impian] Awak Kabin, 5 Profesi Menjadi 1 di Udara
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.
Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.
Regina Sotya Rahagi Praptoko yang masih duduk di kelas 2 ini mulai dikenalkan dunia musik oleh orangtuanya, terutama ayahnya. Menurutnya, sang ayah adalah orang yang selalu membimbing dan mengarahkannya dalam kehidupan bermusik dan menjadi salah satu orang yang memotivasinya untuk menggapai impian.
Diceritakan Regina bagaimana sang ayah suka mengajarkanya bermain keyboarf sejak kecil. Lagu-lagu seperti Ibu Kita Kartini, Balonku Ada 5, Heli, dan lagu-lagu dari jaman dulu, seperti Kisah Sedih di Hari Minggu selalu dimainkan bersama ayahnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Regina mulai mengalihkan perhatiannya untuk menjadi penyanyi. Agnes Monica, Anggun, Afgan adalah beberapa penyanyai papan atas Tanah Air yang membuatnya menjadi termotivasi untuk menjadi penyanyi.
Â
"Dari penampilan panggung, lagu-lagu yang dilantunkan, dan terutama prestasi-prestasi yang telah mereka raih selama menjadi penyanyi membuat aku berpikir bahwa mungkin penyanyi adalah cita cita yang tepat untukku," ungkap Regina.
Mulai sejak itulah, Regina mulai memupuk impian untuk menjadi seorang penyanyi yang sukses, baik nasional maupun internasional.
"Aku selalu membayangkan tiap malam, andai saja aku menjadi penyanyi, aku ingin sekali membanggakan orangtuaku, juga membawa nama Indonesia ke kancah musik Internasional," tutur Regina.
Di samping impiannya menjadi seorang penyanyi, pelajar SMA yang masih duduk di kelas 2 ini juga mempunyai impian menjadi designer interrior. Ia bahkan berharap kesukaannya mendekor suatu ruangan bisa membuatnya menjadi seorang desinger interior sungguhan. Tak tanggung-tanggung, ia ingin mendesain Istana Presiden di Indonesia, White House di Amerika, dan menjadi pendekor pesta pernikahan para artis terkenal di dunia.
Ia sadar untuk mencapai impian tersebut terlalu tinggi dan mustahil untuk dicapai. Tapi ia yakin dan percaya semua itu bisa tercapai. Karena ia berjanji untuk sebisa mungkin membahagiakan dan membanggakan kedua orangtuanya, membawa nama baik Indonesia, dan terutama memberi motivasi kepada semua anak di dunia bahwa impian itu tidak ada yang mustahil dan pasti bisa tercapai.
Regina juga menceritakan terkadang impiannya tersebut menjadi bahan tertawaan orang lain. Namun sebisa mungkin ia menepis semua pernyataan negatif tersebut dan tetap teguh pada keyakinan hatinya bahwa impian itu bukan sekedar impian, namun sesuatu yang benar-benar bisa diwujudkan esok hari.
"Berrmimpilah setinggi mungkin, karena hanya orang besar yang dapat melakukannya". Dari kata kata motivasi itulah, Regina menata kembali impiannya dan terus meyakinkan bahwa ia bisa.
"Aku percaya Tuhan akan mengabulkan doa yang disertai dengan usaha keras dan pantang menyerah," katanya. (mar)
Penulis
Regina Sotya Rahagi Praptoko (@reginasotya)
Surabaya, reginasoxxx@yahoo.com
Baca juga:
[Pekerjaan Impian] Insinyur Medis
[Pekerjaan Impian] Menjadi Sutradara Profesional
[Pekerjaan Impian] Awak Kabin, 5 Profesi Menjadi 1 di Udara
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.
Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475259/original/069032500_1687331408-cek_fakta_bohir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/644283/original/140224bpekerjaan%20impian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)