Liputan6.com, Jakarta - Rizky Ridho mendapat tugas baru di Persija Jakarta. Di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, kapten Timnas Indonesia itu kini dicoba sebagai gelandang bertahan, bukan lagi murni bek tengah.
Pergeseran ini mengikuti perubahan pendekatan taktik dari skema tiga bek sejajar—yang sebelumnya mengandalkan Ridho bersama Denis Kolinger dan Radovan Pankov—menuju formasi empat bek. Duet Kolinger dan Pankov kini lebih sering dipercaya menjaga pusat pertahanan Persija.
Usai kembali dari tugas negara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Ridho memulai adaptasi di lini tengah. Ia bersaing ketat memperebutkan menit bermain, termasuk kemungkinan berangkat dari bangku cadangan.
Menikmati Peran Jangkar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383420/original/022955900_1793086106-rizky.jpg)
Tantangan perubahan posisi tidak dianggap hambatan oleh pemain asal Surabaya itu. Ia mengaku menikmati peran sebagai pemotong serangan sekaligus pengalir bola dari kedalaman.
Untuk memaksimalkan tugas barunya sebagai gelandang bertahan, Ridho terus belajar. Ia banyak mengamati dan menyerap gaya main gelandang kelas atas asal Eropa agar tampil lebih tenang, cerdas, dan efektif di area sentral.
Transformasi ini memberi opsi taktik tambahan bagi Persija sekaligus menambah nilai versatilitas dalam permainan Rizky Ridho ke depan.
Harus Mau Beradaptasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383419/original/068915200_1793086105-ridho.jpg)
Ridho menegaskan tidak mempermasalahkan pergeseran peran selama tetap mendapat kesempatan tampil. Menit bermain menjadi tolok ukur kontribusinya untuk tim.
"Jadi, mau bagaimanapun, kalau saya enggak mau, kan saya enggak main. Jadi, ya harus mau," kata Rizky Ridho sembari tertawa.
Persaingan di Persija Jakarta untuk musim 2026/2027 sangat ketat. Bahkan para pemain asing yang baru direkrut tidak otomatis memperoleh menit bermain reguler.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475259/original/069032500_1687331408-cek_fakta_bohir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377015/original/017715000_1792401055-rizky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1291653/original/090955100_1468858677-Persija.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)