Persija Women Ganti Pelatih di Awal IWL 2026/2027

Persija Putri melepas Muhamad Yusup Prasetiyo di awal IWL 2026/2027. Keputusan datang tak lama setelah kritiknya pada striker asing Christi-Anne.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 19:53 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta Women resmi berpisah dengan pelatih Muhamad Yusup Prasetiyo tidak lama setelah sang arsitek mengkritik kualitas striker asing, Christi-Anne K-Shanta Mills. Perubahan ini terjadi di awal IWL 2026/2027 ketika performa tim tengah menurun.

Sabreena Dressler dkk belum memetik kemenangan. Dari dua laga pembuka, Persija Putri membukukan satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Rangkaian hasil tersebut menempatkan Persija Putri di posisi terbawah klasemen sementara dengan satu poin.

Pernyataan Diky Soemarno

Manajemen Persija Women memilih istilah "mengistirahatkan" untuk mengganti pelatih berusia 36 tahun tersebut

"Dalam perjalanan sebuah tim, tekanan dan kekecewaan merupakan hal yang dapat terjadi," ujar manajer Persija Putri, Diky Soemarno, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

"Tanggung jawab kami bersama adalah mengelolanya dengan baik, sehingga setiap pemain tetap merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang. Sebagai manajer, saya juga menyadari tanggung jawab untuk turut menjaga suasana yang positif dan kondusif," katanya.

"Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dengan bijaksana serta tetap menghormati semua pihak. Untuk saat ini, fokus utama kami adalah mendampingi tim agar dapat kembali berkonsentrasi, menjaga kebersamaan, dan melangkah ke depan dengan baik," tutur Diky.

Ketidakpuasan atas Christi-Anne K-Shanta Mills

Sebelumnya, Yusup Prasetiyo menyuarakan ketidakpuasan terhadap performa Christi-Anne K-Shanta Mills usai Persija Putri kalah 0-1 dari Persikad Depok Women.

"Memang ada banyak pilihan dari awal, mungkin ada lima opsi ya. Pilihan pertama gagal karena kendala administrasi. Pilihan kedua cedera. Pilihan ketiga memilih main di Eropa. Pilihan keempat saya agak lupa, dan akhirnya pilihan kelima diambil dalam waktu yang sangat mepet," jelas pelatih yang karib dipanggil Yoyo itu.

"Dalam waktu singkat saya harus memutuskan untuk mendatangkan pemain asing, terutama posisi nomor 9 karena itu masalah besar di Persija. Dan dalam laga ini, seperti teman-teman lihat, kualitas Christie jauh banget dari harapan kita semua," katanya.

"Dari 25 pemain yang kita punya, yang bisa main bola dan punya peluang membantu tim memenangkan pertandingan hanya sekitar 14 sampai 15 orang. Sisanya itu grade C, kualitasnya memang jauh banget. Gap kualitas antarpemain sangat jauh sekali. Itu yang membuat kedalaman skuad kita belum ideal," tegasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Naturalisasi Taisei Marukawa Lancar, Peluang Bela Timnas Indonesia Terbuka

Muhammad Adi Yaksa, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan