Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah ibu hamil boleh makan durian kerap muncul setiap musim durian tiba. Buah dengan aroma dan rasa khas ini memang sering dikaitkan dengan berbagai mitos kehamilan, mulai dari anggapan dapat memicu keguguran hingga membuat janin kepanasan.
Padahal, secara umum ibu hamil boleh makan durian selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan kondisi kehamilan sehat. Durian juga mengandung sejumlah nutrisi, seperti folat, kalium, dan vitamin C, yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam selama kehamilan.
Dilansir dari Siloam Hospitals, durian tidak secara khusus dilarang untuk ibu hamil, tetapi konsumsinya tetap perlu diperhatikan, terutama dari segi porsi dan kondisi kesehatan ibu. Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa durian secara langsung membahayakan kehamilan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Berikut ulasan Liputan.com mengenai keamanan makan durian saat hamil, kandungan nutrisinya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan calon ibu.
Advertisement
Apa Itu Durian dan Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsinya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4467383/original/024435300_1686815470-suhyeon-choi-NIZeg731LxM-unsplash.jpg)
Durian (Durio zibethinus) merupakan buah tropis khas Asia Tenggara yang dikenal sebagai "raja buah". Dagingnya lembut dengan rasa manis dan aroma yang khas. Meski sering dikaitkan dengan berbagai mitos selama kehamilan, durian pada dasarnya merupakan buah yang dapat dikonsumsi ibu hamil dengan memperhatikan jumlah dan kondisi kesehatan.
Jadi, ibu hamil boleh makan durian, terutama jika kehamilan berjalan sehat tanpa komplikasi tertentu. Durian tidak termasuk makanan yang secara umum dilarang selama kehamilan, sehingga calon ibu tidak perlu menghindarinya sepenuhnya.
Namun, konsumsi tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Menikmati beberapa biji durian sebagai camilan tentu berbeda dengan menghabiskan satu buah durian seorang diri dalam waktu singkat. Untuk mengetahui berapa biji yang dianjurkan, calon ibu dapat menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Selain itu, penting pula memahami pantangan saat hamil muda secara menyeluruh agar pola makan selama kehamilan tetap aman.
Frances Largeman-Roth, seorang ahli diet yang dikutip Bump Boxes, juga menekankan pentingnya mengonsumsi beragam makanan selama kehamilan untuk memperoleh nutrisi yang lebih lengkap. Prinsip ini dapat diterapkan saat menikmati durian, yakni menjadikannya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, bukan dikonsumsi secara berlebihan.
Advertisement
Kandungan Gizi Durian yang Penting untuk Ibu Hamil
Manfaat durian bagi ibu hamil tidak lepas dari kandungan gizinya. Sebelum mengatur porsinya, penting untuk mengetahui nutrisi yang terdapat dalam daging buah ini agar konsumsinya dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang selama kehamilan.
Berdasarkan data komposisi pangan Kementerian Kesehatan, setiap 100 gram daging durian mengandung sekitar 134 kalori dan 28 gram karbohidrat. Buah ini juga menyediakan lemak, protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
| Zat Gizi | Kandungan per 100 g |
|---|---|
| Energi | sekitar 134–150 kkal |
| Karbohidrat | 25–28 g |
| Lemak | 5–5,5 g |
| Protein | 1,3–1,5 g |
| Serat | sekitar 3,5 g |
| Kalium | sekitar 400 mg |
| Vitamin C | 19–20 mg |
Selain zat gizi tersebut, durian juga mengandung folat, vitamin B, kalsium, magnesium, zat besi, zinc, tembaga, dan fosfor. Buah ini turut menyediakan senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan, sehingga durian memiliki profil nutrisi yang cukup beragam.
Salah satu kandungan yang cukup menonjol adalah serat. Mengacu pada laporan AsiaOne, tim dietisien dari Changi General Hospital Singapura menyebut durian sebagai salah satu buah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Asupan serat yang cukup selama kehamilan juga penting untuk membantu menjaga kelancaran pencernaan dan mengurangi risiko sembelit.
Durian juga dikenal sebagai sumber potasium yang baik. Mineral ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot. Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang nutrisi durian untuk tubuh secara umum, kandungan mineral dan vitaminnya memang cukup beragam. Baca juga: manfaat biji durian yang selama ini sering terbuang.
Manfaat Durian untuk Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478320/original/034539600_1768898282-pexels-matilda-wormwood-7484844.jpg)
Manfaat durian bagi ibu hamil berasal dari kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan di dalamnya. Jika dikonsumsi dalam porsi wajar, durian dapat menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan sekaligus memberikan sejumlah nutrisi pendukung selama kehamilan. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh.
- Sumber energi. Durian mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Kandungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, terutama ketika Bunda lebih mudah merasa lelah selama kehamilan.
- Mengandung folat. Durian mengandung folat yang berperan dalam pembentukan dan perkembangan sel. Mengutip studi berjudul "Durian Fruits Discovered as Superior Folate Sources" dalam jurnal Plant Foods for Human Nutrition, durian termasuk salah satu buah yang memiliki kandungan folat cukup tinggi. Bunda juga bisa menyimak lebih lanjut mengenai peran asam folat dalam tubuh.
- Membantu memenuhi kebutuhan serat. Kandungan serat dalam durian dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Asupan serat yang cukup juga penting selama kehamilan karena dapat membantu mengurangi risiko sembelit, salah satu keluhan yang cukup umum dialami ibu hamil.
- Mendukung kesehatan jantung dan tekanan darah. Durian mengandung kalium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi otot dan saraf. Asupan kalium yang cukup juga menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tekanan darah.
- Mendukung daya tahan tubuh. Vitamin C dalam durian memiliki fungsi sebagai antioksidan dan turut membantu penyerapan zat besi dari makanan. Nutrisi ini dapat melengkapi pola makan ibu hamil yang beragam dan seimbang.
- Menyediakan senyawa antioksidan. Durian mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, termasuk flavonoid. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat terbentuk sebagai bagian dari proses metabolisme tubuh.
- Mengandung triptofan. Durian juga mengandung asam amino triptofan yang dapat digunakan tubuh dalam pembentukan serotonin. Senyawa ini berperan dalam mengatur suasana hati, meski konsumsi durian tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi emosional selama kehamilan. Simak lebih lanjut mengenai kandungan triptofan dalam durian.
Durian juga kerap dikaitkan dengan kesuburan dan kesehatan reproduksi. Bahkan, terdapat ulasan mengenai manfaatnya bagi wanita yang ingin hamil. Namun, klaim tersebut sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk mengonsumsi durian secara berlebihan karena kesuburan dipengaruhi banyak faktor dan membutuhkan pola hidup serta asupan nutrisi yang menyeluruh.
Advertisement
Risiko dan Kondisi yang Perlu Diwaspadai Saat Makan Durian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912353/original/087648300_1642984514-mufid-majnun-ML7MlOHKbGQ-unsplash.jpg)
Meski dapat menjadi bagian dari pola makan selama kehamilan, durian tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Risiko biasanya lebih berkaitan dengan porsi yang berlebihan atau kondisi kesehatan tertentu yang membuat ibu hamil perlu membatasi asupan gula dan kalori.
- Lonjakan gula darah. Durian mengandung karbohidrat dan gula alami yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus, asupan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga porsinya perlu diperhatikan, terutama bagi ibu yang memiliki masalah pengaturan gula darah.
- Perlu diperhatikan pada diabetes gestasional. Ibu hamil dengan diabetes gestasional perlu lebih cermat memilih porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Jika ingin makan durian, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar jumlahnya dapat disesuaikan dengan kondisi dan pola makan harian.
- Berpotensi menambah asupan kalori. Durian cukup padat energi sehingga konsumsi berlebihan dapat membuat asupan kalori harian meningkat. Karena itu, durian sebaiknya dinikmati sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan dalam jumlah besar sekaligus.
- Dapat memicu gangguan pencernaan. Sebagian orang dapat mengalami kembung, begah, atau rasa tidak nyaman setelah makan durian terlalu banyak. Ibu hamil yang memiliki keluhan refluks atau pencernaan sensitif sebaiknya lebih memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.
- Waspadai reaksi alergi. Alergi terhadap durian memang jarang terjadi, tetapi tetap mungkin dialami sebagian orang. Jika muncul gejala seperti gatal, ruam, pembengkakan, atau kesulitan bernapas setelah makan durian, hentikan konsumsi dan segera cari pertolongan medis.
- Hindari bersama alkohol. Durian sebaiknya tidak dikonsumsi bersama alkohol. Selain tidak dianjurkan selama kehamilan, kombinasi keduanya juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Setiap ibu hamil dapat memberikan respons yang berbeda terhadap makanan tertentu. Karena itu, penting untuk mengenali efek makan durian pada tubuh sendiri dan tidak memaksakan konsumsi jika muncul keluhan. Jika Bunda memiliki diabetes gestasional, gangguan pencernaan, atau kondisi kehamilan tertentu, sebaiknya tanyakan porsi yang sesuai kepada dokter. Baca juga: olahan daun durian untuk kesehatan.
Batas Aman dan Tips Konsumsi Durian Saat Hamil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212859/original/061773300_1667443416-gliezl-bancal-Utjz0sjngu4-unsplash.jpg)
Sampai di sini, jelas bahwa pertanyaan boleh atau tidaknya makan durian saat hamil bukan sekadar soal boleh atau dilarang, tetapi lebih pada porsi dan kondisi kesehatan ibu. Jika kehamilan berjalan sehat, durian dapat dinikmati sesekali sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Berikut beberapa panduan praktis yang bisa Bunda terapkan.
- Batasi porsinya. Merujuk anjuran Sunway Medical Centre, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi durian dalam porsi kecil, sekitar 2–3 potong, bukan satu durian utuh. Beberapa sumber di Indonesia juga menyarankan cukup 1–2 biji dalam sekali makan dan tidak terlalu sering. Bunda dapat memahami lebih lanjut mengenai porsi durian yang dianjurkan.
- Jangan menjadikannya camilan harian. Meski sedang musim durian, sebaiknya buah ini dikonsumsi sesekali dan tetap diselingi buah lain yang memiliki kandungan nutrisi berbeda.
- Perbanyak minum air putih. Tetap penuhi kebutuhan cairan harian agar tubuh terhidrasi dan sistem pencernaan bekerja dengan baik setelah makan durian.
- Perhatikan makanan pendamping. Hindari menyantap durian bersamaan dengan makanan atau minuman lain yang tinggi gula agar asupan gula dan kalori tidak berlebihan.
- Pilih durian yang baik. Pastikan buah dalam kondisi matang dan segar. Bunda juga bisa mempelajari cara memilih durian agar mendapatkan buah dengan kualitas yang baik.
- Padukan dengan pola makan seimbang. Jika khawatir terhadap pengaruh makanan manis pada gula darah, durian dapat dikonsumsi sebagai bagian dari camilan yang mengandung sumber protein atau lemak sehat, sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
- Tetap konsumsi vitamin prenatal. Durian hanya menjadi salah satu sumber makanan dan tidak dapat menggantikan vitamin atau suplemen prenatal yang diresepkan dokter.
- Perhatikan respons tubuh. Jika setelah makan durian muncul keluhan seperti mual semakin berat, diare, perut tidak nyaman, atau jantung berdebar, sebaiknya hentikan konsumsi dan konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter.
Datuk Dr Mohammed Niraj, dokter kandungan yang dikutip dalam sebuah unggahan TikTok, juga mengingatkan agar durian dikonsumsi secukupnya karena kandungan gulanya cukup tinggi. Pesan ini sejalan dengan prinsip utama dalam mengonsumsi durian selama kehamilan, yaitu memperhatikan porsi dan menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.
| Kondisi Ibu Hamil | Panduan Konsumsi Durian |
|---|---|
| Kehamilan sehat tanpa komplikasi | Konsumsi dalam porsi kecil, sekitar 2–3 potong atau 1–2 biji dalam sekali makan. |
| Diabetes gestasional atau gangguan gula darah | Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan sesuaikan porsinya dengan pola makan serta pemantauan gula darah. |
| Hipertensi, preeklamsia, atau obesitas | Perhatikan porsi dan pola makan secara keseluruhan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. |
| Mual atau gangguan pencernaan berat | Hindari sementara jika durian memperparah mual, begah, diare, atau keluhan pencernaan lainnya. |
Jadi, Bunda tidak perlu takut berlebihan terhadap durian selama kehamilan. Dalam porsi wajar dan tanpa kondisi medis yang memerlukan pembatasan khusus, beberapa potong durian masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Namun, jika memiliki diabetes gestasional, hipertensi, preeklamsia, atau kondisi kehamilan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya.
Untuk bacaan tambahan, Bunda juga bisa menyimak pembahasan mengenai apakah durian baik untuk ibu hamil agar semakin memahami cara mengonsumsinya dengan aman.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Durian untuk Ibu Hamil
Berapa banyak durian yang aman dikonsumsi ibu hamil?
Untuk kehamilan yang sehat, batasi sekitar 2-3 potong kecil atau 1-2 biji setiap kali makan, dan sebaiknya tidak lebih dari 1-2 kali dalam seminggu. Kuncinya adalah tidak berlebihan karena durian tinggi gula dan kalori.
Apakah makan durian bisa menyebabkan keguguran?
Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan durian dengan keguguran, sehingga anggapan tersebut tergolong mitos. Sebagian besar keguguran justru dipicu faktor genetik atau masalah medis lain, bukan makanan tertentu.
Bolehkah ibu hamil dengan diabetes gestasional makan durian?
Ibu hamil dengan diabetes gestasional sebaiknya menghindari atau sangat membatasi durian karena kandungan gulanya tinggi. Bila tetap ingin mengonsumsinya, lakukan hanya atas izin dokter sambil memantau kadar gula darah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3073532/original/090592000_1583901264-jim-teo-fHsX0eS5X9Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121708/original/031333200_1660292093-pexels-anton-4132538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342860/original/043370600_1788835045-1d555b0f-a0f4-4dd7-95da-fb2cdb749489.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337803/original/039260000_1788257454-01M1DQ9VVY7GXCZ2JWWWT428S7.jpg)