Liputan6.com, Jakarta Rambut yang sudah dicatok memang terlihat rapi, tetapi bentuknya sering cepat hilang begitu terkena keringat atau udara lembap. Cara agar catokan awet sebenarnya bertumpu pada tiga hal, yaitu persiapan rambut, pengaturan suhu, dan perawatan setelah menata.
Dengan teknik yang benar, hasil catokan bisa bertahan seharian, bahkan sampai waktu keramas berikutnya. Menguasai cara agar catokan awet juga membuat rambut lebih sehat karena tidak perlu berkali-kali terpapar panas.
Para ahli rambut menjelaskan bahwa hasil catokan hanya bersifat sementara karena panas untuk sementara mengubah ikatan pada helai rambut. Saat rambut kembali menyerap uap air, ikatan itu perlahan pulih sehingga bentuk lurus atau ikal berangsur memudar.
Advertisement
Persiapan Rambut Sebelum Mencatok agar Hasil Awet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875309/original/028627200_1719384663-lindsay-cash-Md_DhaFsnCQ-unsplash__1_.jpg)
Cara agar catokan awet dimulai jauh sebelum alat catok menyentuh rambut. Kondisi rambut yang bersih, kering sempurna, dan terlindungi panas sangat menentukan seberapa lama hasil bertahan, jadi jangan lewatkan tahapan yang menjadi fondasi cara mencatok rambut yang benar ini.
-
Keramas Secukupnya dengan Sampo Melembapkan: Cuci rambut memakai sampo yang melembapkan dan hindari keramas setiap hari; cukup dua sampai tiga kali seminggu agar minyak alami dan bentuk styling tidak cepat luntur. Pahami dulu cara keramas yang benar supaya kutikula rambut tetap sehat.
-
Keringkan Rambut Sampai Benar-benar Kering: Rambut yang masih lembap paling rentan rusak dan gagal membentuk pola. Blow dry dengan suhu rendah, lalu akhiri dengan tembakan udara dingin untuk membantu menutup kutikula.
-
Sisir dan Urai Kekusutan: Gunakan sisir bergigi jarang untuk melepaskan simpul supaya catokan bisa meluncur mulus dan panas tersebar merata di setiap helai.
-
Aplikasikan Heat Protectant Secukupnya: Semprotkan pelindung panas merata dari tengah hingga ujung rambut, tetapi jangan berlebihan karena rambut yang terlalu basah oleh produk justru cepat lemas dan bentuknya gampang hilang.
Sebagaimana dilansir dari The Conversation, lapisan yang dibentuk pelindung panas, bekerja seperti mengenakan sarung tangan oven di tangan sebelum Anda memegang nampan panas dari oven. Hal itu senada dengan pernyataan yang dilansir dari laman Good Housekeeping, bahwa produk pelindung panas melapisi rambut, bisa menyamarkan permukaan rambut yang rusak, dan membuat rambut lebih mudah diatur.
Baca juga: Kebiasaan yang Bikin Rambut Rusak dan Kehilangan Kilaunya
Advertisement
Atur Suhu dan Teknik Mencatok yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3136863/original/040151900_1590470774-photo-1527799820374-dcf8d9d4a388.jpg)
Setelah rambut siap, langkah berikutnya menentukan hasil akhir. Menerapkan cara agar catokan awet pada tahap ini berarti memakai suhu yang pas dan teknik yang sabar, bukan sekadar ingin cepat selesai; pelajari juga cara tepat menggunakan catokan rambut agar tidak salah langkah.
-
Sesuaikan Suhu dengan Jenis Rambut: Gunakan suhu rendah sekitar 150 sampai 170 derajat Celsius untuk rambut tipis dan halus, serta 180 hingga 200 derajat Celsius untuk rambut tebal dan kasar. Jangan biasakan memakai suhu maksimal terus-menerus karena berisiko merusak rambut.
-
Bagi Rambut Menjadi Bagian Kecil: Lakukan parting tipis dan mulai mencatok dari lapisan bawah atau tengkuk menuju bagian atas, sehingga tidak ada helai yang terlewat dan panas menyebar merata.
-
Catok dengan Teknik Sekali Usap: Jepit rambut di pangkal lalu tarik catokan perlahan sampai ujung dalam satu gerakan stabil. Mengutip NaturallyCurly, sebaiknya rambut tidak dicatok lebih dari dua kali usapan pada bagian yang sama agar kelembapannya tidak habis dan hasilnya tetap awet.
-
Tahan dan Dinginkan Tiap Bagian: Setelah dicatok, tahan sebentar helai rambut dengan jari atau rol kecil sampai panasnya hilang. Rambut yang didinginkan lebih dulu akan "mengunci" bentuk sehingga tidak cepat buyar.
Berdasarkan panduan yang dihimpun NBC News, rambut halus cukup dicatok di kisaran 250 derajat Fahrenheit atau sekitar 120 derajat Celsius, sedangkan rambut tebal dan kasar membutuhkan 350 hingga 400 derajat Fahrenheit.
Baca juga: Tips Catokan Tahan Lama untuk Rambut Indah Seharian
Cara Menjaga Hasil Catokan agar Awet Seharian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5108217/original/034117700_1737713626-Catokan_rambut.jpg)
Menata rambut hanyalah setengah dari pekerjaan; menjaganya tetap rapi adalah setengah lainnya. Kebiasaan setelah mencatok inilah yang paling sering menentukan berhasil tidaknya cara agar catokan awet.
-
Kunci dengan Produk Ringan: Gunakan serum atau hairspray berdaya rekat ringan di bagian tengah hingga ujung rambut. Hindari produk berat atau berminyak yang membebani rambut dan membuatnya cepat lepek.
-
Hindari Menyentuh Rambut Terlalu Sering: Minyak alami dan panas dari tangan membuat bentuk rambut cepat turun dan lepek. Kalau perlu merapikan, cukup pakai sisir bergigi jarang seperlunya saja.
-
Waspadai Kelembapan dan Cuaca: Cek kondisi udara sebelum menata; hindari mencatok saat cuaca sangat lembap atau menjelang hujan. Sebagaimana dikutip dari Aussie, gaya rambut pelindung seperti kepang atau sanggul serta penggunaan sarung bantal satin dapat mengurangi paparan kelembapan dan gesekan yang membuat catokan cepat buyar.
-
Lindungi Rambut Saat Tidur: Jika ingin hasil catokan bertahan sampai keesokan hari, ikat rambut longgar atau kepang, lalu gunakan sarung bantal sutra atau satin untuk meminimalkan gesekan.
-
Segarkan dengan Dry Shampoo: Pada hari kedua, taburkan sedikit dry shampoo di akar untuk menyerap minyak berlebih sehingga rambut kembali terlihat segar tanpa perlu dicatok ulang.
Sebagaimana dilaporkan laman The Independent, ketika helai rambut menyerap uap air dari udara lembap, ikatan hidrogen yang menjaga bentuknya terputus sehingga rambut mengembang dan muncul frizz. Sisa kelembapan sekecil apa pun pada rambut dapat cepat berubah menjadi frizz. Jika rambutmu memang mudah mengembang, lengkapi dengan cara melembutkan rambut yang mengembang serta trik agar rambut tidak mengembang, dan pahami penanganan rambut kusut saat bangun tidur.
Advertisement
Cara Merawat Alat Catokan agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4821125/original/026539100_1714741236-young-asian-beautiful-happy-woman-straightening-hair-with-hair-straightener-white-background_262958-6795.jpg)
Selain hasil styling, alat catoknya sendiri juga perlu dirawat supaya cara agar catokan awet benar-benar lengkap. Perawatan alat yang baik menjaga panas tetap stabil sekaligus memperpanjang usia pakainya, mirip prinsip menjaga rambut tetap sehat pada merawat rambut agar tetap sehat dan berkilau.
-
Cabut dan Dinginkan Sebelum Disimpan: Selalu matikan dan cabut catokan dari stopkontak, lalu biarkan dingin sepenuhnya sebelum dibereskan untuk mencegah risiko korsleting maupun kerusakan komponen.
-
Bersihkan Pelat Secara Rutin: Lap pelat dengan kain lembut sedikit lembap atau kapas untuk mengangkat sisa produk yang menempel, dan hindari bahan abrasif yang bisa menggores lapisannya.
-
Gunakan Suhu Secukupnya: Memakai suhu maksimal sepanjang waktu membuat mesin cepat aus. Pilih suhu efektif terendah sesuai jenis rambut agar alat lebih awet dan rambut lebih aman.
-
Gulung Kabel dengan Longgar: Jangan melilit kabel terlalu kencang mengelilingi bodi catokan karena bisa merusak serat kabel di bagian dalam.
-
Bebaskan Pelat dari Sisa Rambut: Helai rambut yang terselip di antara pelat dapat mengganggu kinerja; keluarkan hati-hati memakai benda tipis non-logam saat alat dingin.
-
Simpan di Tempat Kering dan Aman: Gunakan tas atau kotak penyimpanan, serta jauhkan dari air dan area lembap seperti kamar mandi agar komponen elektroniknya tidak rusak.
Berdasarkan yang dihimpun redaksi, langkah-langkah kecil seperti membersihkan pelat, menyimpan alat dengan benar, dan menghindari suhu berlebih inilah yang paling sering menentukan panjang-pendeknya usia sebuah catokan. Selengkapnya bisa disimak pada ulasan agar catokan rambut tetap awet dan panduan agar catokan rambut tidak cepat rusak.
Pada akhirnya, kunci rambut rapi yang bertahan lama adalah gabungan dari persiapan matang, suhu yang bijak, teknik yang sabar, dan perawatan setelahnya, ditambah kebiasaan sederhana seperti membatasi penggunaan alat styling rambut setiap hari. Terapkan langkah-langkah ini secara konsisten, dan sesekali beri rambut jeda dengan mencoba meluruskan rambut secara alami, mempelajari cara mengeritingkan rambut dengan catokan, atau mengikuti panduan lengkap merawat rambut.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Agar Catokan Awet
Berapa lama hasil catokan rambut biasanya bertahan?
Ketahanannya bergantung pada jenis rambut, kondisi cuaca, dan perawatan setelahnya. Pada rambut lurus dan halus, hasil catokan bisa bertahan beberapa jam hingga satu sampai dua hari, sedangkan rambut tebal cenderung lebih awet asal terlindungi dari kelembapan dan tidak sering terkena air.
Berapa suhu catokan yang ideal agar rambut tidak rusak?
Secara umum rambut tipis dan halus aman pada suhu 150 hingga 170 derajat Celsius, sementara rambut tebal dan kasar membutuhkan sekitar 180 hingga 200 derajat Celsius. Mulailah dari suhu terendah yang efektif dan naikkan bertahap hanya jika benar-benar diperlukan.
Apakah boleh mencatok rambut setiap hari?
Sebaiknya tidak, karena paparan panas harian dapat mengeringkan dan merapuhkan rambut. Beri jeda beberapa hari, selalu pakai heat protectant, dan bila rambut mulai kering, dahulukan merawat rambut yang rusak akibat sering catok serta rutin melakukan perawatan rambut rusak.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309566/original/025920600_1785231638-xXCYGGiEs4Nywj32DuXXWtK0a0BChzljFR37jmtN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770658/original/090682400_1710302117-pexels-andrea-piacquadio-774866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315177/original/070000500_1785829848-Q6UcTB0yLT9Hkof84zduVp6NboeZVAJrL2tGstqx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314471/original/034135700_1785748238-HUsnqotk5DX3cWYxq7v8MHT43bJEUNAeJplFE0kE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314473/original/038948000_1785748241-1JFGZbDUrY4zBknopmjb5EtxEnebp1sGO5Ra18S8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314482/original/025513900_1785748253-lofVKUZayLoTOqtC9iX292uoTZs2I8MyZechzTGi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311069/original/058014800_1785387086-lkidunqurtXSd7lEU2ml0aM2sinNenlod40YVPuq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309562/original/084635400_1785231632-135u2FpI9up6H8ARIleR2hS5MVLjmctiKb2EwhQv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8972987/original/050910200_1782982532-aa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314483/original/076704600_1785748254-mwoyEXXDsWrUIvwFszAdSjP6GPVO8uWlJZqN07fK.jpg)