Cara Berkenalan dengan Orang Asing di Sosial Media yang Aman dan Menyenangkan

Cara berkenalan dengan orang asing di sosial media secara aman: mulai obrolan, pilih aplikasi tepat, lindungi data pribadi, dan kenali tanda bahaya.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara berkenalan dengan orang asing di sosial media kini menjadi keterampilan sosial yang wajar di era digital. Kuncinya sederhana, yaitu mulai dari minat yang sama, gunakan sapaan yang sopan, dan tetap jaga keamanan data pribadi.

Berkenalan dengan orang asing di sosial media bisa membuka wawasan, melatih bahasa, sekaligus memperluas jaringan pertemanan lintas negara. Namun, semuanya harus dilakukan dengan hati-hati agar kamu terhindar dari penipuan dan risiko lain.

Menurut Reader’s Digest, koneksi-koneksi kecil atau microconnections dapat membantu melawan kesepian. Survei AARP tahun 2025 menemukan bahwa sekitar 40 persen orang dewasa usia 45 tahun ke atas di Amerika Serikat merasa kesepian, meningkat dari 35 persen pada 2018.

Gillian Sandstrom, Associate Professor Psikologi di University of Sussex yang meneliti interaksi sosial sehari-hari dan percakapan dengan orang asing, mengatakan bahwa berbicara dengan orang yang belum dikenal dapat memberi manfaat bagi kedua pihak dan membantu memperkuat rasa keterhubungan dalam komunitas.

Cara Berkenalan dengan Orang Asing di Sosial Media untuk Pemula

Langkah pertama dalam cara berkenalan dengan orang asing di sosial media adalah menemukan titik temu, bukan mengetik "hi" tanpa konteks. Mulailah dari akun, komunitas, atau unggahan yang sesuai minatmu, lalu bangun interaksi pelan-pelan hingga terasa nyaman untuk berkenalan lebih jauh, bahkan jika kamu seorang introvert yang butuh cara berbeda untuk bergaul.

  1. Cari komunitas dengan minat yang sama: Gabung grup atau ikuti akun seputar hobi tertentu, seperti musik, gaming, buku, atau olahraga. Menemukan orang yang sepemikiran jauh lebih mudah ketika kalian sudah memiliki topik bersama sejak awal.

  2. Tinggalkan komentar yang relevan: Balas atau komentari unggahan mereka dengan sesuatu yang nyambung, bukan sekadar basa-basi kosong. Komentar yang sopan dan berbobot membuat orang lebih terbuka saat kamu ajak mengobrol di pesan pribadi.

  3. Geser obrolan ke DM dengan sopan: Setelah ada interaksi, lanjutkan ke direct message sambil menyebut hal spesifik dari profil atau unggahannya. Cara ini terasa jauh lebih natural dibanding menyapa orang asing secara acak.

  4. Perkenalkan diri dengan jelas: Sebutkan nama panggilan, asal kota atau negara, dan alasanmu menghubunginya. Menyampaikan bahwa kamu ingin berteman lalu meminta izin untuk mengobrol adalah salah satu tips mudah berkenalan dengan orang baru yang membuat lawan bicara merasa dihargai.

  5. Jaga topik tetap ringan di awal: Bahas hal umum seperti musik, film, atau makanan khas, dan hindari isu sensitif soal agama, politik, atau ras. Obrolan yang santai membantu kedekatan tumbuh dengan sendirinya.

  6. Bangun kedekatan secara bertahap: Biarkan hubungan mengalir tanpa dipaksa cepat akrab. Kesabaran ini justru menjadi inti dari cara memikat hati lewat chat yang tulus.

Relationship coach Claudia Cox, seperti dikutip Mic, menyarankan agar persahabatan tidak dibangun terlalu akrab dalam waktu singkat dan hubungan dibiarkan berkembang secara alami seiring proses saling mengenal.

Newport Healthcare merangkum sebuah studi terhadap 335 anak muda yang menemukan bahwa kualitas interaksi dengan orang asing dan kenalan berhubungan dengan kesepian, rasa memiliki, dan kesehatan mental, sehingga interaksi sosial sehari-hari dinilai turut berperan penting. Artinya, obrolan singkat dengan orang baru pun punya nilai emosional yang nyata.

Cara Memulai Obrolan agar Nyambung dengan Orang Asing

Setelah terhubung, tantangan berikutnya dalam cara berkenalan dengan orang asing di sosial media adalah menjaga obrolan tetap mengalir. Percakapan yang pelan tapi konsisten jauh lebih berkesan daripada memberondong banyak pertanyaan lalu menghilang.

  1. Buat pesan pembuka yang singkat: Menurut panduan komunikasi yang dimuat Science of People, pesan pertama umumnya lebih efektif jika disampaikan secara singkat, sekitar satu hingga dua kalimat, agar tidak terasa terlalu berat bagi penerima. Awali dengan menyebut sesuatu yang spesifik dari profilnya.

  2. Ajukan pertanyaan terbuka: Hindari pertanyaan yang hanya butuh jawaban "ya" atau "tidak". Pertanyaan seperti "Bagaimana kamu bisa suka genre musik ini?" akan membuat percakapan lebih hidup dibanding sekadar pertanyaan tertutup, salah satu cara memulai percakapan dengan siapa saja yang paling efektif.

  3. Lebih banyak mendengar daripada bicara: Orang cenderung menyukai lawan bicara yang menunjukkan ketertarikan tulus. Menyimpan ponsel dan fokus pada obrolan juga membantu mengatasi rasa canggung memulai obrolan.

  4. Beri pujian yang tulus: Pujian sederhana tentang selera musik, karya, atau gaya seseorang bisa mencairkan suasana dengan cepat. Pastikan pujian terdengar jujur, bukan gombalan berlebihan.

  5. Gunakan bahasa sederhana dan penerjemah: Tidak perlu takut tata bahasa berantakan; yang penting sopan dan mudah dimengerti. Manfaatkan fitur penerjemah bila perlu, dan jujur saja bahwa bahasa Inggrismu masih belajar.

  6. Latih keterampilan mengobrolmu: Semakin sering berlatih, semakin luwes kamu membaca ritme percakapan. Kamu bisa mempelajari lebih banyak trik untuk meningkatkan kemampuan mengobrol agar tidak kehabisan bahan.

Kekhawatiran akan penolakan sering kali lebih besar daripada kenyataannya. Psychology Today menulis bahwa penelitian menunjukkan orang cenderung meremehkan keramahan orang asing dan ketertarikan mereka untuk terlibat dalam percakapan, bahkan sebelum percakapan dimulai.

Dalam salah satu penelitian mengenai interaksi dengan orang asing, peserta memperkirakan sekitar 40 persen orang yang mereka dekati akan bersedia mengobrol. Namun, hasil penelitian menunjukkan tingkat kesediaan yang sebenarnya jauh lebih tinggi, mendekati 90 persen. Karena itu, jangan ragu untuk memulai percakapan dengan orang baru lebih dulu, apalagi jika kamu masih belajar memulai percakapan tanpa rasa canggung.

Cara Memilih Aplikasi dan Menjaga Keamanan saat Berkenalan

Keamanan adalah fondasi utama ketika kamu mempraktikkan cara berkenalan dengan orang asing di sosial media. Pilih platform yang tepat, batasi informasi pribadi, dan pastikan kamu selalu memegang kendali atas percakapan.

  1. Pilih aplikasi yang berfokus pada pertemanan: Prioritaskan platform pertukaran bahasa seperti HelloTalk, Tandem, atau Slowly karena memiliki tujuan penggunaan yang jelas dan menyediakan berbagai fitur keamanan bagi pengguna. Aplikasi semacam ini cocok bila tujuanmu sekaligus belajar bahasa Inggris lewat obrolan langsung.

  2. Cek ulasan dan atur privasi: Sebelum aktif, baca ulasan aplikasi dan sesuaikan pengaturan privasi. Mengacu pada panduan Homeland Security, mengatur profil ke mode privat dapat membantu membatasi akses hanya kepada orang yang dikenal, sementara hubungan yang terbentuk secara online tetap perlu disikapi dengan hati-hati.

  3. Batasi data pribadi: Jangan mudah membagikan alamat lengkap, NIK, nomor telepon, atau data keuangan. Kamu bisa menerapkan langkah-langkah praktis melindungi data pribadi di internet agar tidak disalahgunakan.

  4. Verifikasi identitas lawan bicara: Semua hal bisa dipalsukan di dunia digital, jadi bersikaplah kritis. Menurut panduan keamanan yang dimuat ADT, profil dengan sedikit foto dan jawaban yang terus-menerus samar dapat menjadi tanda bahwa akun tersebut tidak sepenuhnya dapat dipercaya.

  5. Jangan kirim uang atau foto pribadi: Tolak permintaan uang dengan alasan apa pun dari orang yang baru dikenal. Jangan pula mengirim foto atau video yang bersifat pribadi karena bisa disalahgunakan.

  6. Aktifkan lapisan keamanan tambahan: Nyalakan autentikasi dua faktor, matikan lokasi real-time, gunakan VPN saat memakai Wi-Fi publik, dan tutup webcam ketika tidak dipakai. Langkah kecil ini melengkapi upaya menjaga keamanan data pribadi di media sosial.

  7. Rencanakan pertemuan tatap muka dengan aman: Bila akhirnya bertemu, para ahli menyarankan memilih siang hari, tempat umum yang ramai, memberi tahu keluarga atau teman, dan tidak mau dijemput di rumah.

Panduan keamanan digital Kemendikbud menekankan pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat, waspada terhadap upaya phishing, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan memastikan layanan yang digunakan memiliki perlindungan keamanan yang memadai. Mode incognito dapat membantu membatasi penyimpanan riwayat pada perangkat, tetapi tidak membuat aktivitas internet sepenuhnya anonim. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kamu dapat berkomunikasi di internet dengan lebih nyaman dan aman.

Family therapist Dawn Friedman menjelaskan kepada Bustle bahwa interaksi sosial secara online dapat memberi seseorang lebih banyak kendali dalam memilih orang yang ingin diajak berbicara dan jenis percakapan yang ingin diikuti.

Baca juga: Rekomendasi aplikasi terbaik untuk belajar bahasa asing dan situs belajar bahasa Inggris online gratis.

Tanda Bahaya (Red Flag) yang Perlu Diwaspadai

Selain mengetahui langkah-langkahnya, kamu juga perlu mengenali sinyal bahaya agar tidak menjadi korban penipuan. Waspada sejak dini membuat pengalaman berkenalan tetap positif tanpa harus paranoid berlebihan.

Merujuk pada penjelasan FBI tentang romance scam, pelaku biasanya menggunakan profil palsu yang dibuat menarik dan berusaha membangun kedekatan emosional dengan korban secara bertahap. Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku dapat mencoba memanfaatkan hubungan tersebut untuk memperoleh keuntungan finansial. Modus seperti ini kerap ditemukan di media sosial maupun aplikasi kencan.

  • Terlalu cepat menyatakan cinta: Menyatakan perasaan atau mengajak ke jenjang serius padahal belum pernah bertemu adalah tanda klasik. Ini biasanya merupakan awal dari modus love scamming.

  • Profil terlihat terlalu sempurna: Foto memukau tetapi identitasnya sulit diverifikasi patut dicurigai. Cobalah cek jejak digitalnya dan perhatikan konsistensi informasinya.

  • Selalu menghindari panggilan video: Pelaku kerap punya seribu alasan untuk menolak video call atau pertemuan langsung. Bila video call pun wajahnya tidak terlihat jelas, itu sinyal peringatan.

  • Buru-buru pindah ke jalur pribadi: Cepat mengajak berpindah ke WhatsApp atau aplikasi pesan lain sering menjadi pola awal penipuan berkedok asmara.

  • Mulai meminta uang: Setelah kepercayaan terbangun, muncul permintaan uang dengan alasan mendesak seperti sakit, kecelakaan, atau kesulitan finansial. Jangan pernah menuruti permintaan semacam ini.

  • Mengarah ke konten seksual: Meminta foto pribadi atau mengajak sexting berpotensi menjadi bahan pemerasan. Tegas menolak sejak awal adalah sikap paling aman.

  • Membuatmu tidak nyaman: Jika ada yang terasa memaksa atau janggal, percayai intuisimu dan hentikan kontak. Mengenali ciri-ciri love scamming sejak dini akan menyelamatkanmu dari kerugian besar.

Baca juga: Tips agar tak terjerat love scamming di media sosial dan alasan pentingnya menjaga privasi digital.

Pada akhirnya, cara berkenalan dengan orang asing di sosial media adalah soal keseimbangan antara keterbukaan dan kehati-hatian. Dalam bukunya When Strangers Meet, Kio Stark menulis bahwa berbicara dengan orang-orang yang berbeda dari kita dapat membawa perubahan yang mendalam dan menjadi penawar terhadap rasa takut. Dengan sikap sopan, langkah yang bertahap, serta kesadaran menjaga diri, kamu bisa memiliki koneksi pertemanan lintas negara tanpa harus keluar rumah, sekaligus membangun koneksi lewat chat yang bermakna dan meningkatkan rasa percaya diri.

Pertanyaan Seputar Berkenalan dengan Orang Asing di Sosial Media

Apa aplikasi terbaik untuk berkenalan dengan orang asing?

Beberapa aplikasi yang populer dan relatif aman untuk mencari teman lintas negara antara lain HelloTalk, Tandem, dan Slowly karena berfokus pada pertukaran bahasa dan pertemanan, bukan sekadar kencan. Sebelum memakainya, cek ulasan pengguna dan atur pengaturan privasi terlebih dahulu.

Bagaimana cara memulai obrolan dengan orang asing di media sosial?

Mulailah dari kesamaan minat, tinggalkan komentar yang relevan di unggahannya, lalu lanjutkan ke pesan pribadi dengan sapaan singkat dan sopan. Gunakan pertanyaan terbuka, lebih banyak mendengar, dan bahas topik ringan agar percakapan terasa mengalir alami.

Apakah aman berkenalan dengan orang asing di media sosial?

Berkenalan dengan orang asing bisa aman selama kamu menjaga data pribadi, memverifikasi identitas lawan bicara, tidak mengirim uang atau foto sensitif, dan mempercayai intuisi bila ada yang janggal. Bila memutuskan bertemu langsung, pilih tempat umum di siang hari dan beri tahu orang terdekat.