Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, istilah "selesai dengan diri sendiri" makin sering dipakai di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang tampak tenang, percaya diri, dan tidak lagi terguncang oleh validasi orang lain. Istilah ini memang bukan diagnosis atau istilah klinis resmi, tetapi konsepnya berimpit erat dengan apa yang dalam psikologi disebut self-acceptance atau penerimaan diri.
Secara sederhana, orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri adalah mereka yang mampu menerima diri apa adanya, tidak lagi bergantung pada pengakuan eksternal untuk merasa berharga, dan punya batasan yang sehat dalam hubungan. Kondisi ini berkaitan erat dengan kematangan emosional dan kesehatan mental jangka panjang.
Apa Arti "Selesai dengan Diri Sendiri" dalam Psikologi?
Dalam kajian psikologi klinis dan psikologi positif, penerimaan diri dianggap sebagai fondasi sebelum perubahan yang sehat bisa terjadi. Berdasarkan uraian di Wikipedia yang merujuk teori Albert Ellis, penerimaan diri berarti menerima keberadaan diri sendiri sebagai manusia yang unik, tanpa memberi penilaian global pada diri sendiri atau bergantung pada opini orang lain.
Sejumlah jurnal psikologi di Indonesia, seperti yang diterbitkan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, juga menegaskan bahwa penerimaan diri berarti bersikap positif terhadap diri sendiri secara realistis, termasuk menerima kekurangan, bukan hanya menonjolkan kelebihan.
Dengan kata lain, "selesai dengan diri sendiri" bukan berarti seseorang sudah sempurna atau berhenti berkembang, melainkan sudah berdamai dengan dirinya di titik saat ini.
1. Menerima Diri Apa Adanya, Termasuk Kekurangannya
Ciri paling mendasar dari orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri adalah kemampuan menerima kekurangan tanpa terus-menerus mengkritik diri. Menurut ulasan di Psychology Today, seseorang yang mengenali dirinya sebagai pribadi yang utuh dan layak akan lebih mudah melihat bahwa perilaku orang lain lebih berkaitan dengan apa yang mereka alami, bukan cerminan kekurangan dirinya sendiri.
Sikap ini bukan berarti berhenti memperbaiki diri. Menurut Alfred Adler, tokoh psikologi individual, orang yang merasa dirinya rendah justru cenderung meremehkan orang lain, sehingga penerimaan diri yang sehat sebenarnya membuat seseorang lebih mudah menghargai orang lain juga.
2. Tidak Lagi Mencari Validasi dari Luar
Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri tidak lagi menggantungkan rasa berharga pada pengakuan, pujian, atau standing sosial. Psychology Today menyebutkan bahwa dengan penerimaan diri yang konsisten, seseorang memperkuat kemampuan untuk memvalidasi dirinya sendiri, bukan terus mencari validasi dari lingkungan sekitar.
Kondisi ini membuat mereka lebih tahan terhadap kritik. Sebagian besar masukan negatif dari orang lain bisa dinilai secara objektif, dipilah mana yang relevan untuk berkembang dan mana yang sekadar proyeksi masalah orang lain.
3. Memiliki Batasan yang Sehat dalam Hubungan
Semakin seseorang menerima dirinya, semakin mudah pula ia menetapkan batasan tanpa merasa bersalah. Kajian dari laman Therapy Central menjelaskan bahwa penerimaan diri berkaitan erat dengan kesehatan psikologis secara keseluruhan, salah satunya lewat pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai pribadi, bukan sekadar demi menyenangkan orang lain.
Sikap ini pada akhirnya membuat hubungan menjadi lebih sehat. Seseorang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri cenderung lebih hadir dan tulus dalam relasi, karena tidak lagi sibuk membela diri dari kritik yang sebenarnya tidak personal.
4. Emosi Lebih Stabil dan Tidak Mudah Terguncang
Penerimaan diri juga berdampak pada kestabilan emosi. Laman Harvard Health menjelaskan bahwa rendahnya penerimaan diri berkaitan dengan berkurangnya materi abu-abu di area otak yang mengatur emosi dan stres, sehingga orang dengan penerimaan diri rendah lebih rentan terhadap pikiran negatif otomatis.
Sebaliknya, tinjauan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah PMC (National Center for Biotechnology Information/NCBI) menemukan bahwa penerimaan diri berkorelasi dengan berkurangnya gejala depresi serta meningkatnya kemampuan seseorang menghadapi tekanan dan kecemasan.
5. Berdamai dengan Masa Lalu, Bukan Melupakannya
Selesai dengan diri sendiri juga berarti berhenti terus-menerus menyalahkan diri atas kesalahan masa lalu. Sesuai konsep penerimaan diri di Wikipedia, seseorang belajar mentoleransi ketidaksempurnaan dalam dirinya, bukan menghapus ingatan atau berpura-pura masa lalu tidak pernah terjadi.
Jurnal Psikologi MANASA dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya turut mencatat bahwa proses menuju penerimaan diri sering kali melewati tahap penerimaan atas kenyataan yang sulit terlebih dahulu, baru kemudian berkembang menjadi penerimaan terhadap diri sendiri secara utuh.
6. Nyaman Sendiri, tapi Tetap Terbuka pada Orang Lain
Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri biasanya nyaman menghabiskan waktu sendiri tanpa merasa kesepian. Namun, ini tidak berarti mereka menjauh dari orang lain. Studi kohort 20 tahun yang dipublikasikan di jurnal PMC menemukan bahwa penerimaan diri yang tinggi justru berjalan beriringan dengan interdependensi, yakni kemampuan bergantung secara sehat pada orang lain, dan keduanya sama-sama berkaitan dengan panjangnya usia harapan hidup secara psikologis.
Artinya, kemandirian emosional dan kedekatan dengan orang lain bukan dua hal yang saling meniadakan, melainkan bisa berjalan bersamaan pada orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Bukan Titik Akhir, Melainkan Proses yang Berkelanjutan
Penting dipahami, "selesai dengan diri sendiri" bukan status permanen yang begitu dicapai lalu selesai selamanya. Beberapa jurnal psikologi kampus di Indonesia, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan UIN Sunan Gunung Djati, menggarisbawahi bahwa penerimaan diri adalah proses berkelanjutan yang bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kecerdasan emosional hingga fungsi keluarga.
Catatan: Uraian di atas adalah gambaran umum berdasarkan konsep psikologi penerimaan diri, bukan pengganti diagnosis atau konsultasi profesional. Jika kekhawatiran soal citra diri atau kondisi emosional terasa mengganggu keseharian, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental tetap dianjurkan.
Tanya Jawab Seputar Ciri Orang yang Sudah Selesai dengan Dirinya Sendiri
1. Apa arti "selesai dengan diri sendiri" secara psikologis?
Istilah ini paling dekat dengan konsep self-acceptance atau penerimaan diri, yaitu kondisi seseorang menerima dirinya apa adanya, termasuk kekurangan, tanpa terus-menerus menghakimi diri sendiri.
2. Apa beda self-love dan selesai dengan diri sendiri?
Self-love lebih menekankan sikap menyayangi dan merawat diri, sementara selesai dengan diri sendiri lebih dekat pada penerimaan diri secara utuh, termasuk kekurangan, tanpa harus selalu merasa positif tentang diri sendiri.
3. Berapa lama proses untuk mencapai penerimaan diri?
Tidak ada patokan waktu pasti. Penerimaan diri adalah proses berkelanjutan, bukan target dengan garis akhir, dan kecepatannya berbeda pada tiap orang tergantung pengalaman hidup masing-masing.
4. Apakah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri berarti tidak butuh orang lain?
Tidak. Penelitian justru menunjukkan penerimaan diri yang sehat berjalan bersama interdependensi, yaitu tetap terhubung dan bergantung secara sehat pada orang lain, bukan menjauh dari mereka.
5. Bagaimana cara mulai melatih penerimaan diri?
Langkah awal yang disarankan adalah mengenali kebutuhan dan bagian diri yang selama ini ditolak, lalu secara bertahap belajar menerimanya tanpa syarat, bukan hanya saat berhasil atau dipuji.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5017021/original/098300300_1732248955-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2927044/original/066275000_1569920079-sunny-4311828_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351761/original/075937000_1789713723-3b3eb024-cae2-4099-8684-2d0dac0b1629.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738671/original/083442500_1707453092-art-markiv-zAm1sdicGXc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355866/original/072020000_1790145070-Gemini_Generated_Image_g6fzlug6fzlug6fz.jpg)