Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang selalu memastikan semua orang kebagian makanan saat berkumpul sering kali terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa banyak bicara. Misalnya, ketika ada acara keluarga, kumpul bersama teman, atau makan bersama rekan kerja, orang ini biasanya menjadi salah satu yang paling sibuk memperhatikan makanan di meja.
Saat hidangan mulai disajikan, ia mungkin bertanya apakah semua orang sudah mendapat bagian. Jika melihat seseorang belum mengambil makanan, ia akan menawarkan atau mengambilkan secukupnya. Bahkan, ketika makanan mulai menipis, ia terkadang memilih menunggu agar orang lain bisa makan lebih dulu.
Sekilas, kebiasaan tersebut terlihat sederhana. Namun, tindakan ini bisa mencerminkan cara seseorang memperhatikan dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya.
Advertisement
Dalam psikologi, perilaku berbagi makanan dapat dikaitkan dengan perilaku prososial, yaitu tindakan yang bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain. Meski begitu, satu kebiasaan saja tentu tidak cukup untuk menentukan keseluruhan kepribadian seseorang.
Lantas, seperti apa karakter orang yang memiliki kebiasaan tersebut? Berikut Liputan6.com ulas beberapa ciri yang bisa dikenali.
1. Memiliki empati dan peka terhadap kebutuhan orang lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391473/original/044585100_1793935543-Gemini_Generated_Image_v2s9fcv2s9fcv2s9.jpg)
Orang yang selalu memperhatikan pembagian makanan biasanya cukup peka terhadap keadaan orang-orang di sekitarnya. Ia tidak hanya sibuk menikmati hidangan sendiri, tetapi juga memperhatikan apakah orang lain sudah mendapatkan bagian.
Contohnya, ketika berkumpul bersama keluarga besar, ia mungkin menyadari ada anggota keluarga yang belum sempat mengambil makanan karena sedang mengurus anak. Tanpa harus diminta, ia akan menawarkan bantuan atau menyisihkan makanan untuk orang tersebut.
Sikap ini bisa berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan memahami atau ikut merasakan keadaan orang lain. Orang dengan kecenderungan empatik biasanya lebih mudah menyadari kebutuhan yang mungkin tidak disampaikan secara langsung.
Penelitian Thomas R. Alley berjudul Food Sharing and Empathic Emotion Regulation: An Evolutionary Perspective yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology pada 2014 membahas hubungan antara empati dan perilaku berbagi makanan. Salah satu pembahasannya menunjukkan bahwa empati dapat membantu seseorang mengenali kebutuhan orang lain, sehingga mendorong perilaku berbagi.
2. Senang berbagi tanpa harus mendapatkan imbalan
Ada orang yang merasa senang ketika bisa menikmati makanan bersama-sama. Baginya, hidangan yang tersedia bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dengan orang lain.
Karakter seperti ini biasanya tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang mendapatkan potongan makanan paling besar atau siapa yang mengambil lebih dulu. Selama semua orang sudah mendapatkan bagian, ia merasa cukup senang.
Misalnya, ketika membawa bekal atau makanan dari rumah, ia tidak keberatan menawarkan kepada teman-temannya. Bahkan, jika ada yang belum kebagian, ia bisa memilih untuk mengurangi porsinya sendiri.
Kebiasaan tersebut dapat dikaitkan dengan perilaku prososial. Dalam psikologi, perilaku prososial mencakup tindakan sukarela yang memberikan manfaat bagi orang lain, seperti membantu, berbagi, dan bekerja sama.
Namun, bukan berarti setiap orang yang suka berbagi makanan selalu mengharapkan imbalan atau memiliki kepribadian yang sama. Motivasi setiap orang bisa berbeda-beda.
3. Tidak suka melihat orang lain merasa tersisih
Orang yang terbiasa memastikan semua orang mendapatkan makanan biasanya juga memperhatikan suasana dalam kelompok. Ia mungkin merasa kurang nyaman ketika ada seseorang yang hanya duduk melihat orang lain makan karena belum mendapatkan bagian.
Hal ini bisa terlihat saat acara makan bersama teman atau keluarga. Ketika makanan dibagikan, ia akan berusaha memastikan tidak ada yang terlewat, termasuk orang yang datang belakangan atau sedang sibuk mengobrol.
Bagi orang dengan kebiasaan ini, makan bersama seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi semua orang. Ia tidak ingin ada anggota kelompok yang merasa dilupakan hanya karena tidak sempat mengambil makanan.
Sikap tersebut dapat menunjukkan perhatian terhadap perasaan orang lain. Ia berusaha menciptakan suasana yang membuat setiap orang merasa diterima dan dilibatkan.
Advertisement
4. Memiliki rasa keadilan yang cukup kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391474/original/055665400_1793935543-Gemini_Generated_Image_flcyo5flcyo5flcy.jpg)
Memastikan semua orang kebagian makanan juga bisa berkaitan dengan perhatian terhadap keadilan. Orang dengan kecenderungan ini biasanya tidak ingin ada seseorang yang mendapatkan terlalu banyak sementara orang lain justru tidak kebagian.
Misalnya, ketika ada beberapa potong ayam goreng tersisa untuk banyak orang, ia mungkin akan mengajak semua orang mengambil satu bagian terlebih dahulu. Setelah itu, barulah makanan yang tersisa dibagikan kembali.
Ia juga cenderung memperhatikan jumlah orang yang hadir sebelum menentukan porsi makanan. Dengan begitu, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hidangan.
Kebiasaan ini bukan berarti ia selalu menghitung setiap potongan makanan. Namun, ia cukup memperhatikan keseimbangan agar tidak ada orang yang merasa dirugikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, perhatian terhadap keadilan seperti ini juga bisa terlihat ketika bekerja dalam kelompok, membagi tugas, atau menentukan keputusan bersama.
5. Senang membangun kedekatan dengan orang lain
Bagi sebagian orang, makanan menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun hubungan. Mereka senang mengajak orang lain makan bersama, menawarkan hidangan, atau memastikan semua orang merasa nyaman selama berkumpul.
Orang dengan kebiasaan ini mungkin tidak selalu pandai mengungkapkan perhatian melalui kata-kata. Namun, ia menunjukkannya lewat tindakan sederhana, seperti mengambilkan nasi, menawarkan lauk, atau menyisihkan makanan untuk teman yang belum datang.
Penelitian Chujun Wang, Jianping Huang, dan Xiaoang Wan berjudul A Cross-Cultural Study of Beliefs About the Influence of Food Sharing on Interpersonal Relationships and Food Choices yang diterbitkan dalam jurnal Appetite pada 2021 membahas pandangan partisipan dari China dan Amerika Serikat mengenai berbagi makanan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berbagi makanan dipandang dapat memberikan pengaruh positif terhadap kedekatan hubungan dan rasa saling percaya antara orang yang berbagi. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas makan bersama memiliki makna sosial yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan makan.
6. Memiliki inisiatif dan perhatian terhadap hal-hal kecil
Tidak semua orang langsung menyadari ketika ada anggota kelompok yang belum mendapatkan makanan. Namun, orang yang terbiasa memperhatikan pembagian hidangan biasanya cukup cepat menangkap hal-hal kecil semacam itu.
Ia mungkin menjadi orang pertama yang bertanya apakah nasi masih tersedia, mengambilkan piring tambahan, atau membantu membagikan lauk agar semua orang bisa menikmati makanan. Menariknya, tindakan tersebut sering dilakukan tanpa harus menunggu permintaan dari orang lain.
Kebiasaan ini bisa menunjukkan bahwa ia memiliki inisiatif dalam situasi sosial. Ia tidak hanya menunggu orang lain bertindak, tetapi bersedia mengambil peran agar kegiatan bersama berjalan lebih nyaman.
Perhatian terhadap hal kecil seperti ini juga bisa terlihat dalam keseharian, misalnya mengingat kebutuhan teman, menawarkan bantuan ketika seseorang terlihat kerepotan, atau memastikan semua anggota kelompok mendapat kesempatan berbicara.
7. Mengutamakan kerja sama daripada kepentingan sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390649/original/003798000_1793853363-Gemini_Generated_Image_k6qmw6k6qmw6k6qm.jpg)
Orang yang memastikan semua orang kebagian makanan biasanya memahami bahwa kegiatan bersama membutuhkan kerja sama. Ia tidak ingin hanya dirinya yang merasa puas, sementara orang lain justru kesulitan mendapatkan bagian.
Contohnya, saat makan bersama menggunakan beberapa piring besar di tengah meja, ia mungkin mengajak orang lain mengambil makanan secara bergantian. Jika ada hidangan yang jumlahnya terbatas, ia akan membantu mengatur pembagian agar tidak ada yang merasa dirugikan.
Penelitian Kaitlin Woolley dan Ayelet Fishbach berjudul Shared Plates, Shared Minds: Consuming From a Shared Plate Promotes Cooperation yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science pada 2019 melibatkan 1.476 partisipan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang makan dari piring bersama menunjukkan perilaku kerja sama lebih tinggi dalam situasi sosial dan negosiasi dibandingkan mereka yang makan dari piring terpisah. Berbagi makanan juga meningkatkan persepsi koordinasi di antara orang-orang yang makan bersama.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa aktivitas berbagi makanan dapat berkaitan dengan kerja sama dan interaksi sosial yang lebih positif.
Kebiasaan Kecil yang Bisa Mencerminkan Kepedulian
Memperhatikan pembagian makanan mungkin terlihat seperti tindakan sederhana. Namun, kebiasaan tersebut bisa menjadi salah satu cara seseorang menunjukkan perhatian kepada orang-orang di sekitarnya.
Meski begitu, tidak semua orang yang memastikan makanan terbagi rata memiliki alasan psikologis yang sama. Ada yang melakukannya karena terbiasa sejak kecil, ada yang ingin menghormati tamu, dan ada pula yang memang senang melihat orang lain merasa nyaman.
Jadi, ciri orang yang selalu memastikan semua orang kebagian makanan saat berkumpul dapat berkaitan dengan empati, perilaku prososial, rasa keadilan, serta keinginan menjaga kebersamaan. Hal terpenting bukan seberapa banyak makanan yang dibagikan, melainkan perhatian yang ditunjukkan melalui tindakan kecil tersebut.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Memastikan Semua Orang Kebagian Makanan
1. Apa arti psikologis orang yang selalu memastikan semua orang kebagian makanan?
Kebiasaan ini bisa mencerminkan perilaku prososial, empati, dan kepedulian terhadap orang lain. Namun, motivasinya bisa berbeda pada setiap orang sehingga tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya patokan untuk menilai kepribadian.
2. Apakah orang yang suka membagikan makanan memiliki empati tinggi?
Bisa jadi. Kebiasaan berbagi makanan dapat berkaitan dengan kemampuan memahami kebutuhan orang lain. Namun, empati seseorang perlu dilihat dari berbagai perilaku, bukan hanya kebiasaannya saat makan bersama.
3. Mengapa berbagi makanan bisa membuat hubungan semakin dekat?
Berbagi makanan dapat menciptakan interaksi, rasa kebersamaan, dan kepercayaan. Aktivitas ini juga memberi kesempatan kepada orang-orang untuk saling berkomunikasi dan menunjukkan perhatian satu sama lain.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6126278/original/025631900_1779010300-Tugas__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391472/original/035067700_1793935543-Gemini_Generated_Image_xzpr40xzpr40xzpr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522232/original/099262000_1772733537-Memilih_Menu_Buka_Puasa_All_You_Can_Eat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195655/original/033930000_1745380239-top-view-work-from-home-food.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387435/original/097554600_1793503123-pexels-bertellifotografia-29284258.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4487167/original/052416900_1688130118-thought-catalog-EMX1eJ1BcgU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3901018/original/030079300_1641955501-AP22011669250522.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2394536/original/021843800_1540771369-op.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366077/original/073462400_1791245331-1229322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233981/original/064760100_1748330301-ernest-brillo-02ldN7R6shw-unsplash.jpg)