Resep Perkedel Jagung Daun Kucai yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam

Simak resep perkedel jagung daun kucai yang renyah di luar, beserta tips penting dalam pembuatannya.

Diterbitkan 06 November 2026, 11:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkedel jagung menjadi salah satu camilan sekaligus lauk rumahan yang disukai karena rasanya gurih dan teksturnya renyah. Agar memiliki cita rasa yang berbeda, kamu bisa mencoba resep perkedel jagung daun kucai yang renyah di luar dengan bumbu sederhana.

Daun kucai memberikan aroma khas yang membuat perkedel terasa lebih sedap ketika disantap bersama nasi hangat atau sambal favorit. Perpaduan jagung manis, daun kucai, dan adonan tepung juga menghasilkan tekstur yang menarik jika diolah dengan takaran yang tepat.

Meskipun bahan-bahannya mudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perkedel tidak terlalu tebal, berminyak, atau lembek setelah digoreng. Dengan mengikuti langkah pengolahan yang tepat, kamu bisa membuat perkedel jagung yang renyah di bagian luar dengan bagian dalam yang tetap lembut. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (6/11/2026). 

Bahan-Bahan untuk Membuat Perkedel Jagung Daun Kucai

Sebelum mulai memasak, siapkan jagung manis sebagai bahan utama. Pilih jagung yang masih segar agar bijinya terasa manis dan memiliki tekstur yang baik ketika dicampurkan ke dalam adonan.

Daun kucai juga menjadi bahan penting dalam resep ini karena memberikan aroma khas sekaligus menambah cita rasa gurih. Gunakan daun kucai segar dan potong kecil-kecil supaya mudah tercampur dengan bahan lainnya.

Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat sekitar 10–12 buah perkedel jagung ukuran sedang:

Bahan utama:

  • Jagung manis ukuran sedang
  • Daun kucai, iris tipis
  • telur
  • 4 sendok makan tepung beras
  • 3 sendok makan tepung terigu
  • 1 sendok makan tepung tapioka
  • 80–100 ml air, sesuaikan dengan kekentalan adonan
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:

  • 3 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 1/2 sendok teh merica
  • Garam secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya

Kombinasi tepung beras dan tepung tapioka membantu menghasilkan lapisan perkedel yang lebih renyah setelah digoreng. Sementara itu, tepung terigu membantu menyatukan bahan agar adonan tidak mudah hancur ketika dimasak.

Cara Membuat Perkedel Jagung Daun Kucai

Setelah semua bahan tersedia, kamu bisa mulai mengolah jagung dan menyiapkan adonan. Pastikan setiap bahan tercampur dengan baik agar rasa bumbu tersebar merata pada seluruh bagian perkedel.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan perkedel jagung daun kucai yang gurih dan renyah:

  1. Siapkan jagung manis. Kupas kulit jagung, bersihkan rambutnya, kemudian cuci hingga bersih. Pipil biji jagung menggunakan pisau dan sisihkan sebagian kecil untuk dihaluskan agar adonan lebih mudah menyatu.
  2. Haluskan bumbu. Uleg atau blender bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, dan garam hingga menjadi bumbu halus.
  3. Campurkan bahan utama. Masukkan jagung pipil ke wadah, kemudian tambahkan daun kucai yang sudah diiris tipis. Masukkan bumbu halus dan telur, lalu aduk hingga tercampur rata.
  4. Tambahkan tepung. Masukkan tepung beras, tepung terigu, dan tepung tapioka secara bertahap. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai terbentuk adonan yang kental dan tidak terlalu encer.
  5. Panaskan minyak. Siapkan wajan dan tuangkan minyak goreng secukupnya. Panaskan menggunakan api sedang agar perkedel bisa matang merata tanpa cepat gosong.
  6. Goreng adonan. Ambil satu sendok makan adonan, kemudian masukkan ke dalam minyak panas. Pipihkan sedikit agar bagian tengahnya lebih mudah matang.
  7. Balik hingga matang. Goreng perkedel sampai bagian bawahnya berwarna kuning keemasan, kemudian balik secara perlahan. Tunggu hingga kedua sisinya matang dan terlihat renyah.
  8. Tiriskan perkedel. Angkat perkedel jagung yang sudah matang, lalu letakkan di atas saringan atau kertas penyerap minyak sebelum disajikan.

Tips agar Perkedel Jagung Daun Kucai Renyah di Luar dan Tidak Lembek

Tekstur perkedel sangat dipengaruhi oleh kondisi bahan dan kekentalan adonan sebelum digoreng. Jika terlalu banyak air atau adonannya terlalu tebal, perkedel bisa sulit matang merata dan menghasilkan bagian luar yang kurang renyah.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan air. Tuangkan sedikit demi sedikit sampai adonan cukup kental untuk mempertahankan bentuknya ketika dimasukkan ke dalam minyak.

Selain itu, perhatikan beberapa tips berikut agar hasil perkedel lebih maksimal:

  • Jangan terlalu banyak menghaluskan jagung. Biarkan sebagian besar biji jagung tetap utuh agar perkedel memiliki tekstur yang lebih menarik ketika digigit.
  • Gunakan tepung beras secukupnya. Tepung ini membantu menghasilkan lapisan luar yang renyah, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan agar perkedel tidak terlalu keras.
  • Pastikan minyak sudah panas. Memasukkan adonan ke dalam minyak yang belum cukup panas dapat membuat perkedel menyerap lebih banyak minyak.
  • Jangan memenuhi wajan. Goreng beberapa perkedel sekaligus dengan memberikan jarak agar suhu minyak tidak turun terlalu banyak.
  • Buat ukuran perkedel tidak terlalu tebal. Adonan yang lebih pipih membantu bagian dalam matang sebelum lapisan luarnya menjadi terlalu gelap.
  • Tiriskan setelah matang. Jangan langsung menumpuk perkedel ketika masih panas karena uap yang terperangkap dapat membuat permukaannya lebih cepat lembek.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga suhu minyak selama proses menggoreng. Gunakan api sedang dan sesuaikan intensitasnya jika perkedel terlihat terlalu cepat kecokelatan.

Agar tetap terasa renyah, sebaiknya perkedel disajikan selagi hangat setelah ditiriskan. Jika ingin menyimpannya, biarkan perkedel tidak lagi panas beruap sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan disimpan di lemari pendingin.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membuat Perkedel Jagung Daun Kucai

1. Apakah adonan perkedel jagung bisa dibuat sehari sebelum digoreng?

Bisa, tetapi adonan perlu disimpan dengan benar karena resep ini menggunakan telur mentah. Masukkan adonan ke dalam wadah tertutup dan simpan di lemari pendingin, bukan dibiarkan pada suhu ruang.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), makanan yang mengandung telur mentah sebaiknya segera dimasak atau disimpan dalam lemari pendingin dan dimasak dalam waktu maksimal 24 jam. Sebelum digunakan, periksa kembali kondisi adonan dan aduk hingga tercampur rata.

2. Apakah jagung manis segar bisa diganti dengan jagung beku atau jagung kalengan?

Bisa. Jagung beku maupun jagung kalengan dapat digunakan sebagai alternatif ketika jagung manis segar sulit ditemukan. Namun, perhatikan kadar airnya agar tidak memengaruhi kekentalan adonan.

Jika menggunakan jagung beku, cairkan terlebih dahulu dan tiriskan airnya. Sementara itu, jagung kalengan perlu ditiriskan sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya. Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan adonan perkedel dengan tekstur yang sesuai.

3. Bagaimana cara menyimpan perkedel jagung yang masih tersisa agar tidak cepat basi?

Biarkan perkedel tidak lagi panas beruap, kemudian masukkan ke dalam wadah bersih yang tertutup rapat dan simpan di lemari pendingin.

Sebaiknya jangan membiarkan perkedel terlalu lama berada pada suhu ruang sebelum disimpan. Menurut USDA melalui Food Safety and Inspection Service (FSIS), makanan matang yang tersisa sebaiknya disimpan pada suhu lemari pendingin 4°C atau lebih rendah dan dikonsumsi dalam waktu 3–4 hari.

Jika ingin disimpan lebih lama, perkedel dapat dibekukan. Saat akan disantap kembali, panaskan hingga benar-benar panas merata.