Liputan6.com, Jakarta - Bakwan jagung merupakan salah satu gorengan yang digemari masyarakat Indonesia. Perpaduan rasa manis alami jagung, bumbu gurih, dan lapisan adonan yang renyah membuat kudapan ini cocok disajikan sebagai camilan maupun lauk pendamping nasi.
Sayangnya, banyak orang yang gagal membuatnya renyah. Alih-alih nikmat disantap, bakwan jagung justru lembek dan terkadang tekstur jagungnya ikut hancur. Bayangan mencicipi sesuai rencana pun berantakan.
Untuk itu, bagi yang ingin membuat bakwan jagung dengan butiran tetap utuh, gurih dan renyah, agaknya bisa mengikuti panduan ala Liputan6 berikut. Mari simak selengkapnya, kami hadirkan untuk pembaca semua, Rabu (4/11).
Advertisement
1. Bahan-Bahan untuk Membuat Bakwan Jagung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4620891/original/053885200_1698053693-phoenix-han-SXYYd1hBxzU-unsplash.jpg)
Merujuk langkah membuat bakwan jagung yang renyah dan lezat dari situs kuliner dan penghargaan chef profesional di Amerika Serikat James Beard Foundation, membuat bakwan jagung memang tidak bisa sembarangan.
Pembuat harus menyiapkan bahan-bahan yang segar di mana bulir jagung masih utuh, termasuk meraciknya dengan komposisi adonan yang pas. Berikut takaran bahan yang bisa digunakan untuk membuat sekitar 10–12 buah bakwan jagung:
Bahan-bahan:
- 2 buah jagung manis ukuran sedang.
- 5 sendok makan tepung terigu.
- 2 sendok makan tepung beras.
- 2 siung bawang putih.
- 3 butir bawang merah.
- 1 batang daun bawang, iris tipis.
- ½ sendok teh ketumbar bubuk.
- Garam dan merica secukupnya.
- 50–100 ml air.
- Minyak goreng secukupnya.
Advertisement
2. Pilih Jagung Manis yang Segar dan Berisi
Seperti disebutkan sebelumnya, pemilihan jagung menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Gunakan jagung manis yang masih segar dengan biji berisi dan menempel rapat pada bonggolnya.
Jagung seperti ini memiliki tekstur yang kokoh untuk diolah menjadi gorengan sehingga bentuk butirannya akan tetap utuh. Selain itu perhatikan juga beberapa karakter jagung berikut:
- Amati kondisi permukaan jagung sebelum membelinya.
- Pilih tongkol dengan kulit luar yang masih tampak segar dan tidak kering.
- Biji jagung sebaiknya tidak banyak yang rusak, keriput, atau berubah warna.
- Jagung yang terlalu tua teksturnya lebih keras sehingga tidak cocok. Sedangkan jagung yang terlalu muda mungkin memiliki biji yang kecil dan sulit diolah.
- Setelah memilih jagung, bersihkan kulit dan rambutnya sebelum memipil biji menggunakan pisau.
- Letakkan tongkol dalam posisi tegak di atas talenan, lalu iris bijinya secara perlahan dari atas ke bawah.
- Usahakan pisau tidak terlalu dalam agar bagian tongkol yang keras tidak ikut terpotong.
Cara-cara tersebut kemudian membantu menghasilkan pipilan jagung yang cukup utuh dan dan menghasilkan kreasi bakwan jagung yang renyah, nikmat disantap dan bulirnya tetap utuh.
3. Sisakan Sebagian Besar Jagung dalam Bentuk Utuh
Hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat bakwan jagung yang renyah adalah dengan tidak menghaluskan seluruh butirannya. Setelah jagung dipisahkan dari bonggol, sisihkan sekitar tiga perempat bagian dalam kondisi utuh. Sementara itu, seperempat bagian lainnya bisa dihaluskan secara kasar menggunakan ulekan atau blender.
Jagung yang dihaluskan juga jangan terlalu halus. Cukup tekan beberapa kali sampai sebagian bijinya pecah dan mengeluarkan sari. Jika menggunakan blender, gunakan kecepatan rendah dalam waktu singkat agar teksturnya tidak terlalu lembut. Hindari memproses seluruh jagung sekaligus karena hasilnya bisa membuat adonan lebih menyerupai pasta dan mengurangi sensasi butiran saat bakwan dimakan.
Setelah itu, campurkan jagung yang dihaluskan dengan pipilan utuh dalam wadah. Pastikan jumlah jagung utuh tetap lebih banyak daripada bagian yang dihaluskan. Dengan komposisi tersebut, setiap bakwan memiliki campuran tekstur yang berbeda ketika digigit. Bagian jagung yang lembut membantu menyatukan adonan, sedangkan pipilan utuh memberikan rasa manis dan sensasi renyah alami.
Advertisement
4. Campurkan Tepung Secukupnya agar Jagung Tidak Tertutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2820007/original/008044200_1559273634-Bakwan_Jagung_Manado_S.jpg)
Setelah jagung siap, masukkan tepung terigu dan tepung beras ke dalam wadah. Tambahkan bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, dan merica. Masukkan pula irisan daun bawang untuk memberikan aroma. Aduk semua bahan sampai tercampur, kemudian perhatikan perbandingan jagung dan tepung agar adonan tidak terlalu padat.
Penggunaan tepung secukupnya membantu menjaga rasa jagung tetap menonjol. Jika tepung terlalu banyak, lapisan adonan bisa mendominasi setiap bagian bakwan sehingga butiran jagung terasa lebih sedikit. Sebaliknya, tepung yang terlalu sedikit bisa membuat adonan sulit menyatu ketika dimasukkan ke dalam minyak. Karena itu, gunakan takaran awal sesuai resep, lalu sesuaikan sedikit jika diperlukan berdasarkan kondisi jagung.
Pastikan setiap pipilan jagung terlapisi adonan secara merata tanpa tertutup terlalu tebal. Adonan sebaiknya menempel pada jagung dan mampu menyatukan pipilannya ketika diambil menggunakan sendok. Cara ini juga sejalan dengan teknik dalam resep Corn Fritters yang menggunakan adonan secukupnya untuk melapisi biji jagung. Dengan begitu, bagian jagung tetap menjadi unsur utama dalam setiap gorengan.
5. Jangan Membuat Adonan Terlalu Encer Sebelum Digoreng
Kekentalan adonan menentukan apakah bakwan bisa mempertahankan bentuknya ketika digoreng. Jika terlalu encer, campuran tepung dan jagung akan mudah menyebar saat terkena minyak panas. Hasilnya, bakwan bisa menjadi terlalu tipis dan sulit dibalik. Sebaliknya, adonan yang terlalu kental membuat gorengan terasa padat karena tepung berkumpul dalam jumlah banyak di antara pipilan jagung.
Agar adonan sesuai, tuangkan air sedikit demi sedikit ke dalam campuran jagung dan tepung. Mulailah dari sekitar 50 ml, kemudian aduk sampai seluruh bahan menyatu. Jika masih terlalu kering, tambahkan air dalam jumlah kecil sambil terus mengaduk. Jangan langsung menuangkan seluruh air karena kandungan air dalam jagung bisa berbeda sehingga kebutuhan cairan setiap adonan tidak selalu sama.
Adonan yang siap digoreng memiliki tekstur kental dan bisa diambil menggunakan sendok tanpa langsung menetes. Ketika disendok, butiran jagung masih terlihat jelas dan tidak terpisah dari campuran tepung. Jika adonan tampak terlalu cair, tambahkan sedikit tepung terigu. Namun, lakukan secara bertahap agar teksturnya tidak berubah menjadi terlalu berat dan rasa jagung tetap terasa setelah matang.
Advertisement
6. Goreng Bakwan Jagung dengan Minyak Panas
Setelah adonan siap, panaskan minyak dalam wajan dengan jumlah yang cukup untuk merendam sebagian besar permukaan bakwan. Gunakan api sedang dan tunggu sampai minyak panas sebelum memasukkan adonan. Minyak yang belum cukup panas bisa membuat bakwan menyerap lebih banyak minyak dan menghasilkan tekstur yang kurang renyah. Jika menggunakan termometer, suhu sekitar 170–180 derajat Celsius bisa dijadikan patokan awal untuk menggoreng.
Ambil satu sendok adonan, kemudian masukkan secara perlahan ke dalam minyak panas. Pipihkan sedikit menggunakan bagian belakang sendok agar ketebalannya merata dan bagian dalam lebih mudah matang. Jangan memasukkan terlalu banyak bakwan sekaligus karena suhu minyak bisa turun. Berikan jarak antargorengan agar setiap bagian mendapatkan panas yang cukup dan tidak saling menempel.
Goreng sampai bagian bawah berwarna kuning keemasan, lalu balik menggunakan spatula atau sutil. Lanjutkan memasak sampai kedua sisinya matang dan permukaannya terasa renyah. Setelah itu, angkat bakwan dan tiriskan di atas rak atau kertas penyerap minyak. Jika menggoreng dalam beberapa kelompok, beri waktu agar minyak kembali panas sebelum memasukkan adonan berikutnya.
7. Tips agar Butiran Jagung Tetap Terasa dan Bakwan Renyah
Untuk mempertahankan tekstur jagung, hindari mengaduk adonan terlalu kuat atau terlalu lama. Pengadukan berlebihan bisa membuat sebagian pipilan pecah sehingga teksturnya berkurang. Cukup aduk sampai tepung, bumbu, dan jagung tercampur. Sebaiknya adonan juga segera digoreng setelah selesai dibuat agar kandungan air dari jagung tidak terlalu banyak keluar dan membuat campuran semakin encer.
Ukuran bakwan juga perlu diperhatikan. Buat setiap gorengan dengan ketebalan sedang agar panas bisa mencapai bagian dalam tanpa membuat permukaannya cepat gosong. Jika adonan terlalu tebal, bagian luar mungkin sudah berwarna keemasan sementara bagian tengah masih lembek. Sebaliknya, bakwan yang terlalu tipis bisa kehilangan sensasi gigitan jagung karena pipilannya menyebar terlalu jauh.
Setelah matang, jangan langsung menumpuk bakwan dalam keadaan panas karena uap yang terperangkap bisa membuat permukaannya lembap. Letakkan di atas rak atau wadah yang memungkinkan sisa minyak dan uap keluar. Sajikan selagi hangat bersama cabai rawit atau saus sambal. Dengan menjaga komposisi jagung, kekentalan adonan, dan proses penggorengan, bakwan bisa memiliki permukaan renyah dengan butiran jagung yang tetap terasa.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bakwan Jagung
1. Bagaimana cara membuat bakwan jagung agar bijinya tetap utuh?
Sisakan sebagian besar jagung dalam bentuk pipilan utuh. Haluskan hanya sebagian kecil untuk membantu adonan menyatu dan mempertahankan bentuk bakwan.
2. Mengapa bakwan jagung terasa seperti tepung?
Penggunaan tepung yang terlalu banyak membuat rasa dan tekstur jagung kurang menonjol. Gunakan tepung secukupnya agar hanya berfungsi sebagai bahan pengikat.
3. Apakah jagung harus dihaluskan sebelum dibuat bakwan?
Tidak harus. Jagung bisa langsung dicampurkan dalam bentuk pipilan utuh atau dihaluskan sebagian sesuai tekstur yang diinginkan.
4. Bagaimana cara membuat bakwan jagung agar renyah?
Gunakan tepung secukupnya, atur kekentalan adonan, dan goreng dalam minyak yang sudah panas dengan api sedang. Hindari memasukkan terlalu banyak adonan sekaligus.
5. Apakah bakwan jagung perlu menggunakan telur?
Tidak wajib. Bakwan jagung bisa dibuat tanpa telur dengan mengatur komposisi tepung dan kekentalan adonan agar seluruh bahan bisa menyatu.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386168/original/000209900_1793335600-zoshua-colah-UzElwm8CgQI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388686/original/071923900_1793674906-e813ae1a-3294-45fc-bf5e-09b564c4fe04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388683/original/061015300_1793674777-HL_nasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349790/original/065190400_1789544416-Pancake_telur_dan_kornet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383129/original/061215900_1793071996-IMG_3343.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4839481/original/069755200_1716354898-Sepiring_ayam_goreng_mentega_chinese_food._Liputan6.comIGmutiararestaurant.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382413/original/015074300_1792994944-zulkarnain-nasution-9j89eqlrqSo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387543/original/036976700_1793513710-Gemini_Generated_Image_q8tmwqq8tmwqq8tm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387615/original/051540800_1793520461-HL_rotu.jpg)