Bos Kadin Semringah Ada Insentif Pajak Industri Tekstil

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menanggapi rencana pemerintah untuk membangkitkan industri tekstil.

Diterbitkan 24 September 2026, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie melihat angin segar pulihnya industri tekstil nasional. Dia menyambut baik rencana pemberian insentif dari pemerintah ke sektor tersebut.

Pemerintah menyiapkan insentif diantaranya rencana pembebasan pajak (tax holiday), serta pemberian kredit usaha ke pelaku industri. Anindya mengatakan, hal tersebut bisa mendukung perkembangan industri tekstil nasional.

"Kita ketahui industri tekstil itu sangat padat modal, padat biaya juga, sehingga pemerintah ingin memastikan bahwa bukan saja terus bertahan, tapi juga bisa berkembang," ungkap Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

"Jadi kami mendukung dengan adanya insentif-insentif tersebut dan juga mendukung fakta bahwa Danantara juga apa ikut mengambil peran untuk membantu industri tekstil ini," dia menambahkan.

Dia melihat langkah tersebut bisa memperkuat produk tekstil RI di pasar global. Apalagi mengingat tekstil, garmen, hingga alas kaki merupakan produk andalan ekspor RI ke pasar dunia.

"Dan ingat, tekstil, garmen, alat apa sepatu, itu merupakan apa komoditas ataupun barang yang diekspor terbesar ke Amerika dan saya yakin juga nanti ke Eropa," jelas dia.

Industri Tekstil Masih Berkembang

Anindya menyampaikan, industri tekstil saat inu masih memiliki ruang untuk berkembang kedepannya. Namun, strategi untuk mendorong hal tersebut perlu diracik.

"Tekstil itu merupakan suatu industri yang ke depannya tetap mesti ditekuni. Karena bagaimanapun juga industri ini terus berkembang," ucap dia.

"Hanya saja kita mesti pandai memikirkan di dalam rantai pasoknya di mana kita ingin bermain, dan yang kedua, tentu dengan modernisasi ini, apalagi dengan AI, robotik, nah ini bagaimana kira-kira industri tekstil itu (berkembang)," ia menambahkan.

 

Insentif Industri Tekstil

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan pemerintah mempertimbangkan insentif pajak buat industri tekstil. Salah satunya kebijakan pembebasan pajak atau tax holiday.

Dia mengamini tax holiday biasanya diberikan pada investasi yang baru masuk sebagai bentuk insentif perpajakan. Namun, pemerintah akan mempertimbangkan kebijakan serupa bagi pengusaha industri tekstil.

"Dari segi insentif yang bisa diberikan, contohnya adalah tadi dibicarakan kalau selama ini mungkin tax holiday diberikan, tax allowance juga diberikan kepada jenis investasi yang baru. Nah, ini untuk tekstil akan diconsider untuk diberikan kembali tax holiday, yaitu salah satunya," ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).

 

Keringanan Pajak

Keringanan pajak pertambahan nilai (PPN) dan aspek lainnya juga tengah dibahas oleh pemerintah. Pada konteks pengembangan industri tekstil, Chief Executive Officer (CEO) Danantara ini juga akan menyiapkan kawasan tekstil terintegrasi.

"Kami di Danantara juga akan menyiapkan satu daerah khusus untuk pembangunan, untuk integrasi dari hulu ke hilir agar lebih efisien dengan menggunakan teknologi yang baik, yang benar, untuk membuat produk-produk kita juga mempunyai daya saing yang lebih baik," bebernya.

"Karena kita ketahui bersama industri tekstil ini penyerapan tenaga kerjanya salah satu yang paling tinggi di dalam industrinya," imbuh Rosan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6