Legenda Liverpool Ragu MU Bisa Finis 4 Besar Meski Tunjukkan Kebangkitan di Bawah Ruben Amorim

Manchester United tengah menikmati periode positif di Premier League setelah mencatat tiga kemenangan beruntun. Namun, legenda Liverpool, Emile Heskey, menilai kebangkitan tersebut belum cukup untuk menjadikan Setan Merah sebagai penantang serius di papan atas musim ini.

Diterbitkan 01 November 2025, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Manchester United tengah menikmati periode positif di Premier League setelah mencatat tiga kemenangan beruntun. Namun, legenda Liverpool, Emile Heskey, menilai kebangkitan tersebut belum cukup untuk menjadikan Setan Merah sebagai penantang serius di papan atas musim ini.

Tiga kemenangan atas Sunderland, Liverpool, dan Brighton menjadi bukti bahwa Ruben Amorim mulai menemukan ritme bersama skuadnya. Atmosfer positif kembali terasa di Old Trafford, bahkan posisi United kini menanjak ke peringkat enam klasemen sementara.

Tantangan berikutnya adalah laga tandang ke markas Nottingham Forest, tim yang baru saja menelan kekalahan pertama di era pelatih baru mereka, Sean Dyche.

Keraguan Heskey

Meski demikian, Heskey menilai target realistis United musim ini hanyalah finis di delapan besar.

“Amorim mulai memahami timnya, gaya bermain yang cocok di Premier League, dan karakter para pemainnya. Itu pertanda baik,” ujar Heskey kepada Dream Vegas.

“Saya rasa klub melihat proyek jangka panjang padanya. Langkah pertama adalah memastikan mereka bisa menembus delapan besar, lalu perlahan naik ke enam besar. Itu sudah jadi musim yang sukses bagi saya.”

Heskey menegaskan bahwa United masih jauh dari level tim-tim yang bersaing di empat besar. “Mereka harus tetap menekan pedal gas, tapi realistis saja, saat ini mereka masih tertinggal jauh,” tambahnya.

Tantangan di MU

Sementara itu, Amorim mengaku perjalanan setahun pertamanya di Old Trafford penuh tantangan, namun juga memberi banyak pelajaran berharga.

“Ini perjalanan besar, dengan banyak momen sulit dan menyenangkan. Saya belajar untuk tetap berpegang pada prinsip saya bahkan di masa terburuk,” kata Amorim.

“Menjadi manajer Manchester United adalah salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya, dan saya ingin terus melanjutkannya selama mungkin.”

Laga melawan Nottingham Forest akan menjadi momen spesial bagi Amorim, tepat satu tahun sejak ia menggantikan Erik ten Hag sebagai pelatih United.

Kini, sorotan tertuju padanya: apakah tren positif ini bisa menjadi fondasi kebangkitan sejati Manchester United?

Sumber: Dream Vegas

Klasemen Premier League 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Spanyol vs Portugal, Roberto Martinez: Kami Tidak Gagal!

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan