4 Dampak bagi Manchester United jika Degradasi dari Liga Inggris: Bisa Jadi Kenyataan

Manchester United (MU) menghadapi ancaman serius. Saat memasuki tahun 2025, Setan Merah masih terperangkap di posisi ke-15 klasemen sementara Premier League 2024/2025.

Diperbarui 08 Januari 2025, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Pemain Akademi Dapat Kesempatan

Jika Manchester United mengalami kekalahan dan terdegradasi ke divisi Championship, maka prospek akademi akan menjadi milik mereka sendiri. Seperti yang telah terjadi dalam sejarah klub ini, United memiliki sejumlah pemain akademi yang menjanjikan dalam skuad mereka, di antaranya adalah Toby Collyer, Dan Gore, Harry Amass, Chido Obi-Martin, dan Jack Fletcher.

Meskipun saat ini mereka belum mendapatkan kesempatan untuk bermain di Premier League, mengandalkan talenta muda akan menjadi strategi yang tepat untuk menghadapi kompetisi di Championship. Dengan potensi yang dimiliki oleh para pemain muda ini, mereka bisa menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan klub di masa depan.

3. Kerugian Finansial Signifikan

Keterpurukan Manchester United di Liga Champions memang berdampak negatif, namun jika mereka terdegradasi dari Premier League, dampaknya akan jauh lebih parah. Menurut City AM, kehilangan tempat di Premier League dapat mengakibatkan kerugian minimal sebesar 85 juta pound, tetapi mengingat reputasi MU sebagai klub besar di dunia, kerugian tersebut mungkin akan lebih besar jika ditambahkan dengan pendapatan dari sponsor dan penjualan tiket.

Pada bulan September 2024, klub ini mengumumkan bahwa mereka mengalami kerugian bersih sebesar 113,2 juta pound. Selain itu, mereka juga melaporkan kerugian operasional yang mencapai 6,9 juta pound untuk kuartal pertama tahun keuangan 2024/2025. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan MU di liga utama untuk menjaga kestabilan finansial mereka.

4. Ruben Amorim Hengkang

Ruben Amorim belum mampu memberikan kontribusi yang baik bagi manajer baru, terbukti dengan catatan lebih banyak kekalahan daripada kemenangan dalam 11 pertandingan yang dilakoninya di MU (empat kemenangan berbanding enam kekalahan). Pastinya tidak mungkin ia akan bertahan di Old Trafford jika MU mengalami degradasi dan perceraian akan terjadi.

Jika situasi ini terus berlanjut, sangat mungkin Amorim memilih untuk kembali ke Portugal, tempat di mana ia dapat berusaha memperbaiki reputasi yang telah terpuruk. Keputusan ini mungkin menjadi langkah strategis bagi Amorim untuk menemukan kembali performa terbaiknya dan kembali bersinar di dunia sepakbola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan