5 Kesalahan Terbesar MU di Bursa Transfer pada Era Ed Woodward

MU tidak hanya menghabiskan uang dengan sembrono, tapi juga sulit untuk menjual pemain mereka dengan harga yang layak.

Diperbarui 09 September 2020, 00:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manchester - Manchester United (MU) mencoba mendatangkan Jadon Sancho dari Borussia Dortmund pada musim panas ini. Namun, Setan Merah kesulitan mendapatkan pemain sayap berusia 20 tahun itu.

Belum adanya perekrutan pemain yang sigfinikan hingga sekarang membuat MU bisa mengulangi kesalahan sama di bursa transfer.

MU memiliki dua bursa transfer yang bagus di musim 2019/20. Namun sebelum itu, tepatnya setelah Sir Alex Ferguson pensiun, MU terkenal gegabah karena nekat dalam belanja pemain.

Tidak hanya menghabiskan uang dengan sembrono, tapi sulit untuk menjual pemain mereka dengan harga yang layak. MU beberapa kali melepas pemain yang berpotensi memiliki masa depan cerah di klub.

Berikut 5 kesalahan MU di bursa transfer pada era Ed Woodward seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini

5. Menjual Wilfried Zaha dan Memphis Depay

Kedua pemain sayap ini tidak luar buasa saat MU menjualnya. Zaha masih mencoba untuk masuk ke tim tuama, sementara Depay penampilannya tidak menentu sehingga menghalai kemajuan Mu. Tapi, mereka juga bermain untuk manajer yang tidak tertarik untuk mempertahankannya.

Baik Wilfried Zaha maupun Memphis Depay pindah dan kini berkembang menjadi pemain penting di mereka. Zaha dijual ke Crystal Palace dengan biaya awal 10 juta pound, kini naik menjadi 15 juta pound dengan bonus. Depay dijual dengan harga awal sekitar 16-17 juta pound ke Olympique Lyon.

Zaha dan Depay sebenarnya akan sangat senang bermain di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Dengan demikian, keputusan manajemen yang dikombinasikan dengan kebijakan perekrutan yang buruk menyebabkan MU kehilangan dua pemain potensial.

 

 

4. Mendatangkan Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin, dan Radamel Falcao

MU membeli sederet gelandang, dua di antaranya Bastian Schweinsteiger dan Morgan Schneiderlin di era manajer Louis van Gaal. Namun, kedua pemain ini berkontribusi kecil.

Pembelian Schweinsteiger dan Schneiderlin dianggap pemborosan. Bahkan, Schweinsteiger mengalami ujian tidak horman saat Jose Mourinho menggantikan Van Gaal. Manajer asal Portugal itu mengirimnya berlatih bersama U-23 karena masalah kebugaran.

Sementara Schneiderlin hanya bermain dalam tiga pertandingan pada musim keduanya. Dia kemudian dijual ke Everton pada jendela transfer Januari musim 2016-17.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Baik Schweinsteiger dan Schneiderlin adalah pembelian keliru karena MU dapat menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial. Sementara itu, Radamel Falcao yang didatangkan MU dari Monaco dengan status pinjaman juga kurang berkontribusi.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan