5 Kesalahan Terbesar MU di Bursa Transfer pada Era Ed Woodward

MU tidak hanya menghabiskan uang dengan sembrono, tapi juga sulit untuk menjual pemain mereka dengan harga yang layak.

Diperbarui 09 September 2020, 00:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Baik Schweinsteiger dan Schneiderlin adalah pembelian keliru karena MU dapat menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial.

Sementara itu, Radamel Falcao yang didatangkan MU dari Monaco dengan status pinjaman juga kurang berkontribusi.

3. Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan tak akan pernah cocok dengan rencana Jose Mourinho untuk MU. Dia butuh waktu untuk mendapat tempat di skuat utama Setan Merah.

Mkhitaryan bukan sosok yang mau turun ke belakang untuk membantu pertahanan. Padahal, ia datang ke Old Trafford pada 2016 bermodal penampilan apik di Bundesliga bersama Borussia Dortmund.

Mkhitaryan akhirnya menjadi andalan MU di Liga Inggris dan Europa. Terbukti, asal Armenia menjadi bagian penting dalam kemenangan MU di Liga Europa 2017.

Meski memulai dengan langkah tepat, Mkhitaryan mengalami hal berbeda di musim kedua. Kontribusi gelandang yang didatangkan dari Borussia Dortmund menurun.

Mkhitaryan kemudian dilepas ke Arsenal dengan kesepakatan MU mendapatkan Alexis Sanchez.

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria adalah pemain yang luar biasa. Dia secara mengejutkan dilepas oleh Real Madrid pada musim panas 2014 setelah bisa dibilang sebagai pemain terbaik di musim 2013-14.

Namun, manajer Manchester United Louis Van Gaal tidak tahu cara menggunakan pemain Argentina itu. Di Maria dimainkan lebih melebar pada awalnya dan tidak bisa mengeluarkan 'sihirnya'.

Banyaknya perubahan posisi menghambat penampilan Di Maria sehingga tidak dapat membantu MU. Meski demikian, Di Maria masih mencatatkan 12 assist di Liga Inggris musim 2014-15.

MU seharusnya berusaha mempertahankannya atau setidaknya mengelolanya dengan lebih baik. Tapi, Setan Merah justru menjualnya setelah musim berakhir dengan kerugian 16 juta pound.

Di Maria kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain dan kini telah menjadi salah satu pemain terpenting bagi juara Ligue 1 Prancis tersebut.

Keragu-raguan dan pandangan pendek dari petinggi MU menunjukkan mereka tak ada rencana jangka panjang. Mereka hanya berpindah dari satu manajer ke manajer berikutnya serta dari satu filosofi ke filosofi lainnya dengan cara yang sembrono dan Di Maria salah satu korbannya.

 

 

1. Alexis Sanchez

Kesalahan paling mahal adalah Alexis Sanchez. Pemain asal Chile ini hampir menandatangani kontrak dengan Manchester City sebelum MUh memutuskan untuk membajak kesepakatan itu.

Setelah menceteak 80 gol dari 166 pertandingan untuk Arsenal, Sanchez tersedia dengan harga diskon. Namun, gaji mantan pemain Barcelona itu sangat tinggi.

MU mendatangkan Sanchez dengan cara ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan. Tapi, langkah tersebut ternyata tidak menguntungkan MU.

Setan Merah sudah memiliki Anthony Martial dan Marcus Rashford bermain di sayap kiri atau kanan. Kedatangan Sanchez hanya akan menghadap perkembangan kedua pemain muda ini. Tapi, Mourinho memutuskan untuk memainkan pemain muda dan menjadikan Sanchez yang berkinerja buruk sebagai starter reguler.

Sanchez digaji lebih dari 300.000 pound per minggu dan dia tidak berguna begitu kursi manajer diambil alih Ole Gunnar Solskjaer. Tapi, MU tidak menjual Sanchez dan meminjamkannya ke Inter Milan sambil tetap membayar gajinya.

MU dikabarkan akan menjual Sanchez ke Inter Milan di musim panas ini. Hal tersebut akan mengakhiri pembayaran gaji Sanchez yang bermain untuk lain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan