Hantavirus dari Tiongkok Tidak Menular Antarmanusia

Menurut Ilmuwan asal Swedia Dr Sumaiyah Shaikh, Hantavirus Pulmonary Syndrome merupakan virus yang sudah ada sejak lama, yakni sejak 1950.

Diterbitkan 25 Maret 2020, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Atau bisa juga ketika manusia memegang tikus tanpa menggunakan perantara atau dengan tangan kosong kemudian memegang wajah dan hidung. Sedangkan dalam kasus yang jarang terjadi bisa melalui gigitan tikus.

Organisasi Kesehatan Dunia juga menyebutkan bahwa kasus hantavirus ini biasanya terjadi di daerah pedesaan, hutan, ladang, dan peternakan. Karena di sana terdapat banyak sekali Tikus Sylvatic yang menampung virus.

Gejala Terinfeksi Hantavirus

Demam dan Mengigil

Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Hantavirus adalah penderita akan mengalami demam dan menggigil. Menggigil ini menjadi sebuah tanda otot tubuh mengalami kontraksi secara cepat dan berulang hingga meningkatkan suhu tubuh penderita.

Mengalami Sakit Kepala dan Sakit Tubuh

Sakit tubuh ini menjadi sebuah tanda ada infeksi dari virus yang masuk ke dalam tubuh penderita. Dalam kasus ini adalah infeksi yang disebabkan penyakit paru Hantavirus.

Penderita Akan Mengalami Kram Perut

Kram perut ini akan menyebabkan perut terasa kaku dan tegang pada otot perut atau juga otot-otot yang ada di sekitar perut. Jadi bisa berarti pula bahwa infeksi penyakit paru Hantavirus ini juga menyerang lapisan dinding perut atau organ yang ada di dalam rongga perut.

Muncul Cairan di Paru-paru

Gejala Hantavirus terakhir setelah 10 hari penderita terinfeksi penyakit paru Hantavirus adalah akan ada cairan yang terbentuk di paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan pernafasan yang cukup fatal. 

Cara Mencegah Infeksi Hantavirus

Agar risiko infeksi atau penularan penyakit paru Hantavirus ini bisa diminimalisir, maka biasakan untuk rajin membersihkan rumah yang diduga memiliki banyak tikus. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya kutu yang disebabkan oleh tikus dan mengurangi dibentuknya sarang tikus oleh induk.

Begitu juga bagi para petani yang seringkali menjumpai tikus di sawah agar tetap waspada dengan memakai masker dan sepatu boat jika memungkinkan.

Kemudian jangan membiarkan gudang, kabin, garasi, dan bangunan atau ruang apapun ditutup dalam waktu yang lama. Karena hal ini akan menyebabkan tikus banyak yang suka bersarang di sana. Sehingga kotoran, urin, bahkan air liur tikus akan mudah menyebar juga ke ruangan lain yang ada di sekitarnya.

Bekerja di daerah yang mungkin banyak kutu tikus seperti lumbung padi. Bahaya dari interaksi dengan kutu tikus ini karena bakteri yang menyebabkan penyakit berasal dari kerongkongan kutu yang menghisap darah tikus. Penularan kutu tikus ini bisa menyebar melalui gigitan baik manusia maupun hewan.

Sebenarnya yang perlu diwaspadai tidak hanya pada tikus tetapi pada hewan lain seperti unta, kelinci, kucing, rusa, anjing, tupai, dan domba. Pasalnya, hewan-hewan ini memiliki kemungkinan besar dihinggapi kutu tikus, sehingga mudah bagi kutu tikus menjadi perantara penularan infeksi penyakit paru Hantavirus. Apabila infeksi penyakit paru akibat kutu tikus tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa penderitanya.

Disadur dari Liputan6.com (Penulis Laudia Tysara / Editor Sheptika Shidqiyyah Published 25/3/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan