Dinkes Karawang Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan Hindari Hantavirus

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang meminta masyarakat menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan hindari kemungkinan penularan Hantavirus.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan untuk menghindari kemungkinan penularan Hantavirus.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang Yayuk Sri Rahayu, kewaspadaan perlu dilakukan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah setempat.

"Kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus dari tikus ke manusia perlu dilakukan, sebagai bagian dari langkah antisipasi atas informasi terdeteksi kasus tersebut di Indonesia, termasuk di wilayah setempat," ujar Yayuk dihubungi di Karawang, Selasa (19/5/2026) melansir Antara.

Ia mengimbau masyarakat Karawang tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut dia, kebersihan lingkungan perlu dilakukan karena Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan tikus melalui cairan tubuh seperti urin, feses, dan air liur. Selain kontak langsung, virus ini juga dapat menular melalui debu di area yang terkontaminasi kotoran tikus.

"Dinkes Karawang telah menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan dengan memfokuskan pemantauan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit," papar Yayuk.

 

Tenaga Kesehatan Diminta Jeli Telusuri Riwayat Lingkungan

Menurut Yayuk, seluruh tenaga kesehatan telah diinstruksikan untuk jeli menelusuri riwayat lingkungan pasien yang datang dengan gejala flu berat.

"Kami memantau terus kasus ISPA atau SARI. Harapannya bukan Hanta, tapi tetap harus diperiksa lanjut lewat laboratorium untuk memastikan," katanya.

Untuk diketahui, Hantavirus atau virus hanta merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Virus hanta kembali menjadi perhatian publik setelah adanya laporan penumpang kapal pesiar MV Hondius tujuan Tenerife, Spanyol, yang terjangkit virus tersebut hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat temuan tiga kasus positif Hantavirus di ibu kota. Selain itu, sebanyak enam kasus suspek hingga kini masih dalam pemantauan.

"Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan. Tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor," kata Ani di Jakarta, dikutip Selasa (19/5/2026).

 

Ada 3 Kasus Hantavirus di Jakarta, 6 Suspek Masih Dipantau

Ani menjelaskan, Dinkes DKI telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus kepada seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta sebagai tindak lanjut arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Untuk hal-hal kewaspadaan yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, kami sudah memberikan suat edaran terkait kewaspadaan kasus hanta ini untuk seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta," ucap dia.

Selain itu, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta juga telah ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel guna memperketat pemantauan kasus.

"Kami sudah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan monitoring yang lebih ketat untuk menangkap adanya suspek kasus hanta virus yang ada di masyarakat," kata Ani.

Ia menambahkan, Dinkes DKI juga mengerahkan Tim Gerak Cepat untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini apabila terjadi peningkatan kasus Hantavirus secara signifikan.

"Selain itu juga ada tim Gerak Cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," ucap Ani.

Ani mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan virus. Pasalnya, Hantavirus ditularkan melalui tikus, baik dari kotoran, air liur, urine, maupun gigitan hewan tersebut.

"Kepada masyarakat pada dasarnya yang pertama adalah tetap melakukan protokol pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir karena itu adalah kunci untuk mencegah masuknya virus ke tubuh kita," jelas Ani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6