BPBD NTT: 7.968 Rumah dan 744 Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa

BPBD NTT menyebut ribuan rumah dan fasilitas umum serta infrastruktur rusak akibat gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 09:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Hingga Senin kemarin, berdasarkan hasil laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, sebanyak 7.968 rumah rusak akibat gempa. Hal itu diungkap Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani, Selasa (18/8/2026).

Tak rumah warga yang rusak, tercatat gempa juga merusak 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur.

Mahadin Sibarani mengatakan, angka tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

"Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima kerusakan bangunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan situasi sebelumnya pada 15 Agustus 2026.

Saat itu BPBD mencatat sebanyak 1.639  rumah rusak. Dalam dua hari jumlah tersebut meningkat menjadi 7.968 unit atau bertambah lebih dari empat kali lipat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Jumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak meningkat dari 163 unit pada laporan sebelumnya menjadi 744 unit.

Mahadin mengatakan peningkatan jumlah kerusakan tidak terlepas dari proses pendataan yang semakin luas di wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.

"Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, data dari BMKG menyebutkan, hingga hari ini, Selasa (18/8/2026), pukul 05.00 WIB, telah terjadi sebanyak sebanyak 2.119 gempa susulan, dengan Magnitudo terbesar 6,2 dan Magnitudo terkecil 1,3. Sedangkan Magnitudo di atas M5 ada 24 gempa. Dari ribuan gempa susulan itu, tercatat ada 70 gempa yang getarannya dirasakan masyarakat.

Dari grafik peluruhan masih fluktuatif, belum terlihat jelas pola peluruhan, estimasi sekitar 2-3 minggu ke depan akan stabil.