Liputan6.com, Jakarta- Kol goreng semakin populer dan disukai orang Indonesia akhir-akhir ini. Sayuran ini biasanya menjadi menu lalapan yang umum ada di pecel lele atau ayam penyet.Â
Sayuran kol sebenarnya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Kol mentah mengandung zat antikanker dan dapat menurunkan risiko kanker, karena terdapat senyawa sulforaphane. Selain itu, kandungan apigenin dalam sayur kol mentah dapat membantu mengobati kanker payudara.
Namun, hal ini tidak berlaku pada kol goreng. Kol goreng sangat tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi terlalu banyak.
Dampak buruk kol goreng bagi kesehatan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Terlebih, jika sayur ini dimasak dengan minyak, yang tentunya akan memicu kolesterol tinggi. Proses penggorengan akan menghancurkan dan menghilangkan beberapa jenis vitamin yang terkandung pada kol, seperti vitamin A, B, C, dan K.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (19/1/2020) tentang dampak buruk sayuran kol goreng bagi kesehatan:
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Dampak buruk kol goreng bagi kesehatan yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kol mentah sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan jantung lantaran tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya.
Namun apabila digoreng dengan suhu yang tinggi, sayuran ini akan menyerap sebagian minyak goreng. Kandungan lemak jenuh serta kolesterol jahat (LDL) dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.
Â
Rentan Terkena Stroke
Kadar kolesterol buruk yang cukup tinggi juga akan membuat kamu terkena penyakit lainnya, seperti stroke. Hal ini tentu membuat kamu harus berpikir ulang untuk mengonsumsi kol goreng ini.
Bahkan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lemak jenuh dapat membuat kamu mengalami obesitas. Sehingga akan lebih baik jika kamu memilih kol mentah untuk dijadikan lalapan makanan ketimbang kol goreng.
Obesitas
Selain itu, seperti yang telah disinggung sebelumnya, dampak buruk kol goreng selanjutnya adalah dapat menyebabkan obesitas. Kol goreng sangat tidak dianjurkan bagi kamu yang ingin memiliki berat badan ideal. Sayuran ini dapat menambah berat badan.
Kol yang digoreng otomatis akan mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat lantaran dapat menyerap kandungan tidak sehat dari minyak. Jika kamu mengonsumsinya dalam porsi banyak atau frekuensi yang sering, maka risiko untuk mengalami kenaikan berat badan semakin tinggi, sehingga kamu berisiko terkena obesitas.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
![[Bintang] Kol Goreng](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/_9ElTkxV2fR0r0cyDRFIwflty8A=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1894233/original/097049100_1518500131-kol-goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4681517/original/056250300_1702271601-nordwood-themes-q8U1YgBaRQk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183142/original/032283200_1744166341-full-shot-depressed-woman-with-pillow_23-2149071860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9252834/original/048374100_1783147615-bpom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3307961/original/086779700_1606386340-young-woman-haviing-abdominal-pain-because-menstruation-lying-couch-holding-her-stomach_231208-689__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9141784/original/036041900_1783077397-azhar_jaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3524262/original/002035500_1627480618-national-cancer-institute-59pGROkKJPE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111842/original/052050600_1783064184-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_7.56.34_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4033144/original/022112000_1653456779-excited-group-people-watching-football-soccer-sport-match-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4607521/original/065887600_1697033962-elen-sher-7tpjP8daPMc-unsplash.jpg)