Ingin Jauh dari Depresi? Kenali 7 Jenis dan Gejalanya

Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber beberapa jenis depresi dan gejalanya yang perlu kamu kenali, Sabtu (16/11/2019).

Diterbitkan 17 November 2019, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Beberapa ahli kesehatan mental percaya bahwa jenis depresi ini mungkin merupakan bentuk ringan dari gangguan bipolar yang dikenal sebagai cyclothymia. Depresi atipikal seringkali muncul di saat awal masa remaja dan bisa berlanjut ke kehidupan dewasa.

Gejala depresi atipikal berupa kenaikan berat badan yang terjadi secara signifikan, meningkatnya nafsu makan, tidur berlebihan, rasa berat di lengan atau kaki, dan kepekaan terhadap penolakan.

Depresi Peripartum

Jenis depresi peripartum biasanya terjadi selama kehamilan atau dalam empat minggu setelah kamu melahirkan bayi. Diperkirakan tiga hingga enam persen wanita akan mengalami jenis depresi ini selama kehamilannya atau dalam periode postpartum.

Penelitian baru menunjukkan sekitar 50 persen depresi ini juga terjadi sebelum wanita melahirkan. Wanita dengan gangguan depresi ini biasanya mengalami kecemasan, serangan panik, kehilangan nafsu makan, masalah tidur, merasa tidak berharga, gelisah, paranoia, dan dalam kasus yang jarang terjadi jenis depresi ini bisa memiliki fitur psikotik.

Depresi Dyshoric Pramenstruasi

Dysphoric pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder merupakan depresi yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Gejala psikolois perempuan yang mengalami kondisi ini lebih parah dari PMS.

Ciri khas depresi ini adalah merasa lebih emosional di hari-hari menjelang menstruasi. Gejala lainnya yang umum dirasakan seperti nyeri sendi dan otot, kram, kembung, dan nyeri pada payudara, terjadi penurunan energi, lebih cepat marah dan mudah tersinggung, perubahan suasana hati yang ekstrem, dan konsumsi makanan dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya.

Depresi Melankolis

Jenis depresi melankolis merupakan bentuk besar dari gangguan depresi mayor, di mana indikator utamanya karena rasa sedih yang berlarut-larut. Gejala depresi melankolis seperti hilangnya rasa senang pada suatu kegiatan, tidak ada reaksi terhadap hal-hal baik dan menyenangkan sedang terjadi, agitasi psikomotor seperti mondar-mandir atau meremas-remas tangannya, merasa bersalah, insomnia, dan meningkatnya depresi di pagi hari.

Depresi Katatonia

Penderita jenis depresi katatonia biasanya mengalami gangguan psikomotor yang parah. Gejala depresi katatonia melibatkan ketidakmampuan untuk bergerak yang terjadi secara tiba-tiba atau gerakan dengan jumlah yang berlebihan, tetapi tidak memiliki tujuan tertentu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Nisa Mutia Sari, Edu Krisnadefa, Septika ShidqiyyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan