HEADLINE: Final Liga Champions Tottenham Hotspur Vs Liverpool, Siapa Bawa Pulang Trofi ke Inggris?

Laga final Liga Champions antara Tottenham Hotpur vs Liverpool akan digelar digelar Sabtu (2/6/2019) atau Minggu dini hari WIB.

Diterbitkan 01 Juni 2019, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, dokter tim Liverpool sendiri telah menjamin Salah bakal tampil Wanda Metrpolitano. Begitu juga dengan penyerang Roberto Firmino, yang sempat mengalami cedera pangkal paha.

Liverpool Diunggulkan, Tottenham Underdog

Liverpool sendiri lebih banyak diunggulkan, ketimbang Tottenham. Alasannya, salah satunya adalah pengalaman Liverpool tampil di ajang elite Eropa. The Reds sejauh ini sudah lima kali memenangkan Liga Champions. Total, mereka telah delapan kali tampil di final, termasuk musim lalu.

Bandingkan dengan Tottenham, yang bisa dibilang "masih hijau" di ajang Liga Champions. Paling bagus, prestasi mereka adalah saat menembus semifinal pada musim 1961/62. Ketika itu, mereka akhirnya disingkirkan klub Portugal, Benfica.

Namun begitu, posisi sebagai tim yang tidak diunggulkan alias underdog, justru menguntungkan bagi Tottenham. Hal itu diungkap mantan bintang mereka, Darren Anderton.

Dia bahkan yakin, tim asal London itu yang akan sukses membawa pulang trofi The Big Ears. "Saya pikir Tottenham akan memenangkan final Liga Champions," ujar Anderton, yang kini berusia 47 tahun. "Semua tekanan ada di Liverpool untuk memenangkan pertandingan dan itu bisa menguntungkan Tottenham."

Hal yang sama diungkap legenda Liverpool, Michael Owen. "Semua tekanan ada pada Liverpool karena mereka tahu kalau mereka harus memenangkan trofi setelah musim yang dialami," ujar Owen kepada Press Association Sport. "Sedangkan Spurs berada di bawah tekanan yang jauh lebih sedikit dan mereka telah melampaui ekspektasi dengan mencapai final ini."

Pochettino Bakal Menangis

Bagi pasukan Tottenham sendiri, status sebagai underdog sama sekali tak meresahkan mereka. Mereka tetap optimistis mampu mengalahkan Liverpool di Wanda Metropolitano.

"Kami punya kesempatan fantastis di Liga Champions, yakni menjuarainya. Liga Champions merupakan trofi terbesar yang bisa Anda menangkan," kata kiper sekaligus kapten Tottenham, Hugo Lloris seperti dilansir Evening Standard.

Sementara itu, manajer Tottenham, Mauricio Pochettino menyebut, akan menjadi sebuah prestasi luar biasa jika mereka bisa tampil jadi juara Liga Champions 2018/19.

“Jika nanti Tottenham menjadi juara Liga Champions, mungkin saya akan menangis seminggu penuh tanpa henti," ujar Pochettino, dikutip Metro.“Pencapaian pada musim ini, membuat saya merasa sangat memiliki Tottenham."

 

Klopp Berharap Pepatah Jerman

Berbeda dengan Pochettino, manajer Liverpool, Jurgen Klopp, justru sudah berpengalaman tampil di final Liga Champions. Final di Wanda Metropolitano adalah final ketiganya.

Masalahnya, di dua final terdahulu, pria asal Jerman ini selalu gagal. Pada musim 2012/13, usai membawa Borussia Dortmund tampil gemilang hingga ke final, mereka ditekuk sesama tim Jerman, di partai puncak.Sementara musim lalu, Liverpool disingkirkan Real Madrid.

Maka itu, musim ini, Klopp berharap tuah pada usaha ketiga saat menjalani final Liga Champions 2018/2019. Dia pun berharap dapat mempersembahkan titel keenam bagi The Reds.

"Di negara kelahiran saya ada pepatah, yang terbaik datang pada perjuangan ketiga. Semoga kami bisa mengalahkan Tottenham Hotspur di final nanti," kata Klopp, dilansir situs resmi UEFA.

Jadi, siapa yang akan membawa puang trofi Liga Champions ke Inggris? Klopp atau Pochettino, Tottenham atau Liverpool?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan