Duel Seru Bomber Senior Junior ISL, Hitung Siapa Paling Bertaji?

Faktor pengalaman dan jam terbang berbanding lurus dengan perolehan gol. Lagi-lagi pertarungan ini ikut ditentukan masing-masing pelatih.

Diterbitkan 10 April 2015, 21:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, cedera Gaston ternyata membawa berkah bagi Bepe. Striker 35 tahun ini pun membalas kepercayaan Boys Are Back, julukan PBR. Bepe rata-rata melakukan sekali tembakan ke gawang dengan tingkat akurasi 46%.

Dari catatan itu, pemain dengan caps terbanyak timnas Indonesia ini sukses menyarangkan 10 gol selama musim lalu.

3

3. Fandi Eko Utomo

Posisi striker selama ini di pentas ISL sejatinya menjadi posisi yang jarang dihuni pemain muda. Klub Indonesia biasanya menyerahkan satu dari tiga jatah pemain asing mereka kepada striker asing.

Hal itu tidak jarang menjadi faktor penghambat pemain muda. Fandi Eko Utomo dan Yandi Sofyan Munawar adalah dua dari beberapa pemain nama yang mungkin akan mendapat kesempatan untuk unjuk gigi di LSI 2015 nanti.

Fandi Eko Utomo adalah salah satu bakat sepak bola Jawa Timur yang mengawali karir profesionalnya bersama Persela Lamongan. Musim lalu, Fandi direkrut Rahmad Darmawan (RD) untuk memperkuat Persebaya. Pindah ke tim yang lebih besar membuat Fandi tidak serta merta langsung mendapat kepercayaan begitu saja.

Soal produktivitas, bermain lebih ke belakang dan sayap berbanding terbalik dengan jumlah gol Fandi. Di musim 2013 bersama Persela, anak kandung Yusuf Ekodono ini sukses mencetak lima gol, sedangkan selama di Persebaya pada 2014, Fandi hanya mencetak satu gol dan mencatat dua assist.

Bermain tidak sebagai penyerang tengah membuat Fandi hanya mencatatkan rata-rata 0,3 tembakan ke gawang setiap pertandingannya. 

Namun insting alamiah sebagai seorang penyerang masih terlihat dalam diri Fandi, rata-rata rasio kesuksesan tembakannya mencapai 41%. Mengingat kondisi Persebaya mengingat Pacho Kenmogne tidak ada dalam tim.

Tidak ada salahnya, pelatih Ibnu Grahan mencoba memainkan kembali Fandi di posisi aslinya saat masih di Persela untuk kembali mengasah ketajamannya.

4

Yandi Sofyan Munawar

Selain Fandi, ada Yandi Sofyan Munawar. Adik kandung Zaenal Arif tersebut tahun ini akan berusia 23 tahun.

Dalam usia yang seharusnya sudah bisa dikatakan matang untuk pemain muda, Yandi justru belum pernah bermain di tim utama bersama klub ISL.  Musim ini, Yandi direkrut Djadjang Nurjaman yang bertekad memajukan putra daerah bersama Dias Angga dan Dedi Kusnandar.

Dari statistik yang dihimpun Labbola selama di timnas U-23 tahun 2014, Yandi sukses mencetak dua gol, dari 12 penampilannya dengan total bermain selama 708 menit. Atau rata-rata Yandi mencetak satu gol setiap 314 menit. Angka tersebut sebenarnya tidak begitu mengesankan untuk seorang penyerang.

Selama di Timnas U-23, pemain kelahiran Garut itu hanya mencatatkan rata-rata 0,25 tembakan per pertandingan dengan tingkat akurasi hanya 16,7%. Angkanya masih di bawah yang dicatatkan Fandi Eko Utomo musim lalu.

Di ISL 2015 nanti tampaknya Yandi masih akan sering memanasi bench Persib, mengingat Persib baru saja mendapatkan Ilija Spasojevic dari PBR.

5

Siapa yang lebih kuat?

Usia tidak menjadi halangan untuk terus berprestasi seperti yang telah ditunjukkan Cristian Gonzales dan Bambang Pamungkas. Statistik di atas mendukung pernyataan tersebut.

Sedangkan penyerang berusia muda masih sulit mendapatkan tempat utama di suatu tim. Tidak terkecuali bagi Fandi Eko Utomo dan Yandi Sofyan Munawar.

Jika membandingkan statistik, pemain berpengalaman masih dibutuhkan di pentas ISL. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti pengalaman dan insting mencetak gol yang masih terjaga. Namun, hal itu tentu tidak serta merta menjustifikasi bahwa kualitas penyerang muda lokal di bawah rata-rata. Faktor-faktor seperti kurangnya menit bermain yang didapat salah satunya.

Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales menunjukkan usia tidak membatasi tetap berprestasi. Dan Fandi Eko serta Yandi Munawar menunjukkan usia muda menuntut mereka untuk terus belajar demi mendapatkan kepercayaan pelatih dan memberikan mereka satu tempat di tim utama.

Jika terus diberi menit bermain yang cukup, pemain muda tentu bisa berkembang dan bukan tidak mungkin akan menyamai atau bahkan melebihi pencapaian kedua seniornya tersebut.

6

Grafis

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/848566/original/003711000_1428672840-senjata_usang_vs_senjata_mutkahir.jpg

(Ashiddiq Adha/Labbola)




Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan