Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada kuartal kedua 2026 mencatat kewajiban neto yang menurun. Pada akhir kuartal II 2026, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar US$ 197,4 miliar, turun dibandingkan kewajiban neto pada akhir kuartal I 2026 sebesar US$ 223 miliar.
“Kewajiban neto yang menurun tersebut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari keterangan resmi, Kamis, (10/9/2026).
BI juga mencatat posisi KFLN Indonesia menurun, tetapi aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio tetap berlanjut. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal II 2026 tercatat US$ 769 miliar, turun 1,9% (qtq) dari US$ 783,7 miliar pada akhir kuartal I 2026.
Advertisement
“Investasi langsung dan investasi portofolio tetap membukukan surplus sebagai cerminan terjaganya, dan imbal hasil investasi yang menarik,” kata Ramdan.
Ia mengatakan, perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penurunan nilai instrument keuangan domestik karena faktor revaluasi harga dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.
Selain itu, Bank Indonesia mencatat posisi AFLN Indonesia meningkat didorong oleh transaksi pada berbagai instrumen finansial luar negeri. Ramdan menuturkan, posisi AFLN pada akhir kuartal II 2026 tercatat sebesar US$ 571,5 miliar, naik 1,9% (qtq) dari US$ 560,7 miliar pada akhir kuartal I 2026.
“Sebagian besar komponen AFLN mengalami peningkatan posisi, terutama pada aset investasi lainnya, investasi langsung, dan investasi portofolio,” kata dia.
Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal II 2026 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal.
BI Cermati Dinamika Perekonomian Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4062734/original/032142100_1656044673-Gedung_Bank_Indonesia.jpg)
Ramdan menuturkan, hal ini tercermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada kuartal II 2026 sebesar 13,3%, lebih rendah dibandingkan 15,2% pada kuartal I 2026. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang terutama dalam bentuk investasi langsung.
"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” kata dia.
Selain itu, Ramdan mengatakan, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260845/original/013183500_1781665170-Wapres_Gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5403043/original/060099800_1762315300-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-05T105827.468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4062734/original/032142100_1656044673-Gedung_Bank_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522745/original/092684000_1772775227-Cadangan_Devisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338660/original/000992000_1788337107-kom4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339691/original/045193200_1788425146-Cover-sp_2818026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339448/original/094977900_1788415789-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339133/original/054919900_1788402308-Cover-sp_2817926.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333297/original/017190300_1787741573-gb1.jpg)