Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akhirnya memastikan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar turun menjadi 8% mulai awal September 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mengkritik tingginya bunga kredit bagi masyarakat kecil.
Program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan layanan pembiayaan modal usaha tanpa agunan bagi perempuan pelaku usaha ultramikro dari keluarga prasejahtera. Sebelumnya, bunga pinjaman program tersebut berada di kisaran 18% hingga 25%, dengan rata-rata sekitar 20%.
Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan keberatannya terhadap kondisi tersebut saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).
Advertisement
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ujar Presiden.
Prabowo menilai kondisi tersebut tidak adil karena pelaku usaha besar justru dapat memperoleh kredit perbankan dengan bunga lebih rendah.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” tegasnya.
Menurut Presiden, negara tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menanggung beban pembiayaan yang lebih berat dibanding kelompok ekonomi atas.
Berlaku Mulai September, Seluruh Nasabah Akan Menikmati Bunga 8%
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739053/original/051007600_1707471511-WhatsApp_Image_2024-02-09_at_16.00.57.jpeg)
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menyatakan penurunan bunga menjadi 8% akan mulai diberlakukan pada awal September 2026 setelah pemerintah menyelesaikan koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, dan Danantara.
“Berdasarkan perintah dari Pak Presiden (Prabowo Subianto), turun di 8%. Tadi kita sudah dapat koordinasi juga dengan Danantara, InsyaAllah nanti akan mulai berlaku diestimasi kurang lebih pada awal September ini,” kata Maman.
Ia menjelaskan formulasi dan mekanisme penurunan bunga telah disepakati pemerintah.
“Perintah dari Pak Presiden harus didorong di bawah 10 persen, agar tidak membebani beliau-beliau, ibu-ibu yang masuk dalam golongan prasejahtera. Alhamdulillah, formulasi pola mekanismenya sudah ketemu, dan diputuskan bunganya kurang lebih sekitar 8 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan tersebut akan berlaku bagi seluruh nasabah PNM Mekaar, termasuk debitur yang saat ini masih membayar bunga lebih tinggi.
“Semua nasabah. Jadi yang sekarang menerima bunga tinggi, di depan ada periode tertentu untuk turun ke bunga PNM,” ujar Airlangga.
Program Mekaar sendiri menyediakan pembiayaan tanpa agunan dengan plafon pinjaman hingga Rp 15 juta bagi perempuan pelaku usaha ultramikro yang belum memiliki akses ke layanan perbankan formal.
Advertisement
Jutaan Perempuan Prasejahtera Jadi Penerima Manfaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566019/original/087479100_1777105262-578f7b38-d547-43bc-9f95-677ebbacfc66.jpeg)
Pemerintah menargetkan penurunan bunga PNM Mekaar dapat dinikmati sekitar 10 juta hingga 15 juta nasabah di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, PNM tercatat telah menyalurkan pembiayaan dan pendampingan kepada 23,3 juta nasabah Mekaar yang mayoritas merupakan perempuan prasejahtera.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas hidup nasabah.
“Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya,” kata Kindaris.
Untuk menurunkan bunga menjadi 8%, pemerintah akan memberikan subsidi sekitar 10% terhadap program pembiayaan tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban cicilan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha ultramikro untuk mengembangkan usahanya.
Pemerintah juga menyiapkan skema lanjutan bagi nasabah yang usahanya berkembang agar dapat naik kelas ke program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan plafon pembiayaan lebih besar.
Dengan penurunan bunga dari kisaran 20% menjadi 8%, kebijakan ini menjadi salah satu intervensi terbesar pemerintah dalam pembiayaan ultramikro. Selain meringankan beban jutaan perempuan pelaku usaha kecil, langkah tersebut juga menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan keadilan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil sebagai prioritas utama pemerintah.
Penyaluran PNM Capai Rp 32,3 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307393/original/037601300_1785029341-aa93d847-7765-4c9f-a566-71b6de15b5f9.jpeg)
Di tengah kebijakan penurunan bunga PNM Mekaar menjadi 8%, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tetap mencatat pertumbuhan bisnis yang positif pada Semester I 2026.
Hingga Juni 2026, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 32,3 triliun dengan jumlah 12,4 juta nasabah aktif Mekaar. Kinerja tersebut didukung oleh 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
PNM tidak hanya menyalurkan modal usaha tanpa agunan, tetapi juga menjalankan program pemberdayaan melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, dan pendampingan usaha. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan menyelenggarakan 26.776 program pelatihan yang diikuti 723.883 peserta.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan nasabah untuk tumbuh secara mandiri.
“Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang,” jelas Kindaris.
Sejak 2022 hingga Juni 2026, 2.961.104 nasabah tercatat berhasil naik kelas dan memperoleh tambahan pendapatan, menunjukkan bahwa model pembiayaan yang dipadukan dengan pemberdayaan mulai memberikan dampak nyata bagi pengusaha ultramikro dan ketahanan ekonomi keluarga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763777/original/071600100_1778666768-IMG-20260513-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971036/original/026235200_1729094030-IMG-20241016-WA0343.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386433/original/064295900_1761008005-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318598/original/018414500_1786108747-IMG_2793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318594/original/039256900_1786108387-IMG_2800.jpeg)