Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan jumlah lapangan kerja yang tak terduga selama Juli 2026. Menurut data Bureau of Labor Statistics (BLS), AS kehilangan 23.000 lapangan kerja. Walau tingkat pengangguran turun tipis ke 4,1%, penurunan itu terjadi semata-mata karena makin banyak warga yang menyerah dan keluar dari angkatan kerja.Â
Kondisi ekonomi kian mengkhawatirkan setelah BPS-nya AS tersebut merevisi drastis data dua bulan sebelumnya. Angka penambahan kerja Juni dipangkas dari 57.000 menjadi 20.000, sementara data Mei merosot separuhnya dari 129.000 menjadi 66.000. Ditambah lagi, pertumbuhan gaji melambat ke tingkat terendah dalam lima tahun terakhir.
Laporan ini meleset jauh dari prediksi para ekonom yang mengharapkan adanya penambahan 95.000 lapangan kerja.
Advertisement
"Ini laporan yang mengkhawatirkan, menandakan pasar kerja mulai macet lagi," kata Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long dikutip dari CNN Money, Minggu (9/8/2026).
"Kita bisa saja berdalih atas beberapa penyesuaian di bulan Juni atau Juli. Namun jika melihat gambaran besarnya, rata-rata penambahan kerja selama tiga bulan terakhir hanya 20.000, dilihat dari sudut mana pun, angka ini sangat lesu."
Dinamika pasar kerja kini terjebak pada pola 'sepi rekrutmen, sepi pemecatan', yang membuat peluang bagi para pencari kerja kian sempit.
"Volatilitas harga membuat para pemberi kerja makin ragu," ungkap Nicole Bachaud, ekonom tenaga kerja di ZipRecruiter.
"Karena lowongan kerja tetap langka, kian banyak pekerja yang akhirnya keluar dari pasar tenaga kerja."
Tergerus Inflasi, Warga AS Tak Bisa Kemana-mana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266421/original/073275700_1671506038-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-1.jpg)
Kondisi makin berat karena kenaikan gaji rata-rata per jam di bulan Juli hanya 0,1%. Secara tahunan, pertumbuhan gaji hanya 3,2%. level terendah dalam lima tahun. Angka ini kalah cepat dibanding laju inflasi yang menyentuh 3,5%, artinya isi dompet warga AS tergerus oleh kenaikan harga barang.
"Anda tidak perlu gelar doktor ekonomi untuk melihat bahwa tekanan finansial nyata dirasakan warga AS saat ini. Saya rasa di paruh kedua tahun ini, banyak keluarga harus makin mengencangkan ikat pinggang," tambah Long.
Dampaknya bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ruang gerak masyarakat yang terkunci. "Warga AS merasa 'jalan di tempat' saat ini," tegas Long.
"Anda tidak akan bisa pindah rumah kalau suku bunga KPR mendekati 7%. Anda juga tidak akan bisa dapat pekerjaan baru di saat rekrutmen melambat seperti ini. Orang-orang terpaksa menahan diri untuk tidak mengganti mobil mereka, bahkan bertahan dengan ponsel lama mereka lebih lama dari biasanya."
"Rasa 'terjebak' inilah yang mendominasi, dan ini jelas bukan dinamika ekonomi AS yang diimpikan masyarakat," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3054750/original/070949500_1582102760-20200219-DPR-Panggil-Freeport-Bahas-Rencana-Kerja-dan-Smelter-TALLO-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282507/original/020517700_1752477543-AP25193806666316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1122767/original/093692500_1453795825-20160126-Mengenal-Guryong_-Kawasan-Kumuh-di-Balik-Gempita-Gangnam-Style-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4026692/original/020940600_1652928706-Inflasi_Inggris_Melonjak_ke_Puncak_dalam_40_Tahun-AP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370072/original/013559700_1759488143-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319178/original/083385400_1786192792-1000401629.jpg)