Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli meresmikan dimulainya pemagangan nasional angkatan dua batch II. Sebanyak 41 ribu peserta dinyatakan layak ikut program MagangHub kali ini.
Yassierli mengatakan, jumlah pendaftar yang masuk ke laman Kemnaker mencapai ratusan ribu orang. Namun, setelah proses seleksi dilakukan, didapat ada 41 ribu orang yang dinyatakan layak.
"Kalau yang mendaftar banyak ya, tapi yang eligible berdasarkan data yang kita cross check lulusan satu tahun terakhir dari kementerian Dikti Saintek 350 ribu, kira-kira," kata Yassierli dalam Kick Off Magang Nasional Angkatan 2 Batch II, di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Advertisement
Dia mengatakan 41 peserta Magang Nasional Angkatan dua Batch II ini melengkapi jumlah di batch I yang dimulai bulan lalu. Kala itu, Kemnaker menjaring sekitar 46 ribu orang. Dengan begitu, 87 ribu orang sudah diterima dalam Magang Nasional Angkatan II.
"Sesudah proses seleksi macam-macam akhirnya yang kita tetapkan sebagai peserta magang batch 2 tahun angkatan yang kedua ini 41 ribu orang, jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu," jelas dia.
Adapun, pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 150 ribu orang bagi Magang Nasional Angkatan 2 ini. Artinya, masih tersedia 63 ribu peluang lagi yang bisa diakses para fresh graduate. Yassierli bilang, sisa kuota tersebut akan dipenuhi pada batch III mendatang.
Artikel Kemnaker Jaring Lagi 41 Ribu Peserta MagangHub Magang Nasional 2 Batch II menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com.
Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (24/9/2026):
1. Kemnaker Jaring Lagi 41 Ribu Peserta MagangHub Magang Nasional 2 Batch II
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552761/original/002595000_1775826094-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_1.jpeg)
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli meresmikan dimulainya pemagangan nasional angkatan dua batch II. Sebanyak 41 ribu peserta dinyatakan layak ikut program MagangHub kali ini.
Yassierli mengatakan, jumlah pendaftar yang masuk ke laman Kemnaker mencapai ratusan ribu orang. Namun, setelah proses seleksi dilakukan, didapat ada 41 ribu orang yang dinyatakan layak.
"Kalau yang mendaftar banyak ya, tapi yang eligible berdasarkan data yang kita cross check lulusan satu tahun terakhir dari kementerian Dikti Saintek 350 ribu, kira-kira," kata Yassierli dalam Kick Off Magang Nasional Angkatan 2 Batch II, di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Dia mengatakan 41 peserta Magang Nasional Angkatan dua Batch II ini melengkapi jumlah di batch I yang dimulai bulan lalu. Kala itu, Kemnaker menjaring sekitar 46 ribu orang. Dengan begitu, 87 ribu orang sudah diterima dalam Magang Nasional Angkatan II.
Advertisement
2. Kemnaker Beberkan Syarat Aman Kerja di Luar Negeri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418123/original/073319800_1782303468-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_16.37.56.jpeg)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar ekstra waspada saat memilih jalur kerja ke luar negeri. Warga diimbau tak gampang tergiur iming-iming gaji tinggi dan wajib memastikan seluruh proses keberangkatan melewati jalur resmi pemerintah.
"Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” tegas Afriansyah dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).
Bagi warga yang berminat mengadu nasib atau mengikuti program pemagangan di mancanegara, Afriansyah menekankan krusialnya penguasaan kompetensi teknis dan bahasa asing. Apalagi, Jepang menjadi salah satu destinasi favorit yang banyak dilirik calon pekerja migran asal Indonesia.
Besarnya peluang kerja dan magang di Negeri Sakura tersebut harus dibarengi dengan kesiapan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja setempat.
"Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang," ujarnya.
3. Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338661/original/077969400_1788337107-kom7.jpg)
Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebijakan insentif biaya lindung nilai (hedging) demi menarik aliran modal asing (inflow) ke dalam negeri. Langkah ini menjadi strategi utama BI untuk menandingi daya tarik aset Amerika Serikat di tengah era suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer).
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kondisi higher for longer di AS telah memicu kenaikan indeks dolar AS (DXY) serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Akibatnya, aset AS menjadi sangat memikat bagi investor global, yang berpotensi memicu tekanan arus modal keluar (outflow) dari negara berkembang.
"Dengan kondisi higher for longer di Amerika, DXY naik, USD yield naik, itu menyebabkan aset di Amerika menjadi menarik. Nah, ini yang tentunya harus bisa kita counter," kata Destry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Kantor BI, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Destry menyampaikan bahwa BI sebelumnya mengandalkan kebijakan suku bunga untuk meredam ketidakpastian global dan risiko outflow. BI tercatat menaikkan BI-Rate secara bertahap sebesar 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juli 2026 (masing-masing 50 bps, 25 bps, dan 25 bps).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355718/original/082858700_1790140478-1000451358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349494/original/006352700_1789530435-paes_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354432/original/040419600_1790051715-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7225.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346358/original/089971100_1789126509-logo_asian_games.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353262/original/055211800_1789957329-IMG_7180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353190/original/082032300_1789919091-000_C8U83MV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1774102/original/057530600_1510985267-KOPAI_MAHAL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352681/original/013168400_1789831400-AP26262537223865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352224/original/008440800_1789740929-ChatGPT_Image_Sep_18__2026__09_14_56_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330735/original/093802000_1787415960-2026-08-22_0335.jpg)