Whitesky Bersiap Boyong 200 Helikopter Listrik ke Indonesia

Punya ribuan pulau dan basis pelanggan korporat, Indonesia siap mengadopsi moda transportasi helikopter listrik eVTOL dan membangun infrastrukturnya.

Diterbitkan 23 September 2026, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Whitesky Group menyatakan kesiapannya untuk membawa Indonesia masuk ke dalam ekosistem Advanced Air Mobility (AAM) di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan bahkan memproyeksikan hingga 200 unit helikopter listrik atau electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) bakal mengudara di Indonesia dalam 8 hingga 10 tahun mendatang.

Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja menjelaskan, karakteristik geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kawasan industri, destinasi wisata, hingga lokasi pertambangan butuh solusi konektivitas modern. Hal ini tidak cukup hanya mengandalkan moda transportasi darat maupun penerbangan komersial konvensional.

Apalagi, Whitesky saat ini sudah mengantongi basis pelanggan korporat hingga 2.800 konsumen. Potensi pasar ini dinilai sudah terbentuk secara alami di dalam negeri.

"Indonesia tidak harus menciptakan permintaan dari nol. Kebutuhan mobilitasnya sudah ada, tantangan kita adalah menyediakan cara yang lebih efektif untuk melayaninya," ujar Denon, Rabu (23/9/2026).

 

Bidik Kolaborasi Global dan Manufaktur Lokal

Roadmap 200 unit eVTOL ini dirancang untuk menarik perhatian Original Equipment Manufacturer (OEM) global serta mitra strategis internasional.

Whitesky membidik kolaborasi dengan Tiongkok sebagai mitra teknologi, serta Jepang dan Korea Selatan untuk membawa kapabilitas lain ke dalam negeri, termasuk potensi local manufacturing (manufaktur lokal) secara bertahap.

Selain memperkuat konektivitas udara, program ini diproyeksikan membuka sedikitnya 1.000 lapangan kerja baru. Langkah tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi tenaga penerbangan lokal untuk menguasai teknologi pesawat listrik.

Denon menegaskan, langkah ini bukan sekadar menambah armada, melainkan strategi besar untuk menempatkan Indonesia di peta industri eVTOL global.

"Asia tidak kekurangan teknologi eVTOL. Tantangannya adalah negara mana yang mampu menggabungkan teknologi, pasar, operator, dan infrastruktur menjadi satu ekosistem yang benar-benar berfungsi," pungkas Denon.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6