Asa Reynaldo, Penyandang Disabilitas Tempuh 59 Km Demi Berburu Kerja

Dibantu tangan palsu, Rey tak pernah menyerah mencari penghidupan layak.

Diterbitkan 24 September 2026, 06:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penyandang disabilitas Reynaldo menempuh jauh demi mencari pekerjaan stabil di Job Fair.
  • Ia membutuhkan penghasilan tetap karena pekerjaan sebelumnya tidak stabil.
  • Reynaldo berharap lebih banyak peluang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Liputan6.com, Jakarta - Reynaldo (31) menempuh perjalanan lebih dari dua jam dari Cileungsi, Bogor, menuju Job Fair Jakarta Barat di Gelanggang Remaja Kecamatan Cengkareng. Penyandang disabilitas itu mengendarai sepeda motor seorang diri demi mencari peluang kerja baru.

“Saya dari Cileungsi naik motor lebih kurang 2 jam lebih lah,” kata Reynaldo saat ditemui di lokasi Job Fair Jakarta Barat, Rabu (23/9/2026).

Ia sudah dua bulan hengkang dari pekerjaannya di salah satu kantor hukum yang berlokasi di Bidara Cina, Jakarta Timur. Menurut Reynaldo, pekerjaannya di kantor hukum tersebut tidak memberikannya penghasilan tetap setiap bulan karena bergantung pada project didapat.

“Peluang maksud saya itu kalau di kantor hukum itu ya sedikit-sedikitnya enggak tetap gitu. Jadi, kadang naik kadang turun,” ujarnya.

Reynaldo tak bisa terus bertahan dengan keadaan itu. Dia harus punya penghasilan bulanan yang stabil.

“Jadi saya ini sekarang mungkin mencari kerja untuk yang bagaimana ada bulanan lah, gitu kan. Jadi lebih matang lah untuk bulanannya, gitu,” kata dia.

Job Fair Jakarta Barat menjadi bursa kerja pertama yang didatanginya. Dia mengetahui kegiatan tersebut melalui Instagram dan situs Pemerintah Kota Jakarta Barat. Bagi Rey datang langsung ke job fair memberikan kesempatan untuk melihat posisi yang tersedia sekaligus mengetahui informasi rekrutmen dari perusahaan secara lebih langsung dibanding hanya melamar melalui platform online.

Di lokasi, dia mencari pekerjaan yang masih berkaitan dengan pengalaman sebelumnya. Salah satu posisi yang menarik perhatiannya adalah legal officer. Reynaldo berharap semakin banyak perusahaan membuka lowongan yang dapat diakses oleh pencari kerja dengan latar belakang dan kondisi yang beragam.

 

 

Cerita Kelam dari Kecelakaan Kereta

Sudah 25 tahun Reynaldo hidup sebagai penyandang disabilitas. Cerita kelam itu bermula dari kecelakaan kereta api ketika berusia sekitar lima tahun pada 1999. Kondisi ini membuat kondisi tangan kiri tak lagi sempurna hingga harus menggunakan tangan palsu.

Salah satu bentuk adaptasinya ialah mengendarai sepeda motor dengan satu tangan. Reynaldo mengaku sudah terbiasa berkendara sejak sekolah dasar. Meski memiliki kekurangan, Reynaldo juga bisa mengemudikan mobil, baik transmisi manual maupun otomatis.

“Semua kekurangan pasti ada kelebihan, itu yang pertama. Yang kedua itu kalau untuk berkendara satu tangan,” ujar Reynaldo.

 

Minim Peluang Kerja Penyandang Disabilitas

Dia menyoroti masih terbatasnya kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas. Meski ada, jumlahnya masih sangat sedikit.

Oleh karena itu, dia berharap semakin banyak perusahaan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas dan kegiatan job fair juga lowongan yang inklusif. Menurutnya, akses yang lebih luas akan membantu penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka."

Kalau untuk teman-teman yang disabilitas itu yang terpenting itu yang poin yang saya bilang itu cuman satu, semangat. Lebih semangat,” ujarnya.

Apapun kondisi dijalani, Rey tak putus asa. Dia percaya usaha dan doa akan menemukan jalannya. Bagi Ray, tak masalah kini harus perjuangan lebih berat dan sedikit lelah. Dia percara kerja kerasnya menjadi pekerjaan akan berbuah bahagia.

"Demi inilah, demi peruntungan," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6