Liputan6.com, Jakarta - Banyak lansia di Korea Selatan (Korsel) masih bekerja bahkan setelah usia pensiun lantaran tekanan keuangan yang tinggi. Pemerintah Korea Selatan berencana menaikkan batas usia pensiun dari 60 ke 65 akibat populasi lansia umur 55-79 tahun yang bekerja melampaui 10 juta jiwa di negara tersebut.
Melansir The Korea Times, Minggu (9/8/2026), Seorang perawat di sebuah rumah sakit perawatan jangka panjang di Seoul, Park (62), belum memiliki niat untuk pensiun. Lantaran, dia kembali bekerja di usia 50-an setelah membesarkan anaknya.
Setelah satu dekade, dia masih belum berencana untuk pensiun.
Advertisement
“Tunjangan pensiun saya baru cair beberapa tahun lagi, namun itu tidak cukup untuk menopang gaya hidup saya setelah pensiun, jadi saya memilih tetap bekerja,” ujarnya.
“Lagipula, saat bekerja saya jadi aktif. Saya kurang suka berdiam di rumah, dan saya senang bertemu dengan orang. Saya ingin tetap bekerja selagi kuat secara fisik,” dia menambahkan.
Park adalah salah satu contoh individu yang memilih bekerja setelah melewati usia yang biasanya dianggap usia pensiun.
Menurut Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan pada Kamis, 6 Agustus 2026, jumlah orang berusia 55-79 yang bekerja mencapai 10,13 juta pada Mei, melampaui 10 juta untuk pertama kalinya setelah survei dibuat pada 2005.
Angka ini meningkat 345.000 dibandingkan tahun sebelumnya, dan telah meningkat sekitar 50% selama satu dekade, dari 6,72 juta pada 2016.
Tingkat ketenagakerjaan untuk rentang usia ini berada di 59,5%, setara dengan tahun lalu, di mana populasi lansia terus bertambah. Jumlah warga Korea Selatan yang berada di rentang usia 55-79 mencapai 17,02 juta, naik 570.000 dari tahun lalu.
Hasil Survei
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
Survei yang sama juga mengungkap tujuh dari 10 lansia Korea Selatan berharap untuk tetap bekerja, dengan rata-rata usia pensiun ideal mereka naik ke angka 73,6. Ini adalah angka tertinggi sejak pertanyaan tersebut dimasukkan ke dalam survei 2011.
Selain itu, uang menjadi motivasi utamanya. Lebih dari separuh responden, atau 53,4%, mengatakan mereka ingin terus bekerja demi membayar kebutuhan hidup mereka, sedangkan 36,7% mengatakan mereka senang bekerja. Persentase kecil mengatakan alasannya adalah untuk tetap aktif (4,3%), atau berkontribusi ke masyarakat (3,2%).
Beban Keuangan Jadi Pemicu Utama
Penemuan ini tak hanya menunjukkan perubahan sikap terhadap lansia yang bekerja, tetapi juga realita finansial yang dihadapi oleh lansia di Korea Selatan, menurut ahli.
"Orang-orang hidup lebih lama dan lebih sehat, sehingga dapat kerja di usia lanjut. Namun, realita yang lebih besarnya adalah banyak lansia bekerja bukan karena ingin, namun karena harus,” ujar profesor kesejahteraan sosial di Soongsil University, Hur Jun-soo, menyorot kesenjangan antara usia pensiun dan syarat tunjangan pensiun.
Menurut Lembaga Penelitian Jaminan Pensiun Nasional Korea Selatan, warganya pensiun dari karier utama di rata-rata usia 52,9 pada 2025, sedangkan tunjangan pensiun baru diterima pada usia 61 dan 65, tergantung dengan tahun kelahiran individu tersebut.
Ini membuat banyak lansia yang pensiun harus menghadapi satu dekade, bahkan lebih, tanpa penghasilan tetap.
Advertisement
Rencana Menaikkan Batas Pensiun
Meskipun tunjangan pensiun sudah cair, biaya bulanannya hanya 880.000 won Korea Selatan, atau Rp 11,1 juta (asumsi kurs won Korea Selatan terhadap rupiah di kisaran 12,62), jauh di bawah biaya hidup bulanan yang berada di kisaran 1,54 juta won Korea Selatan, atau Rp 19,4 juta untuk rumah tangga satu orang.
“Realita yang menyedihkannya adalah banyak lansia Korea Selatan tidak punya pilihan lain selain tetap bekerja setelah usia 70 tahun,” tutur Hur.
Menanggapi isu ini, profesor itu mengatakan menaikkan usia pensiun resmi menjadi 65 dari yang saat ini 60 tahun adalah langkah yang baik, namun dia menekankan bahwa harus ada reformasi jaminan hari tua yang lebih luas.
"Korea Selatan harus menerapkan sistem jaminan pensiun ‘bayar lebih, terima lebih’ dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menteri Kepegawaian dan Ketenagakerjaan Korea Selatan berencana untuk mengusulkan undang-undang yang menaikkan usia pensiun ke 65.
Namun, usulan ini bersifat kontroversial. Serikat buruh menegaskan bahwa peningkatan ini penting saat populasi lanjut usia terus bertambah, sedangkan pebisnis mengatakan bahwa ini akan meningkatkan biaya tenaga kerja dan mengurangi kesempatan bagi pekerja muda.
“Kami akan terus berdiskusi agar dapat mengajukan undang-undang ini di semester kedua. Kami akan menargetkan perpanjangan usia pensiun yang menguntungkan pekerja lansia dan muda,” kata Menteri Kim Young-hoon pada pengarahan kebijakan Selasa.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1122767/original/093692500_1453795825-20160126-Mengenal-Guryong_-Kawasan-Kumuh-di-Balik-Gempita-Gangnam-Style-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259237/original/020699900_1781492590-charles-chen-hDkEPjvY4lE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256941/original/035574200_1781177622-IMG_1647.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575133/original/042307900_1694670021-kereta_kim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315879/original/074035200_1785900473-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)