Harga Emas Hari Ini Melonjak Setelah Harga Minyak Tertekan

Koreksi harga minyak dan kekhawatiran terhadap kebijakan the Fed mempengaruhi harga emas dunia.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 waktu setempat (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas didorong kekhawatiran inflasi dan menurunkan harapan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pelaku pasar menantikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan the Federal Reserve atau the Fed.

Mengutip CNBC, Rabu (5/8/2026), harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.078,10 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka bertambah 1,1% menjadi US$ 4.134,60.

Harga minyak memangkas kenaikan setelah Qatar menyatakan upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik atas konflik AS-Iran terus berlanjut, meskipun gangguan terhadap arus minyak melalui jalur pelayaran utama masih terjadi. Harga minyak mentah berjangka Brent turun lebih dari 4% akibat kabar tersebut.

Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek menuturkan, penurunan harga minyak kemungkinan menjadi salah satu faktor pendorong harga emas. Ia menambahkan, penurunan tersebut turut memengaruhi prospek suku bunga, dengan suku bunga jangka pendek yang sedikit menurun.

Harga energi yang tinggi memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama guna memerangi inflasi, yang memberikan tekanan pada emas (aset yang tidak memberikan imbal hasil).

Sebelumnya pada Senin, Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, menyatakan optimismenya tekanan inflasi akan mereda secara bertahap. Namun, jika hal itu tidak terjadi, bank sentral AS tidak akan ragu untuk merespons dengan kenaikan suku bunga.

 

Menantikan Laporan Ketenagakerjaan

Para pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 61% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral September, setelah The Fed yang saat itu terpecah pendapatnya memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga pada pertemuan kebijakan terakhirnya.

Pelaku pasar kini menantikan serangkaian laporan ketenagakerjaan AS minggu ini, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan rilis pada Rabu dan data non-farm payrolls pada Jumat.

"Apa pun yang menunjukkan pelemahan ekonomi kemungkinan akan berdampak positif bagi emas, terutama karena hal itu mengurangi kemungkinan atau kebutuhan bank sentral untuk mengambil tindakan terkait suku bunga," ujar Melek.

Harga Emas Dunia Melemah Imbas Ketidakpastian Perang di Timur Tengah

Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (4/8/2026) di tengah ketidakpastian terkait perang di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi. Pelaku pasar juga menantikan serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Selasa (4/8/2026), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.029,84 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus terkoreksi 0,5% ke US$ 4.029,00 per ounce.

Analis Marex, Edward Meir, mengatakan harga emas masih bergerak dalam kisaran yang relatif sempit selama lebih dari satu bulan terakhir.

"Harga emas telah bergerak dalam kisaran yang sempit selama lebih dari satu bulan, yakni sekitar US$ 4.000 hingga US$ 4.200 per ounce. Faktor yang menopang harga emas saat ini adalah ekspektasi pasar terhadap kemungkinan inflasi kembali meningkat, terutama pada Juli ketika data terbaru diperkirakan akan membalikkan sebagian besar penurunan inflasi yang terjadi pada Juni," kata analis Marex, Edward Meir.

Menurut Meir, ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan inflasi menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas, terutama jika data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi kembali meningkat setelah sempat melandai pada Juni.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada sikap para pejabat Federal Reserve setelah rapat kebijakan moneter pekan lalu.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6