PU Siaga Kemarau, Pasokan Air Cisadane Diklaim Tetap Aman

Debit Sungai Cisadane menurun, namun Kementerian PU memastikan pasokan air bagi masyarakat masih dalam kondisi aman.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air di Sungai Cisadane masih mencukupi meski musim kemarau mulai berdampak di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk air baku, irigasi, maupun keperluan lainnya.

Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, setelah meninjau debit air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

"Ketersediaan air untuk masyarakat Tangerang masih dalam kondisi yang sangat aman kalau menurut saya, karena masih 90%," ujar Arnold dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026)

Menurut Arnold, pemerintah terus melakukan pengelolaan distribusi air selama musim kemarau agar pasokan tetap terjaga. Ia menegaskan, kondisi di lapangan berbeda dengan gambaran yang beredar di media sosial karena volume air di bendung masih mencukupi.

"Air itu sebenarnya tersedia. Karena musim kemarau, yang kami lakukan adalah mengatur tata kelola air. Kalau dilihat di sisi lain bendung ini, airnya masih sangat banyak dan aman. Itu karena diatur oleh rekan-rekan dari SDA sehingga air yang kita miliki cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, dan kebutuhan lainnya sampai beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Selain menjaga distribusi air, pemerintah juga menyiapkan langkah darurat apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Arnold mengatakan, warga cukup melapor ke posko yang telah disediakan agar bantuan dapat segera disalurkan.

"Kalau ada masyarakat yang membutuhkan air, tinggal hubungi posko kami. Kami akan datang membawa bantuan air bersih. Begitu juga kalau ada sawah yang terancam kering, sampaikan saja. Rekan-rekan dari Balai Sungai, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, pemerintah kabupaten maupun provinsi akan bergerak cepat membantu masyarakat yang mengalami kekeringan," ungkapnya.

Perhatian Pemerintah ke Pulau Jawa

Ia menambahkan, perhatian pemerintah saat ini lebih diarahkan ke Pulau Jawa, khususnya wilayah selatan, yang diperkirakan akan menghadapi dampak musim kemarau lebih besar dibandingkan daerah lainnya.

"Fokus kami sesuai arahan Pak Menteri adalah wilayah Jawa, terutama Jawa bagian selatan yang diperkirakan akan banyak mengalami dampak kekeringan," katanya.

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kekeringan, Kementerian PU juga menyiapkan tambahan peralatan yang akan ditempatkan di balai-balai wilayah. Dengan dukungan tersebut, penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.

"Kami menyiapkan tambahan alat-alat yang akan diserahkan kepada balai-balai supaya bisa segera bergerak di lapangan apabila ada masyarakat yang meminta bantuan suplai air bersih," kata Arnold.

Tak Pengaruhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan penurunan debit Sungai Cisadane akibat musim kemarau belum memengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Tangerang. Pasokan air baku, menurutnya, masih mampu memenuhi kebutuhan warga.

Meski situasi masih terkendali, Pemerintah Kota Tangerang tetap memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Upaya tersebut dilakukan bersama PUPR Kota Tangerang, BBWS Ciliwung Cisadane, dan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.

"Masih bertahan, mudah-mudahan sebentar lagi turun hujan. Kita berharap yang terbaik buat masyarakat. Namun upaya-upaya terus kita lakukan bersama PUPR Kota Tangerang, berkoordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane, kemudian juga dengan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang untuk pemenuhan air kepada masyarakat," katanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6