Evolusi QRIS, dari Fitur Tap NFC Hingga Ekspansi Mancanegara

Belanja di luar negeri kini makin gampang. BI & Finnet luaskan QRIS Cross Border sekaligus hadirkan fitur QRIS Tap NFC.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penguatan ekosistem pembayaran digital di Tanah Air terus dipacu oleh Bank Indonesia (BI). Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni memeperluas jangkauan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border melalui kemitraan erat dengan para penyedia jasa pembayaran, termasuk PT Finnet Indonesia.

Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Willy Togi, menyampaikan bahwa inovasi QRIS mencatatkan laju pertumbuhan yang sangat pesat semenjak perdana diperkenalkan pada 2019.

Lini pengembangannya terus bertransformasi, mulai dari sistem transaksi antarnegara hingga kehadiran fitur QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC).

"Perkembangannya sangat masif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan teknologi NFC untuk pembayaran," kata Willy dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026).

Saat ini, integrasi QRIS Cross Border telah menjangkau sejumlah negara kawasan seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok. Ekspansi konektivitas pembayaran ini dirancang guna mempermudah lalu lintas transaksi sekaligus memberi kemudahan bagi para pelaku UMKM saat melayani turis mancanegara.

"Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital," ujarnya.

Finnet Perbarui Portofolio Layanan

Dari sisi pelaku industri, Direktur Technology Product & Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia Anton Daryono menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkokoh perannya sebagai digital payment enabler. Finnet aktif mendukung arah kebijakan BI dengan bertindak sebagai issuer, acquirer, maupun payment gateway.

"Kami sangat mendukung inovasi maupun kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Harapannya digitalisasi di Indonesia semakin inklusif, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, serta aman dan andal," kata Anton.

Guna menyelaraskan langkah dengan regulasi BI dan kebutuhan pasar, Finnet terus memperbarui portofolio layanannya. Berbagai fasilitas pendukung bagi para merchant, seperti integrasi notifikasi transaksi hingga perangkat Soundbox dihadirkan agar proses transaksi berjalan lebih praktis, efisien, dan terlindungi.

Menurut Anton, pemanfaatan QRIS juga menjadi solusi efektif bagi pelaku UMKM untuk mengikis ketergantungan pada uang tunai sekaligus meminimalisasi berbagai potensi risiko operasional di lapangan. "Kemungkinan uang palsu tidak ada, kemungkinan dirampok juga tidak ada karena semua transaksi tercatat secara digital," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6