Jejak 47 Hari Hatta-Sjahrir di Sukabumi Kini Diabadikan dalam Museum

Tempat itu jadi saksi jejak strategi Kemerdekaan RI tersimpan

Diterbitkan 13 September 2026, 05:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bangunan bersejarah di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, kini resmi difungsikan sebagai Museum Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir. Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI), Fadli Zon.

Bangunan yang dulunya merupakan rumah dinas dan mes kepolisian ini telah dipugar kembali ke bentuk aslinya. Langkah ini dilakukan atas kolaborasi Kementerian Kebudayaan, Setukpa Lemdiklat Polri, Pemkot Sukabumi, serta pihak keluarga pahlawan. Museum ini kini memajang berbagai arsip, benda bersejarah, hingga foto-foto dokumentasi kedua proklamator.

Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya situs ini dalam alur perjuangan kemerdekaan. Sebelum memegang peran penting di tingkat nasional, Hatta dan Sjahrir sempat ditahan di tempat ini selama 47 hari pada awal 1942.

"Rumah ini adalah rumah yang bersejarah karena merupakan pengasingan dari Bung Hatta dan Bung Sjahrir sejak tahun 1942," kata Fadli Zon, Sabtu (12/9/2026).

Ia menambahkan bahwa tempat ini memperlihatkan beratnya perjuangan para pendiri bangsa.

"Jadi ini adalah satu aset sejarah dan budaya yang penting sehingga bisa melengkapi puzzle sejarah kita," lanjutnya.

 

Titik Balik Penyusunan Strategi Perjuangan

Putri Sutan Sjahrir, Siti Rabyah Parvati Sjahrir (Upik Sjahrir), menyebut pengasingan di Sukabumi sebagai momen krusial untuk merajut kembali jaringan pergerakan.

Di rumah ini, kedua tokoh sempat bertemu dengan pejuang lain seperti Amir Sjarifuddin untuk membagi peran strategis menghadapi era pendudukan Jepang.

"Ini satu titik awal perjuangan kembali dari pembuangan Ayah dan Bung Hatta," tutur Upik.

Ia menjelaskan bahwa di tempat inilah pembagian tugas antara Hatta dan Sjahrir mulai dimatangkan.

"Ayah akan bergerak di bawah tanah, sedangkan Bung Hatta harus bekerja sama dengan Jepang untuk mendukung perjuangan pemuda," jelasnya.

 

Menuju Cagar Budaya Nasional

Selain penataan kembali koleksi museum, pemerintah juga sedang mengupayakan peningkatan status hukum bagi bangunan ini. Kementerian Kebudayaan menargetkan situs bersejarah ini dapat segera menjadi situs warisan tingkat nasional.

"Segera kita registrasi, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat rumah Hatta-Sjahrir ini bisa menjadi Cagar Budaya Nasional," ujar Fadli Zon.

Apresiasi juga datang dari putri Bung Hatta, Meutia Hatta. Ia berharap keberadaan museum ini dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

"Kita mengajak anak-anak muda terutama untuk mengenal satu bagian sejarah yang sangat penting dalam alur perjuangan bangsa," kata Meutia.

Â